Untaian Dakwah KH. Ahmad Dahlan

Gambar Untaian Dakwah KH. Ahmad Dahlan
Saladin Albany, S.Pd, M.Pd
Pendidik SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Yogyakarta

Pengertian dakwah ini menandakan bahwa beliau mempunyai strategi dan cara dalam berdakwah dan ini patut di contoh oleh seluruh umat islam khususnya warga Muhammadiyah.

Konsep dakwah dalam buku ini tertuang pada pelajaran dan kelompok ayat :

1. Pelajaran kedua

Kebanyakan diantara para manusia berwatak angkuh dan takabbur, mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri.

Penjelasan konsep dakwah dalam pelajaran kedua ini dapat diamati oleh penjelasan  KRH. Hadjid yaitu : “Kyai Dahlan heran, mengapa para pemimpin agama dan yang tidak beragama itu selalu beranggapan mengambil keputusan sendiri-sendiri tanpa mengadakan pertemuan antar mereka, tidak mau bertukar fikiran, memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah? Hanya berdasar anggapan sendiri-sendiri saja, yang dsepakatkan dengan istrinya, dengan muridnya, temaan-teman dan gurunya sendiri saja. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi, marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain diluar golongan masing-masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar itu dan manakah sesungguhnya yang salah itu.

2. Pelajaran keenam

Kebanyakan pemimpin-pemimpin rakyat, belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah.

Konsep dakwah di sini menekankan perlunya ada rasa perjuangan yang tinggi terhadap umat, berusaha untuk mengorbankan segala apa yang di punyai guna keberlangsungan umat yang benar dan untuk kemakmuran umat. Inilah konsep dakwah yang bernama rela berkorban demi tegaknya kalimatullah tidak karena yang lain.

3. Pelajaran ketujuh

Pelajaran terbagi atas 2 bagian :

  • Belajar ilmu (pengetahuan atau teori)
  • Belajar Amal (mengerjakan, mempraktekan)

Dari 2 teori belajar diatas beliau menggambarkan bahwa dalam konsep berdakwah ada tahapan demi tahapan dan tingkatan demi tingkatan agar umat akhirnya tidak langsung menjadi manusia tak utuh. Artinya sebuah proses signifikansi komponen materi, metode, klasifikasi dan tingkatan dalam berdakwah harus selalu diterapkan agar hasil dalam kualitas manusia yang didakwahi bisa maksimal tanpa ada kebingungan arah dan batin.

4. Kelompok ke 5, surat at-Taubah ayat 34-35

Keterangan : “kita sebagai muslim hendaknya berbudi mulia, pemurah hati, dermawan, suka berbuat jasa, sabar hati pengampun-penyayang, belas kasihan, pemberani, pembela jalan Allah, menjunjung tinggi setinggi-tingginya kalimah Allah. Kita suka berkawan dan bekerja dengan siapapun dengan batas-batas menurut ajaran Islam. Cinta perdamaian dan persatuan dalam memegang kebenaran”.

5. Kelompok ke 8, surat al-Kahfi ayat 110

Keterangan : “berkata kyai Dahlan : sangat banyak orang yang meninggalkan amal sholeh seperti yang tersebut dalam Al-Qur’an karena mereka mementingkan beberapa kesenangan. Banyak juga umat Islam yang menjalankan amal shaleh tetapi mereka mementingkan amal yang sunah, tidak memperhatikan amal yang wajib. Seperti berjihad mengorbankan harta benda dan jiwa dalam fisabilillah. Mestinya wajib didahulukan yang wajib dari pada yang sunah. Dan juga orang beramal jihad tidak karena Allah. Amal Shaleh yang pokok timbul dari iman yang haqiqi dan rasa beribadah kepada Allah. Maka disini masih banyak diantara kita yang belum bangun jiwanya untuk mendapatkan hikmah ibadah ikhlas kepada Allah (masih seperti orang tidur).

Konsep dakwah yang tertanam dalam kelompok ke 8 ini adalah sebagaimana peringatan kyai dahlan : “menjadi kewajiban para ulama memberantas bid’ah dan wajib memberi tuntunan ‘aqoid, ibadah, akhlaq, adab menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan umat islam wajib menjaga diri dari pengaruh-pengaruh jahiliyah serta pengaruh-pengaruh barat (falsafah yang tidak percaya kepada tuhan) dan dari tingkah laku yang menyalahi/bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Marilah dengan bersungguh-sungguh berjihad kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

6. Kelompok ke 9, surat Yunus ayat 108

Kyai Dahlan berkata : “aku mengerti barang yang haq dan barang yang bathil seperti aku mengerti agama nasrani/kristen dan belajar agama nasrani dan mengerti agaman nasrani. Tetapi apabila aku tidak mengerjakan agama Nasrani, aku bukan orang nasrani. Demikian juga aku mengerti cara-cara mencuri, menipu, menindas, tetapi aku tidak menjalankan mencuri, menipu atau menindas, maka aku bukan pencuri, penipu dan penindas. Demikian juga aku mengerti agama Islam, mengerti amal shaleh, tetapi aku tidak mengerjakan agama Islam dan amal shaleh itu, aku tetap bukan orang Islam dan tetap bukan orang shaleh”.

Konsep dakwah disini adalah bahwa ketika kita sudah mengetahui dan meyakini tentang sebuah kebenaran, maka ikuti, kerjakan dan amalkan apa yang telah anggap engkau anggap benar. Dan disini konteks mengarah kepada benarnya agama Islam sebagai sebuah kebenaran Tuhan.

Konsep dakwah disini adalah bahwa ketika kita sudah mengetahui dan meyakini tentang sebuah kebenaran, maka ikuti, kerjakan dan amalkan apa yang telah anggap engkau anggap benar
Konsep dakwah disini adalah bahwa ketika kita sudah mengetahui dan meyakini tentang sebuah kebenaran, maka ikuti, kerjakan dan amalkan apa yang telah anggap engkau anggap benar (Sumber gambar : Klik disini)

7. Kelompok ke 10, surat al-Baqarah ayat 214

Konsep dakwah disini adalah keharusan memiliki keteguhan hati dan rasa istiqomah serta izzah yang tinggi dari berbagai rintangan yang dihadapi dalam menyebarkan ajaran Islam atau dalam berdakwah.

8. Kelompok ke 15, surat Shaf ayat 2-3

Keterangan konsep berdakwah disini adalah sebagaimana penjelasan dari KRH. Hadjid : “ kyai Dahlan terlebih dahulu mengakui kesalahan (menjadi ulama suu’), lalu bertaubat meninggalkan bid’ah seperti talkin di kuburan, meninggalkan membaca barjanji dengan memukul rebana, menolak hadiah-hadiah selamatan pada bulan sya’ban, menolak pemberian zakat fitrah dan seterusnya, lalu menerangkan kesalahan-kesalahanya. Kyai Dahlan mendahulukan beramal, mendirikan musholla, madrasah dan mengadakan pengajian-pengajian, dakwah, membela dengan harta dan jiwa untuk menegakan agama Islam. Kemudian setelah beramal terus memberi keterangan-keterangan lisan tentang kewajiban kita kepada Islam”.

Demikianlah konsep dakwah yang tertuang dalam beberapa pelajaran dan kelompok ayat. Ini menunjukan betapa cerdasnya kyai Dahlan dalam menjalankan misi dakwahnya, karena dalam berdakwah pun harus mempunyai prinsip dan strategi yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Bina Kader Majalah Mentari Bulan 6 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...