Wednesday , 14 January 2026

 

Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional Resmikan 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tahap Kedua

 


Kerja sama antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melahirkan gebrakan penting di bidang kesehatan masyarakat. Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap kedua dalam rangkaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Muhammadiyah.

“Sebanyak 105 SPPG ini merupakan bagian dari target nasional yang akan terus diperluas hingga tahun 2026,” ujar Dadan dalam sambutannya di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Acara peresmian SPPG ini digelar bertepatan dengan Milad ke-67 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Turut hadir Wakil Menteri Dikdasmen Fajar Riza, Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah Nurul Yamin, Rektor UMS Harun Joko Priyatno, serta sejumlah pimpinan Muhammadiyah dari berbagai daerah.

Dadan Hindayana menyampaikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah atas komitmen dan kerja nyata dalam memperjuangkan gizi anak bangsa.

“Muhammadiyah ini luar biasa. Kami bangga atas dedikasi dan semangatnya membangun fasilitas gizi dengan sistem yang kuat dan mandiri,” tutur Dadan.

Menurut Dadan, Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis — salah satu prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sistem pelayanan gizi, tetapi juga memberikan dampak luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan dapur sehat, tenaga kerja lokal, dan pemasok bahan pangan daerah.

“Badan Gizi berhutang budi kepada Muhammadiyah. Ini perjuangan merah putih yang nyata,” tambahnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa kesehatan dan gizi merupakan pilar utama dalam membangun bangsa yang cerdas dan berdaya saing.

“Kesehatan dan gizi yang baik adalah fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, Muhammadiyah berkomitmen bersama Badan Gizi Nasional memperkuat pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil,” ujarnya.

Haedar menambahkan, Muhammadiyah akan terus berada di garis depan mendukung program pemerintah untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan produktif.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” tuturnya.

Program SPPG Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi nyata di berbagai daerah. Melalui dapur sehat dan penguatan ekonomi lokal, program ini mendorong kemandirian masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama.

Dengan sinergi antara BGN dan Muhammadiyah, pemerintah optimistis mampu mewujudkan cita-cita besar membangun generasi Indonesia yang sehat, berdaya saing global, dan berakhlak mulia.

Sumber: bgn.go.id

Menarik dibaca

Perpustakaan SMA Muhi Selenggarakan Seminar Nasional “Perpustakaan Artificial Intelligence dalam Pendidikan”

Perpustakaan SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) …