System Full Day School, Siapa Takut ?

PENULIS Machdar R. Dahuri, M.Pd.I (Guru SD Muh. Pakel)

Beberapa hari ini banyak media sosial memberitakan pro-kontra mengenai wacana System Full Day School yang sampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy. Jadi anak selama seharian penuh berada di sekolah dari pagi sampai sore hari. Tujuannya tidak lain adalah agar terbentuk karakter siswa sedini mungkin. Di samping itu, diharapkan dengan pulang sore anak-anak terhindar dari perbuatan negatif oleh lingkungan sekitar maupun media sosial di era digital, jika tidak dipantau penuh dari orang tua.

“Dengan System Full Day School ini secara perlahan dan bertahap akan terbangun karakternya sehingga anak tidak menjadi liar di luar lingkungan sekolah saat orang tua mereka belum pulang kerja” kata Mendikbud di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada hari Minggu (7/8/2016.Tribunnews.com).

Jika Full Day School ini benar-benar ingin dilaksanakan dengan payung hukum yang jelas, maka perlu sosialisasi yang intensif serta merangkul semua pihak untuk berdiskusi secara komprehensif, sehingga ditemukan formula terbaik. Sebab tidak semua sekolah secara serta-merta mampu melaksanakan program yang diwacanakan oleh Mendikbud tersebut.

Pro-kontra mengenai System Full Day School tersebut ada, karena muncul kekhawatiran dari sebagian masyarakat yang menganggap anak akan terkekang dan tidak mengenal lingkungan sekitar rumah. Anak pulang sekolah sudah sore dalam keadaan capek. Di sebagian tempat lain muncul kekhawatiran lembaga non-formal akan sepi peminat.

Sebenarnya telah banyak Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama yang telah menerapkan System Full Day tersebut. Sejauh ini ternyata tidak ada masalah, justru mampu memberikan solusi terbaik bagi sebagian orang tua yang sibuk bekerja. Sekolah-sekolah yang telah menjalankan System Full Day School terbukti semakin berkembang pesat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Contoh saja SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta adalah satu-satunya sekolah dasar Muhammadiyah di kota Yogyakarta yang menerapkan System Full Day School sejak tahun 1997. Selama ini belum pernah mengalami masalah yang mendasar, apalagi sampai menimbulkan stres bagi anak. Justru sekolah tersebut tetap mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain untuk meraih juara akademik maupun non-akademik. Jumlah siswa yang sekarang ini mencapai 465 anak menunjukkan adanya antusiasme dari para orang tua.

Sekolah tersebut selama ini telah melakukan pembelajaran mulai dari Senin-Sabtu dengan waktu pembelajaran kelas 1 dan 2 mulai pukul 06:45 s/d 12:30 WIB. Sedangkan Kelas 3 s/d 6 mulai pukul 06:45 s/d 15:30 WIB. Di samping memberlakukan kurikulum nasional, sekolah tersebut juga menerapkan kurikulum Muhammadiyah dan kurikulum sekolah yang di kenal dengan ‘Program Plus’, diantaranya adalah:

  1. Program Qiro’ah Wa Kitabah kelas 1 harus selesai Iqra’ Jilid 6.
  2. Program Tahfidz wisuda Juz 30 pada kelas 3 sehingga kelas 6 target minimal hafal 2 juz.
  3. Tahsin (Pembagusan bacaan Al Qur’an).
  4. Tarjamah Qur’an dan Do’a.
  5. Bahasa Arab dan Inggris dasar.
  6. Tehnik Informatika Komputer.
  7. Hizbul Wathan (Kepramukaan)
  8. Tapak Suci (Pencak Silat)

Dengan menerapkan System Full Day tersebut maka program pembiasan dan pembinaan dapat dilakukan secara intensif sejak dini, seperti: pembiasaan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun), pembiasaan sholat sunnah Dhuha, Dhuhur dan Ashar di masjid sekolah, pembiasan kultum dari siswa setelah Jama’ah Dhuhur, pembiasaan infaq Jum’at, pembiasaan bekerjasama saat makan snack dan makan siang, pembiasaan kemandirian melalui kegiatan Mabit (meninap di sekolah sebulan sekali), dan lain-lain.

Agar anak tidak jenuh dengan berbagai kegiatan sehari-hari di sekolah maka diadakan kegiatan penunjang berupa Ekstra Kurikuler dengan banyak pilihan diantaranya; Drumband, Sepak Bola, Robotika, Sains Club, Musik, Tari, Seni Baca Al Qur’an, Kaligrafi, Lukis, Batik dan Renang.

Sebenarnya bagi sebagian kecil sekolahan yang sudah menerapkan System Full Day School menyambut bahagia dengan wacana yang dilontarkan oleh Mendikbud tersebut. Namun perlu kiranya diberikan keleluasaan bagi setiap sekolah untuk mengembangkan potensi anak sesuai kultur setempat, serta Sumber Daya Manusia dan sumber Dana harus dipersiapkan secara matang terlebih dahulu. Sejauh ini System Full Day School cocok untuk kawasan perkotaan yang notabene banyak orang tua sibuk bekerja.

Dan perlu kiranya sekolah-sekolah yang selama ini sudah menerapkan System Full Day School dimotivasi dan didukung penuh agar mampu menunjukkan prestasinya baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sehingga, masyarakat luas semakin yakin bahwa System Full Day School adalah pilihan bijak bagi orangtua untuk masa depan anak-anaknya.

SD Muh Pakel
SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta adalah satu-satunya sekolah dasar Muhammadiyah di kota Yogyakarta yang menerapkan System Full Day School sejak tahun 1997 (Sumber gambar : FB SD Muhammadiyah Pakel)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Opini Majalah Mentari Bulan 9 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar System Full Day School, Siapa Takut ?
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...