Tipu Muslihat : Halal dan Haram

Gambar Tipu Muslihat : Halal dan Haram
Margianto, S.Ag, MA
Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta, Korps Mubaligh Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Agama Islam telah memberikan aturan-aturan yang sangat jelas di dalam Al Qur’an dan hadis perihal halal dan haram. Sesuatu yang halal itu selalau mengandung fadlilah (keutamaan)  dan segala sesuatu yang haram itu mengandung kemudlaratan (tercela/buruk) . Kaedah ushul fiqh yang terkait masalah halal dan haram  adalah : Al ashlu fi al-asy -yai an nafi’ah al ibahah wa fi andharoh al haramah (Hukum asal sesuatu yang bermanfaat adalah boleh dan yang membahayakan adalah haram),

Dunia sekaang ini mengalami akselerasi perkembangan yang luar biasa. Orang menyebutnya sebagai era tehnologi dan globalisasi, dimana perilaku manusia lebih cenderung mengedapankan gaya hidup (lifestyle) yang glamor dan hedonis.  Cirri lain dari era sekarang ini adalah apa yang disebut dengan istilah The Boundles of The World  ( dunia tanpa batas), karena memang manusia semakin mudah menggapai semua hajat hidupnya dengan ekstra cepat sedangkan waktu dan jarak sudah tidak lagi menjadi tabir/penghalang. Bahkan komunikasi antar sesama manusia di belahan bumi manapun bisa dilakukan secara cepat dan mudah. Apa yang terjadi di luar kita langsung bisa kita saksikan dalam hitungan menit bahkan detik. Fenomena global yang paling menonjol di abad ini adalah disebut dengan istilah 3F (Food, fashion, Fun) yakni makanan, pakaian dan hiburan). Allah swt berfirman :

Gambar Tipu Muslihat : Halal dan Haram

Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah : 168).

Islam menganjurkan kepada umatnya  agar selalu berhati-hati dalam masalah yang dikonsumsi. Rasululloh saw. bersabda :” Barangsiapa yang membeli pakaian dengan sepuluh dirham, padahal didalam harganya (uang untuk  membeli) terdapat satu dirham saja yang haram, maka Allah tidak menerima shalatnya selama ia mengenakan pakaian itu.” (HR. At-Tirmidzi). Diriwayatkan pula bahwasanya suatu hari Saad pernah memohon kepada Rasulullah saw. agar memohonkan kepada Allah agar doanya dikabulkan.  “ Ya Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah agar doaku dapat diterima-Nya!” kata Saad kepada Rasulullah.  Rasulullah menjawab : ‘Wahai Saad, jika engkau bisa memilihara/menjaga makananmu tetap halal dan menghindari dari yang haram maka doamu akan dikabulkan Allah” (HR. Bukhari)

Islam menuntut umatnya untuk selalu memperhatikan masalah halal dan haram dalam segala hal baik menyangkut makanan , minuman ataupun perilaku. Budaya makan dan minum sudah mulai tercerabut dan hilang  dari nilai-nilai asasi yang seharusnya, yakni untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat biologis dalam rangka menjalani kehidupan di dunia. Makan  dan minum di era sekarang seolah menjadi global lifestyle yang telah menjadi bagian hidup manusia modern. Makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari  bukan lagi menjadi kebutuhan mendasar manusia namun telah menjadi gaya hidup sesorang yang akhirnya mengarah pada budaya konsumtifisme.

Tipu muslihat pertama kali yang dilakukan manusia dalam sejarah Islam adalah tipu muslihatnya orang Yahudi yang dikenal dengan peristiwa Ashabis Sabti. Islam mengecam orang Yahudi  karena mereka menghalalkan hal-hal yang diharamkan. Diriwayatkan oleh Abu Abdilah bin Battah bahwa Rasulullah saw. berkata : “Janganlah kalian melakukan dosa sebagaimana yang dilakukan orang-orang  Yahudi dan jangan menghalalkan hal-hal yang diharamkan Allah dengan tipu muslihat dan alasan sepele “. (HR. At-Tirmidzi).

Allah telah mengharamkan atas orang-orang Yahudi menangkap ikan di hari Sabtu. Orang Yahudi kemudian melakukan akal – akalan berupa tipu muslihat  agar dapat menangkap ikan-ikan tersebut. Mereka memasang tali, jaring dan perangkap serta menggali lubang ke arah tempat air yang sudah mereka buat untuk menampung ikan-ikan yang dihanyutkan oleh air laut. Sehingga kalau ikan-ikan itu sudah berada di dalam lubang itu, mereka tidak dapat keluar lagi untuk kembali ke laut.
Mereka pun memasangnya pada hari Jum’at. Ketika ikan-ikan datang dan terperangkap pada hari Sabtu, mereka menutup jalur menuju laut sehingga ikan-ikan itu terperangkap. Setelah lewat hari Sabtu, mereka mengambil ikan-ikan tersebut. Bagi orang-orang yang licik, hal semacam itu boleh-boleh saja. Namun menurut para ahli fiqh, itu haram hukumnya. Karena maksud dari larangan itu adalah menahan diri dari hasil tangkapan baik dengan cara langsung maupun tidak lansung. Oleh karena itulah Allah mengutuk orang-orang Yahudi. Allah swt. berfirman :

Gambar Tipu Muslihat : Halal dan Haram

Artinya: “Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.“ (Al-A’raaf : 163).

Beragam makanan  dan minuman  baik olahan tradisional maupun pabrik/industri  yang belum jelas status kehalalanya telah tersedia lengkap di era sekarang ini dan dengan mudah dapat kita dapatkan .  Pizza  hut, humburger, steak, sprite, fanta dan masih banyak lagi jenisnya hampir setiap hari dikonsumsi oleh jutaan umat Islam. Lebih parah lagi, kecenderungan mengkonsumsi makanan dan minuman didasarkan atas keinginan atau dalih/alasan untuk menambah kebugaran dan vitalitas serta stamina  bahkan untuk pengobatan, banyak orang yang mulai mengkonsumsi minuman bersuplemen seperti energy drink, capsul action, serta  makan berbagai daging hewan yang diharamkan seperti daging anjing, ular kobra, tikus, kala jengking, serta berbagai reptile dan binatang buas lainnya. Dengan  berdalih demi kelezatan rasa/penyedap rasa tidak jarang seseorang atau produsen makanan atau minuman mensiasati atau melakukan tipu muslihat   dengan cara mencapurkan barang yang diolahnya  dengan campuran yang di haramkan oleh agama. Isu yang paling ramai di bicarakan masyarakat  adalah campuran lemak babi kedalam berbagai jenis makanan. Bahkan dalam perkembanganya   campuran lemak babi ini meluas  bukan hanya pada  makanan saja tetapi sudah masuk pada produk kosmetik, obat-obatan bahkan sikat gigi, sabun mandi dan cuci.

Diantara tipu muslihat lainya yang terjadi pada masa sekarang   adalah menamakan sesuatu yang haram dengan nama lain yang terkesan halal, juga mengubah bentuk tanpa mengubah hakekatnya. Jelas bahwa perubahan nama tidak ada artinya sama sekali jika subtansinya tidak berubah, demikan pula dalam pengubahan bentuk jika hakekatnya tetap sama.  Riba yang dikemas dengan nama lain bunga dan menjadi salah satu bentuk  transaksi keuangan seperti sekarang ini hukumnya tetap haram, sehingga ulama menyatakan lembaga keuangan yang memakai sistem bunga hukumnya haram karena bunga bank termasuk riba. Banyak orang yang  menciptakan berbagai kemasan dalam rangka menghalalkan minuman keras/khamr sehingga terkesan minuman keras/khamr itu halal misalnya  khamr dirubah namanya menjadi energy drink, minuman bersuplemen dll.  Oleh karena itu sesungguhnya  riba dan khamr yang telah dikemas atau dirubah dalam bentuk lain itu hukumnya  tetap tidak berubah yakni haram. Rasulullah saw. mengatakan : “Sungguh akan ada segolongan dari umatku yang menghalalkan khamr, menamakanya dengan selain namanya” ( HR. Ahmad). Hadits lain mengatakan ; “ Akan datang suatu masa di mana orang-orang menghalalkan riba dengan diberi nama jual-beli” (HR. Bukhari).

Semoga kita terhindar dari  perilaku tipu muslihat dan senantiasa istiqomah melakukan apa yang Allah perintahkan.

Logo Halal MUI
Agama Islam telah memberikan aturan-aturan yang sangat jelas di dalam Al Qur’an dan hadis perihal halal dan haram.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...