PDMJOGJA.ORG – Sleman, Tidak selamanya individu mampu menjaga emosi, empati, fokus, dan terhindar dari tingkat stres serta bertahan dan mampu bersikap positif dalam menghadapi suatu pengalaman yang sangat traumatik.

Karena itu dibutuhkan sikap resiliensi agar individu mampu menjadi pribadi yang tangguh dan bersikap positif dalam menyikapi sebuah pengalaman yang sarat dengan nuansa traumatik sehingga individu bisa tetap survive dalam kondisi apapun.

Pentingnya resiliensi ini mendorong civitas akademika SD Muhammadiyah Sapen untuk memggelar workshop tentang resiliensi. Workshop dipandu oleh pakar pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Siti Irene Astuti Dwiningrum, M.Si. di Ruang Multimedia Lantai 3 Kompleks Perguruan SD Muhammadiyah Sapen, Sabtu, 12/5.

Irene menjelaskan resliensi ini penting baik bagi personal, lembaga maupun masyarakat. Ketiga komponen tersebut dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu beradaptasi dengan atmosfer yang selalu berubah-ubah dan sarat dengan kompetisi.

Workshop yang berlangsung sehari penuh berjalan sangat interaktif-partisipatif. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diminta untuk merumuskan sikap-sikap positif yang perlu disiapkan ketika mennghadapi kondisi yang penuh dengan tekanan dan bisa membuat individu menjadi trauma.

Para peserta dengan penuh antusias dan semangat mencari ilmu untuk meningkatkan kapasitas dirinya mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan. “Alhamdulillah hari ini kita mendapat ilmu baru yang belum kita ketahui sebelumnya, namun sangat penting dalam meningkatkan kapasitas diri”, ungkap salah seorang guru peserta workshop.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tolong masukkan komentar anda
Tolong masukkan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.