Friday , 27 February 2026

 

Kepergian Rosyad Soleh Membuat Banyak Orang Merasa Kehilangan

 

pdmjogja.org- Abdul Rosyad Soleh, tokoh Muhammadiyah yang dibangga-banggakan oleh kader Muhammadiyah, meninggal dunia pada Rabu, 30 Juli 2025 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kepergiannya membuat banyak orang merasa kehilangan.

Jenazah dimakamkan di pemakaman Karangkajen, Yogyakarta, pada Kamis, 31 Juli 2025, diberangkatkan dari Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Kiprah putra pasangan KH Ahmad Soleh Hasyim dan Hj Siti Mursyidah ini, terasa nyata di persyarikatan Muhammadiyah. Ia seorang organisator yang rapi dan pendidik yang tekun. Jalan hidupnya ditempuh dalam ranah kerja manajerial dan pengkaderan.

Ia hadir dalam denyut organisasi. Di sisi lain ia menghindari popularitas, tetapi tidak pernah menolak amanah. Tercatat menjadi anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak 1975 dan terus dipercaya dalam berbagai peran: Sekretaris, Wakil Ketua hingga Sekretaris Umum.

Tahun 1964, bersama tokoh-tokoh seperti Mohamad Djazman Al-Kindi dan Sudibyo Markus, ia ikut meletakkan fondasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Menjadi Wakil Ketua IMM, lalu menjabat Sekretaris Jenderal DPP IMM.

Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah membidangi Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal serta Penasihat Khusus Presiden urusan Haji (2024-2029) mengatakan, sesepuh Muhammadiyah telah wafat. Jabatan terakhir almarhum sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah (2000-2005) di saat Ketua Umum dijabat Buya Prof A. Syafii Maarif.

Menurut Muhadjir, almarhum adalah sosok panutan. Sumber keteladanan dalam hal keikhlasan, kesederhanaan, ketulusan, totalitas dalam pengabdian dan laku asketis. “Almarhum adalah Administrator tekun yang cakap, berkemampuan ensiklopedis,” katanya.

Pada 30 Juli 2025, dalam usia 85 tahun lebih 3 hari, almarhum pergi menghadap Ilahi Rabbi. Meninggalkan tabungan amal shaleh yang tak ternilai, yang hanya Allah SWT yang dapat menghitungnya.

Menurut Muhadjir, beliau adalah salah satu sosok “mastermind” di balik kesuksesan Muktamar Muhammadiyah ke-45 yang dilaksanakan 3-8 Juli 2005 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.
“Ketika itu saya menjabat rektor sekaligus ketua pelaksana. Dari beliaulah bermula ide bahwa muktamar Muhammadiyah harus menggunakan dan diselenggarakan di fasilitas milik Muhammadiyah sendiri, saat itu dan menjadi semacam tradisi hingga saat ini,” ungkap Muhadjir.

Selamat jalan sang teladan… (*/fan)

Menarik dibaca

Pertemuan Ormas Islam dengan Presiden Prabowo di Hambalang: Haedar Nashir Tekankan Persatuan Bangsa

JAKARTA – Sebanyak 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di …