Tazkiyatun Nafs (Muara Pembersih Jiwa KH Ahmad Dahlan)

Gambar Tazkiyatun Nafs (Muara Pembersih Jiwa KH Ahmad Dahlan)
Saladin Albany, S.Pd, M.Pd
Pendidik SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Yogyakarta

Pengertian Tazkiyatun Nafs berikut ini adalah bagaimana seorang muslim setiap saat dan setiap waktu harus selalu menjaga keadaan hati dan jiwanya agar bersih dari kotoran dan noda. Dan kebersihan hati dan jiwa sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaan dan aktivitas yang dilakukan oleh seorang muslim dalam menjalani kehidupan sebagai hamba Allah. Konsep Tazkiyatun Nafs ini diambil dari Buku 7 Falsafah dan 17 kelompok ayat karangan KRH Hadjid, beberapa pelajaran dan ayat yang terdapat dalam buku tersebut mengandung nilai pembersihan jiwa sebagai bekal umat Islam dan terlebih lagi bagi warga persyarikatan Muhammadiyah.

Buku 7 Falsafah dan 17 kelompok ayat KHAD
Konsep Tazkiyatun Nafs ini diambil dari Buku 7 Falsafah dan 17 kelompok ayat karangan KRH Hadjid, beberapa pelajaran dan ayat yang terdapat dalam buku tersebut mengandung nilai pembersihan jiwa sebagai bekal umat Islam dan terlebih lagi bagi warga persyarikatan Muhammadiyah.

1. Pelajaran ketiga

“Manusia itu kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berualang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai, maka kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat, bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik itu dari sudut keyakinan atau i’tiqad, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah, mereka akan sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu adalah karena anggapannya bahwa apa yang dimilki adalah benar”.

Kyai Dahlan memberi peringatan kita semua akan bahaya tabiat. Iya kalau tabiat yang baik tapi kalau tabiat yang jelek maka perlu yang namanya pembersihan jiwa. Dan konsep tazkiyatun nafs yang terkandung dalam seluruh penjelasan pada pelajaran ini adalah “selalu memikirkan dan menyadari apa realita sekitar dan apa yang telah diperbuat baik diri sendiri maupun orang lain”.

2. Pelajaran kelima

Keterangan ini bisa dilihat dalam senandung Syair kyai Dahlan : “Dalam agamaku terang benderang bagi orang yang mendapatkan petunjuk, tetapi hawa nafsu (menuruti kesenangan merajalela dimana-mana. Kemudian menyebabkan akal manusia menjadi buta”.

Konsep tazkiyatun nafs yang terkandung adalah menjaga hawa nafsu agar senantiasa menjadi nafsul muthmainnah atau nafsu yang condong dan selalu mengarah kepada kebaikan dan ketenangan batin dan jiwa.

3. Kelompok ke 2, surat al-Fajr ayat 12-23

Keterangan dari kyai Dahlan : “apakah engkau berani membuang kebiasaan mencintai harta benda? beranikah engkau menjalankan agama Islam dengan sesungguh-sungguhnya, dengan menyerahkan harta bendamu, dirimu, dibawah perintah Allah? beranikah engkau mengorbankan harta bendamu kepada jalan Allah?apakah kamu tidak akan takut akan siksa Allah dihari Kiamat? Apakah engaku tidak fikirkan akibat yang menimpa pada dirimu?”.

Konsep tazkiyatun nafs di sini adalah dalam menjalankan agama harus ada rasa khauf, raja dan Mahabbah kepada Allah dan itu merupakan penyadaran diri pada aspek jiwa setiap orang muslim.

4. Kelompok ke 6, surat al-‘Ashr ayat 1-3

Dalam ayat ini kyai Dahlan menjelaskan tentang makna sebuah waktu. Dan waktu terkait erat dengan aktivitas manusia, sehingga penyadaran di sini adalah bagaimana waktu yang telah kita habiskan selama aktivitas kehidupan kita apakah sudah dilandasi oleh semangat lillahi ta’ala atau malah waktu terbuang percuma untuk aktivitas tak berguna.

Adapun penjelasan dari Kyai Hadjid : “semua yang kita kerjakan pada masa sekarang ini pasti akan memetik buahnya pada masa yang akan datang. Kita sekarang diberi waktu oleh Tuhan (waktu yang sangat banyak dan mahal harganya). Kita sekarang masih hidup, hendaklah dapat mempergunakanwaktu hidup ini untuk mencari kenikmatan yang sebesar-besarnya, yang melebihi dari kenikmatan yang ada paa binatang, sebab kita manusia mempunyai akal, demikian hendaklah kita mencari kenikmatan yang tidak terbatas yang kekal selama-lamanya yang tidak seperti kenikmatan yang ada pada binatang yang hanya sementara waktu yang sangat terbatas, sebab kita manusia mempunyai ruh yang sangat mulia lagi luhur, tidak seperti binatang”.

Konsep tazkiyatun nafs disini adalah menyadari waktu yang telah dihabiskan karena manusia masih mempunyai waktu abadi kelak yakni Akhirat.

5. Kelompok ke 12, surat al-An’am ayat 162-163

Memahami dua pertanyaan dari kyai Dahlan : (1) Apakah saudara-saudara sudah mengerti benar tentang arti Islam dan apakah arti Islam yang sebenar-benarnya? (2) Apakah saudara-saudara ini senang dan berani menjalankan Islam dengan sesungguhnya?

Konsep tazkiyatun nafs disini adalah bagaimana rasa beragama kita apakah jiwa kita sudah tertambat pada ajaran Islam ini sehingga dapat menjalankan agama dengan jiwa yang bersih tidak terkotori oleh noda kemaksiatan.

6. Kelompok ke 16, surat at-Tahrim ayat 6

Penjelasan : maka sesungguhnya kebanyakan manusia itu sering lupa akan dirinya sendiri (tidak menjaga diri) dari siksa neraka. Apa sebabnya? Karena mereka terpengaruh kesenangan duniawi dan sangat lupa akan keadaan hari akhir.

Konsep tazkiyatun nafs : “Menyadari akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari segala bentuk kemaksiatan dan selalu bertafakur akan keadaan dunia yang hanya sementara”.

7. Kelompok ke 17, surat al-Hadid ayat 16

Penjelasan : “apakah belum waktunya?apa yang kita tunggu lagi? Lekaslah ingat kepada Allah, khusyuk dengan sesungguh-sungguhnya dan kembalilah menjalankan Islam seperti zaman Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya sewaktu ada di makkah dan di madinah. Pikirkanlah dengan sungguh-sungguh bahwa proklamasi kemerdekaan tidak cukup dengan kata merdeka, merdeka. Akan tetapi seterusnya mengikuti perjuangan, pembelaan, pengorbanan sampai penderitaan. Tidak cukup diucapkan di atas menara azan. Ilham kalau tidak cepat-cepat diikuti dengan perjuangan berjihad pembelaan dan pengorbanan”.

Konsep tazkiyatun nafs yang tertuang dalam kelompok terakhir ini adalah mari selalu bermuhasabah tentang keadaan kita sebagai hamba Allah yang mempunyai kewajiban menyebarkan agama Allah dan selanjutnya mari bersama-sama membangun aksi untuk kesejahteraan umat manusia.

Demikian pemaparan dari konsep tazkiyatun nafs yang terdapat di buku ini, hal yang sudah semestinya bagi setiap orang muslim adalah senantiasa membersihkan jiwa dari segala penyakit hati yang menyerang, agar dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi sesuai dengan apa yang digariskan oleh Allah dan dilandasi dengan jiwa yang bersih.Tak lupa sebagaiwarga persyarikatan Muhammadiyah hendaknya selalu menjalankan aktivitas kehidupan dengan hati dan jiwa yang bersih, selalu berusaha bertazkiyatun nafs dalam setiap nafas gerakan bermuhammadiyah.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Bina Kader Majalah Mentari Bulan 10 Tahun 2018, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...