Ta’abbudi, Pesan Penghambaan Kepada Allah SWT dari KH. Ahmad Dahlan

Gambar Ta’abbudi, Pesan Penghambaan Kepada Allah SWT dari KH. Ahmad Dahlan
Saladin Albany, S.Pd, M.Pd
Pendidik SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Yogyakarta

Pengertian konsep ibadah ini memahamkan kita bahwa ada sebuah Pesan penghambaan kepada Allah dalam beragama yang setiap individu harus menyadari dan meyakini tentang konsep ibadah ini. dan poin konsep ibadah yang paling penting adalah meyakini makna Syahadatain. Diambil dari buku berjudul 7 falsafah dan 17 kelompok ayat Al-Qur’an karangan KRH. Hadjid.

Konsep ibadah dalam buku ini tertuang pada pelajaran dan kelompok ayat ke :

A. Pelajaran pertama

Diawali dari fatwa beliau yang berbunyi “kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh : sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraankah?”

Beliau menekankan sebagai seorang hamba Allah harus selalu menyadari dan meyakini bahwa Allah menyediakan alam yang sebenar-benarnya alam dan disanalah tempat kita kembali. Ini sebuah konsep ibadah yang sangat mendasar tentang arti dari mana hidup dan mau kemana.

B. Pelajaran ke empat

“Manusia perlu di golongkan  menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mempergunakan akal fikiranya, untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju? Manusia harus mempergunakan akal fikiranya untuk mengoreksi soal i’tikad dan kepercayaanya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Karena kalau hidup didunia hanya sekali sampai sesat, akibatnya akan celaka dan sengsara selama-lamanya”

Konsep ibadah dalam buku ini tertuang pada buku berjudul 7 falsafah dan 17 kelompok ayat Al-Qur’an karangan KRH. Hadjid
Konsep ibadah dalam buku ini tertuang pada buku berjudul 7 falsafah dan 17 kelompok ayat Al-Qur’an karangan KRH. Hadjid (Sumber gambar : klik disini)

Dari tulisan diatas konsep ibadah yang tertuang adalah bagaimana meyakini bahwa ada Allah yang maha segalanya,dan  manusia harus selalu memikirkan bagaimana sikap beragama yang benar agar tidak sampai mengikuti jalan yang sesat.

C. Kelompok ke 1, surat Al-Jatsiyah ayat 23

Ayat ini sepintas membicarakan masalah penyucian jiwa, tetapi KH. Ahmad Dahlan dalam penjelasanya menekankan bahwa setiap muslim harus selalu menyerahkan rasa beragama dan bertuhanya hanya kepada Allah. Bukan dengan yang lain yaitu hawa nafsu.

D. Kelompok ke 4, surat ar- Rum ayat 30

Penjelasan ini dapat dilihat dari keterangan KRH. Hadjid : Menurut kyai Dahlan, orang beragama ialah orang yang jiwanya menghadap kepada Allah dan berpaling dari lainya. Bersih tidak dipengaruhi oleh lain-lainya, hanya tertuju kepada Allah, tidak tertawan oleh kebendaan dan harta benda. Sikap ini dapat dibuktikan dan dilihat dengan kesadaran menyerahkan harta benda dan dirinya hanya kepada Allah”.

Berdasarkan keterangan diatas kyai dahlan memahamkan pada diri kita semua, bahwa konsep ibadah salah satunya ialah tawakal dan Taqwa.

E. Kelompok ke 7, surat Al-Ankabut ayat 1-3

Judul ayat ke 7 ini adalah iman atau kepercayaan. Pembahasan ini tentang bagaimana keimanan kita pasti akan diuji oleh Allah agar menjadi mukmin yang sebenarnya dan melakukan segala aktivitas dengan hati yang hanya untuk mencari keridhoan Allah. Terakhir beliau menjelaskan bahwa harus selalu menjaga iman dalam segala hal, inilah konsep ibadah yang disampaikan Kh. Ahmad Dahlan untuk ayat ini.

F. Kelompok ke 11, surat Ali Imran ayat 142

Beliau menekankan dalam ayat ini bahwa harus selalu bersungguh-sungguh dalam bekerja dan berkeinginan agar bisa berhasil dunia dan akhirat. Ini sebuah konsep ibadah yang memaknai bahwa semua yang berkeinginan bahagia dunia akhirat pasti akan menjalani jalan terjal dan hanya dengan rasa berjihad atau bersungguh-sungguh yakin kepada Allah akan bisa melewati itulah yang harus ditanamkan dan harus di yakini.

G. Kelompok ke 14, surat Al-Qari’ah ayat 6-11

Konsep ibadah dalam ayat ini seperti penjelasan terakhir beliau yaitu : “menurut kyai Dahlan ialah perbandingan antara : karena Allah dan karena hawa nafsu. Artinya apabila selama hidupnya terdapat lebih amal sholehnya karena Allah, maka ia termasuk berat timbanganya (kebaikanya) yang akan hidup puas di surga. Sebaliknya yang selama hidupnya banyak amal yang menuruti hawa nafsunya, maka ia termasuk ringan timbanganya (sedikit kebaikanya) dan ia akan masuk Neraka”.

Demikian itu telaah konsep ibadah dari isi buku ini. dengan mengetahui konsep ibadah ini diharapkan dapat memahami bagaimana begitu teguhnya iman dan penghambaan seorang KH. Ahmad Dahlan kepada Allah.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Bina Kader Majalah Mentari Bulan 5 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...