Tahfidzisasi Sekolah Muhammadiyah

Kesadaran mengajarkan tahfidz al-Quran pada anak- anak kini tengah booming sedemikian dahsyat. Tumbuhnya minat tersebut dapat kita saksikan dengan munculnya berbagai program tahfidz di Sekolah Dasar Islam, khususnya sekolah Islam terpadu atau sejenisnya yang menerapkan program full day. Program ini juga diminati oleh kalangan dewasa dengan munculnya kelompok- kelompok pengajian yang khusus meningkatkan kemampuan hafalan al Quran. Arus ini semakin kuat manakala industri media juga menyambutnya dengan berbagai program televisi reality show kompetisi tahfidz al Quran anak- anak.

Sejauh tidak terlepas dari substansi belajar al Quran, gelora menghafal al Quran ini dapat kita anggap sebagai meningkatnya kesadaran relijiusitas masyarakat Indonesia. Justru, perkembangan ini harus kita semai dengan program- program pendukung yang mengarahkan pada pemahaman dan penghayatan al Quran yang semakin dalam. Harapanya, tingginya minat terhadap hafalan al Quran ini berbanding lurus dengan semakin baiknya perilaku sosial kita dalam kehidupan sehari- hari.

Untuk menuju kesana, dibutuhkan peran institusi pendidikan formal dalam menyempurnakan program tahfidz al Quran dengan program- program pendukungnya. Dengan demikian, evaluasi terhadap kontribusi peran program tahfidz al Quran terhadap perilaku dan prestasi anak- anak benar- benar harus mampu menunjukkan bukti dan data yang akurat. Hal ini perlu dilakukan mengingat tujuan pendidikan nasional tidak terlepas dari terciptanya generasi bangsa yang berakhlak mulia.

Upaya LPP (Lembaga Pengembangan Pesantren) PDM Kota Yogyakarta yang menargetkan program tahfidz al Quran di semua sekolah Muhammadiyah patut kita apresiasi. Pertama, gagasan ini menunjukkan itikad positif Muhammadiyah Yogyakarta dalam upaya ikut meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini sangat penting karena program pengembangan diri seperti ini sangat membutuhkan political will dari seluruh stake holder pendidikan. Dengan program tersebut, dukungan dari pihak lain sudah tentu akan semakin solid dan kuat. Kedua, program ini akan menjadi ciri khas pendidikan di Muhammadiyah. Pasalnya, walau penerapan program tahfidz bukanlah hal baru, tetapi menerapkan program tahfidz al Quran di semua sekolah akan memperkuat positioning brand sekolah Muhammadiyah di kota Yogyakarta. Tentu hal ini harus dibuktikan dengan efektifitas jalannya program tersebut.

Al Qur`an
Sejauh tidak terlepas dari substansi belajar al Quran, gelora menghafal al Quran ini dapat kita anggap sebagai meningkatnya kesadaran relijiusitas masyarakat Indonesia (Sumber gambar : klik disini)

Terlepas dari itu semua, pendidikan Muhammadiyah harus memastikan efektifitas dari jalannya program tersebut. Program tahfidz al Quran tidak boleh menjadi sekadar agenda rutinitas, apalagi berjalan sekadarnya. Tahap awal, yakni piloting project harus mampu melahirkan sistem, metode, dan target yang dapat diadaptasi oleh semua sekolah Muhammadiyah. Tentunya harus mempertimbangkan kapasitas dari sekolah masing- masing. Tidak kalah pentingnya, kebijakan yang bersifat massif harus mengindahkan sisi target substansial. Problem perilaku siswa Muhammadiyah, khususnya SMP dan SMA, harus menjadi bagian dari sasaran yang diprioritaskan. Peningkatan spiritualitas dari program tahfidz al Quran ini harus nyata dirasakan.

Berpijak pada realitas tradisi tahfidz al Quran di Muhammadiyah, barangkali catatan yang harus diperhatikan adalah sisi SDM. Harus kita akui, tradisi tahfidz al Quran baru tumbuh belum cukup lama. Kenyataan ini tentu dapat kita saksikan dengan masih sulitnya mendapatkan kader tulen yang memiliki kualifikasi tahfidz al Quran yang mumpuni. Tingginya kebutuhan akan pengampu tahfidz al Quran oleh seorang hafidz sangat belum mampu kita penuhi. Belum lagi kita bicara tentang kualifikasi hafidz al Quran yang sesuai dengan standard yang diinginkan persyarikatan Muhammadiyah.

Menata jalan bagi program tahfidzisasi sekolah Muhammadiyah masih menuntut persiapan panjang. Mengingkat kebutuhan mendasar dalam banyak hal, kiranya, program ini tidak dapat diaplikasikan sekadarnya dalam waktu singkat. Infrastruktur dan suprastruktur harus dipastikan terlebih dahulu agar program ini tidak justru menjadi beban dan justru mengganggu proses belajar yang berujung pada capaian prestasi para siswa. Allahu ‘Alam.


Daftar Laporan Khusus “Tahfidzisasi Sekolah Muhammadiyah“.

Reporter : Fuad Hasyim

Liputan ini pernah dimuat di Rubrik Fokus Majalah Mentari Bulan 3 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Tahfidzisasi Sekolah Muhammadiyah
Fuad Hasyim, S.S, M.A
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Yogyakarta, Dosen Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia, Pimpinan Redaksi Majalah Mentari

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...