Zakat dan Fakta Sejarah di Indonesia

Kondisi umat islam saaat ini sangat memprihatinkan. Dalam percaturan internasional seakan – akan umat islam kehilangan taringnya. Kondisi ini sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari umat islam sendiri. Padahal, potensi zakat di Indonesia diatas kertas cukup luar biasa. Swcara matematis jika kesadaran berzakat telah tumbuh , maka akan kita dapatkan minimal angka 19 T per tahunnya. Ini sudah diasumsikan dengan pemasukan dari Infaq, shadaqah, dan sejenisnya. Namun kenyataannya saat ini terkumpul 250 M (menurut data pengumpulan zakat oleh lembaga baik BAZ dan LAZ) berarti hanya 1,5 % dana zakat yang terkumpul.

Angka kemiskinan dari hari ke hari grafiknya semakin naik. Angka saat ini sudah mencapai 150 juta orang. Memang masalah kemiskinan merupakan tanggung jawab negara. Melihat kondisi setidaknya dana Z.I.S dan sejenisnya itu bisa sangat berperan dalam membantu pemerintah untuk mengatasi berbagai problem sosial. Pertanyaan besarnya mengapa potensi zakat tidak bisa mencapai angka 50 % ? Kalau berbicara zakat, kita harus segera berbenah apalagi mengenai peran amil zakat adalah pengemban amanah pengelolaan zakat. Disinilah kita melihat peran sentral amil dalam pentasyarufan zakat, maka tujuh asnaf akan bisa difungsikan zakat itu kesejahteraannya kalau tidak memiliki profesionalisme jangan berharap tujuh asnaf merasakan manfaat dari zakat.\Sebagai langkah selanjutnya adalah dengan mmembenahi majerial amil, maka dibuat peraturan perundang – undangan tentang pengelolaan zakat, yaitu :

  1. Undang – undang nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat.
  2. Undang – undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.

Kesemua undang – undang tersebut merupakan landasan yuridis bagi pengelolaan zakat dilakukan oleh BAZ dan LAZ. Keberadaan undang – undang ini diharapkan bisa menuntun OPZ bisa lebih baik lagi hingga mendapat kerpercayaan dari masyarakat (Muzakki). Walaupun ada undang – undang ini pun pengumpulan maupun pentasyarufan dana zakat masih belum mampu memberikan pengaruh terlalu besar untuk terwujudnya kesejahteraan umat islam. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kepercayaan umat kepada lembaga pengelola (amil) zakat. Sebab, mereka belum merasa nyaman menyalurkan dana zakat ke lembaga yang di akui pemerintah. Hal kedua adalah melakukan reformasi lembaga pengelolaan zakat yang bisa dipercaya. Kepercayaan akan tumbuh bila transparansi dan akuntabilitas perlu dirumbuhkan.

2,5% adalah zakat
2,5% adalah zakat
Gambar Zakat dan Fakta Sejarah di Indonesia
LAZISMU
Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Ketua Lembaga : H.M. Arifin, A.Md.RO., SE, Lokasi Kantor : Lantai Dasar Bagian Depan (Ruko) Kantor PDM Kota Yogyakarta

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...