Friday , 13 March 2026

 

Muhammadiyah dan Kemenhut RI Komitmen Kelola Hutan Secara Berkelanjutan dan Berkeadilan

 

pdmjogja.org – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Selasa (22/7/2025) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jl Cik Di Tiro, Yogyakarta.

Kerjasama tersebut terkait pemanfaatan, pengelolaan dan pemulihan sumber daya hutan. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya pengelolaan hutan yang berpijak pada prinsip moderat.

Menurut Haedar, pengelolaan hutan harus dilakukan dengan mengutamakan titik moderat. “Saya yakin, ini merupakan kebijakan yang sekaligus menjadi titik tengah dan jalan untuk Indonesia membangun, termasuk juga sektor kehutanan,” ungkap Haedar.

Maka dari itu, ke depan Haedar berharap bahwa pengelolaan alam merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Ia mengimbau agar pemimpin dan masyarakat bersama-sama memanfaatkan dan merawat alam dengan sebaik-baiknya.
“Negara kita ini kaya raya, kekayaan hayati kita ini luar biasa dan itu yang harus kita manfaatkan dan kelola dengan baik,” kata Haedar.

Tapi, lanjut Haedar, kita juga harus memperhatikan bagaimana mengelola tanpa merusak dan melakukan pemulihan ketika ada kerusakan.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menyampaikan, dalam pelestarian hutan akan sangat ditentukan oleh para manusia. “Khususnya para pimpinan-pimpinan yang memiliki kewenangan akan kebijakan,” tandasnya.

Bagi Menhut RI, kerusakan hutan sangat tergantung dalam tangan-tangan para pejabat yang menandatangani sebuah keputusan yang mempunyai implikasi bagi kebijakan di negeri ini.
Menhut RI juga turut memaparkan mengenai program strategis yang sedang dijalankan oleh pihaknya. Ia menyebut berbagai program yang telah dijalankan adalah mengenai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), proyeksi Perhutanan Sosial dan Karbon Trading.

Saat ini, ketiga program tersebut sedang dijalankan dan terus dikaji oleh Kemenhut RI agar menjadi program strategis yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat.

Maka dengan itu, ia juga turut mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk Muhammadiyah untuk terus mendukung langkah pemerintah dan bersama-sama menjaga alam agar tetap lestari.
“Semoga penandatanganan MoU ini akan bermanfaat bagi kita semua dan tentunya bagi hutan kita yang lestari,” jelas Tony.

Dengan adanya kolaborasi ini, Muhammadiyah dan Kementerian Kehutanan RI menunjukkan komitmen bersamanya dalam hal pelestarian alam dan hutan Indonesia.

Maka, keduanya berharap seluruh elemen bangsa dapat terlibat dan bertanggung jawab secara bersama-sama untuk menciptakan alam yang hijau lestari, berkelanjutan dan berkeadilan bagi masa depan. (*/fan)

Menarik dibaca

SMA Muhi Tasyarufkan Tiga Penghargaan Umrah saat Pengajian Milad ke-76

Dalam rangka penutupan Milad ke-76, SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta menggelar pengajian akbar di Gedung …