Tuesday , 11 August 2026

 

Tutup Muktamar NA ke-15, Ketum PP ‘Aisyiyah: Jangan Ikuti Arus, Jadilah Pelopor Perubahan

 

Surakarta – Pasca-pemilihan Ketua Umum baru Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyerukan agar seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah menyudahi sekat politik organisasi dan kembali bersatu. Dalam penutupan Muktamar NA ke-15, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah meminta pimpinan terpilih, Monica Subastia, merangkul semua elemen demi menciptakan gerakan nyata di masyarakat.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, resmi menutup Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke-15 di Surakarta. Selain mengapresiasi kepemimpinan Ariati Dina, Salmah mengucapkan selamat kepada Monica Subastia yang terpilih sebagai Ketua Umum PPNA periode baru.

Salmah menegaskan bahwa kepemimpinan baru ini merupakan awal tanggung jawab untuk membawa NA makin maju. Ia meminta Monica merangkul seluruh kader tanpa ada sekat politik pascapemilihan, serta mendorong kader menjadi pelopor perubahan yang berani berinovasi berbasis nilai Islam Berkemajuan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan, menerjemahkan hasil Muktamar menjadi kerja nyata, dan fokus 100 persen dalam membagi peran antara keluarga, karier, dan organisasi.

Berikut adalah poin-poin penting beserta penjelasannya dari amanat Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah:

Muktamar Akhir Proses, Awal Perjuangan Berakhirnya Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke-15 bukan penanda usainya tugas, melainkan awal dari tanggung jawab kepemimpinan baru di bawah Monica Subastia untuk membawa organisasi semakin maju dan berdampak.

Persatuan dan Rekonsiliasi Kader Pascapemilihan, tidak boleh ada lagi kubu atau sekat politik organisasi. Kepemimpinan baru wajib merangkul seluruh kader tanpa membeda-bedakan dukungan untuk bersama-sama membangun peradaban.

Menjadi Pelopor Perubahan, Bukan Pengikut Kader Nasyiatul Aisyiyah didorong untuk tidak sekadar beradaptasi atau mengikuti arus perkembangan zaman, melainkan berani menghadirkan gagasan baru dan menjadi pencipta perubahan di masyarakat.

Penerjemahan Keputusan Menjadi Kerja Nyata Hasil dan arah strategis yang disepakati selama Muktamar harus diwujudkan dalam bentuk tindakan konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh umat, bangsa, kemanusiaan, dan perempuan muda.

Fokus 100% pada Setiap Peran Sebagai kader muda yang membagi waktu antara keluarga, karir/akademik, dan organisasi, penting untuk memberikan perhatian penuh pada posisi yang sedang dijalani agar setiap peran berjalan seimbang dan menjadi nilai pengabdian.

Inovasi Berbasis Islam Berkemajuan Pengurus baru diharapkan berani berinovasi menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai ruh perjuangan gerakan.

Menarik dibaca

Muhammadiyah Serukan Solidaritas Nasional untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, mengimbau seluruh elemen bangsa untuk bergerak dalam aksi solidaritas …

Leave a Reply