Supervisi Manajerial bagi Organisasi Masyarakat

Gambar Supervisi Manajerial bagi Organisasi Masyarakat
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Perlukah melakukan supervisi bagi organisasi yang berbasis masyarakat?  Karena dalam benak kita, bahwa organisasi masyarakat lebih melekat dengan kondisi : hanya mengisi waktu luang, administrasi seadanya, kurang menghargai prestasi, yang penting ikhlas. Apakah dengan kondisi seperti itu, organisasi dijalankan dengan seadanya?

Di beberapa daerah tertentu dan kesempatan tertentu bisa jadi sebuah organisasi berjalan seadanya. Karena situasi lingkungan masyarakat belum memungkinkan. Namun, bagi sebuah organisasi yang memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat tentu saja tidak. Bahkan organisasi itu digerakkan bak sebuah perusahaan yang bonafit. Sistem kerjanya terencana, memiliki capaian satuan yang terukur, akuntansinya selevel bank yang sehat.

Pengelolaan organisasi tersebut mesti ditangani dengan sistim manajerial yang tepat. Bagian demi bagian berdiri sendiri tapi masih dalam jaringan yang kuat. Sumber daya manusianya pilihan, sistim informasinya cepat dan tepat, sumber dananya lebih dari cukup kalau hanya untuk menggerakkan roda organisasi.

Bagi Muhammadiyah kata majerial sudah tidak asing lagi. Pengelolaan organisasinya relatif tertata. Kata orang, Muhammadiyah masih menjadi organisasi terbaik diantara kelasnya. Manajemen yang dijalankan oleh Muhammadiyah telah diklaim seperti sebuah perusahaan. Apakah pernyataan ini benar? Marilah kita uji dengan beberapa indikator dalam bidang supervisi manajerial sebuah organisasi.

Supervisi manajerial dilakukan agar pengelolaan organisasi dapat berjalan efektif dan efisien. Sasaran yang hendak dicapai oleh pengawas (supervisor) adalah peningkatan mutu di segala lini dalam organisasi. Maka, semua aspek yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam organisasi dinilai sesuai dengan target yang telah dicanangkan.

Supervisi itu sendiri sebenarnya adalah usaha pemberian bantuan dari pengawas kepada pengelola organisasi dalam rangka pembinaan, penilaian, bimbingan, hasil laporan kegiatan. Kegiatan pengawas hanya menitik beratkan bahwa semua aktifitas organisasi berjalan tanpa ikut campur dalam teknis pelaksanaannya.

Mengembangkan organisasi, apalagi organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah diperlukan kearifan. Karena dalam strukturnya tidak ada istilah pejabat eselon. Di Muhammadiyah hanya dikenal pembagian tugas. Tingkatan dalam pimpinan juga hanya pembagian tugas. Antar pimpinan memiliki rasa kebersamaan dan keseimbangan. Oleh karena itu prinsip antara supervisor dan pengelola organisasi adalah kesetaraan, diantaranya :

Pertama, Obyektif

Dalam menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi keberhasilan program harus obyektif. Obyektifitas ini berdasarkan kebutuhan nyata organisasi. Penentuan ukuran dan rentang penilaian sudah harus disosialisasikan sebelumnya. Sehingga, ibarat orang yang akan bertanding sudah mengetahui tata cara aturan berkompetisi. Satuan butir untuk pengukuran penilaian juga sesuai dengan kondisi organisasi. skala penilaian dibuat berimbang.

Indikator dan rentang nilai sebaiknya menggunakan kata kerja atau kalimat yang dapat diukur keberhasilannya. Sarana penilaian ini penting agar siapapun yang memantau kegiatan akan terhindar dari rasa subyektifitas. Organisasinyapun dalam melaksanakan program tidak akan menyimpang dari yang telah digariskan.

Kedua, Demokratis

Supervisor harus menjunjung tinggi azas musyawarah. Rasa kekeluargaan yang kuat sebagai sesama aktifis. Sanggup menerima pendapat orang lain. Sebab dalam kenyataannya, banyak dijumpai antara program dengan realitas di lapangan berbeda. Pengawas yang berangkat dari idealisme, harus menerima kenyataan bahwa tidak semua program dapat terlaksana dengan baik. Justru disinilah akan muncul fenomena temuan baru yang sangat bermanfaat untuk evaluasi organisasi. Titik berat yang dilakukan oleh supervisi yang demokrasi adalah aktif dan kooperatif.

Ketiga, Fokus dalam proses

Menghargai proses adalah perlakuan yang bijaksana. Menilai sebuah proses adalah aktifitas yang mesti dilakukan oleh pengawas. Ibarat membangun sebuah rumah, seorang pengawas akan menilai bagaimana sebuah pondasi dibuat, tiang ditancapkan, sistim saluran air dibuat. Setiap bagian-bagian pekerjaan dilihat dengan seksama dan dibetulkan bila ada kesalahan agar tidak terjadi kesalahan fatal kelak di kemudian hari. Proses memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Namun itulah cara untuk mendapatkan produk yang terbaik.

Keempat, Komunikasi yang harmonis

Kegiatan supervisi harus mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis. Proses interaksi ini terletak pada komunikasi. Banyak kita jumpai jenis-jenis komunikasi, apa lagi dalam era modern ini. Penting untuk diingat bahwa apapun jenis komunikasi, yang diperlukan adalah isi pesan dapat diketahui oleh orang lain. Kalimat tidak mengandung tafsir yang ganda apalagi kontradiksi.

Supervisor yang efektif mampu memanfaatkan saluran komunikasi yang baik. Biaya dapat ditekan seminimal mungkin, sifatnya masal, dan dalam hitungan detik. Tanpa mengurangi esensi supervisi, pengawas harus mampu membuat trik-trik komunikasi.

Kelima, Konstruktif dan Kreatif

Supervisi bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan untuk membina agar orang lain memiliki rasa inisiatif untuk melakukan lebih baik. Pengawas mampu mendorong agar organisasi dapat melakukan fungsinya lebih sempurna. Diperlukan sikap konstruktif dan kreatif, bukan hanya dari pengawas namun juga orang yang mengendarai sebuah organisasi. sikap kreatifitas diperlukan agar kebijakan organisasi senantiasa selalu terbarukan.

Pengelolaan organisasi tersebut mesti ditangani dengan sistim manajerial yang tepat
Pengelolaan organisasi tersebut mesti ditangani dengan sistim manajerial yang tepat (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 3 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait