Strategi Perjuangan Muhammadiyah (2)

I. Komponen Strategi

Muhammadiyah sebagai Genakan Islam memiliki landasan dan missi, asas dan tu­juan yang untuk melaksanakan gerakannya dihadapkan pada realitas masyarakat dengan berbagai tantangan dan permasalahanya tersendiri. Karena itu strategi perjuangan Muhammadiyah senantiasa mempertimbangkan dan diikat oleh faktor-faktor tersebut yang dapat dikatakan sebagai komponen dari strategi itu sendiri.

Dengan demikian komponen dari strategi perjuangan Muhammadiyah adalah:

  1. Ajaran Islam. Ajaran Islam yang bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah adalah landasan dan misi dari Gerakan Muhammadiyah (Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muham­madiyah).
  2. Muhammadiyah, yakni Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan Dakwah: amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah adalah Persyarikatan untuk menggerakkan dan mewujudkan Ajaran Islam tersebut (Ang­garan Dasar Muhammadiyah Bab I, pasal 1.).
  3. Pancasila. Pancasila adalah asas gerakan Muhammadiyah dimana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala (Anggaran Dasar Muham­madiyah Bab II, pasal 2, Serta penjelasnya Hasil Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta tentang Perubahan Anggaran Dasar point. I bagian B.)
  4. Realitas Masyarakat. Realitas masyarakat yang dimaksudkan adalah realitas masyarakat yang dihadapi oleh Muharnmadiyah yaitu kondisi dan situasi yang mengitari Muhammadiyah di tingkat Global, Nasional, Ummat Islam, dan kondisi Muhammadiyah sendiri dengan segenap permasalahan dan tantangannya.
  5. Maksud dan Tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wata’ala (Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab II pasal 3).
  6. Proses, yakni langkah-langkah dari strategi perjuangan Muhammadiyah untuk mengemban misi dan tujuannya. Dalam melaksanakan langkah-langkah, tersebut, strategi perjuangan Muhammadiyah perlu memperhitungkan kekuatan, kelemahan, hambatan, dan tantangan.
  7. Sasaran, yakni obyek yang menjadi lahan garap dari setrategi perjuangan Muhammadiyah meliputi unit keluarga, masyarakat, dan di level sistem nasional/makro.

II. Tujuan dan Pokok Kebijakan Strategi

Muhammadiyah memiliki maksud dan tujuan serta usaha-usaha untuk mewujud­kan-maksud dan tujuan tersebut. Maka strategi:

  1. Maksud dan tujuan Persyarikatan yang menjadi tugas pokok strategi perjuangan Muhammadiyah untuk mensiasati dan mewujudkannya adalah “menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wata’ala Ke arah pencapaian maksud dan tujuan Persyarikatan itulah sasaran strategi perjuangan Muhammadiyah ditujukan.
  2. Adapun usaha-usaha Persyarikatan untuk mencapai maksud dan tujuan Muhammadiyah tidak lain merupakan pokok kebijakan dari strategi perjuangan Muham­madiyah yang operasionalisasinya dilaksanakan melalui langkah-langkah kebijakan dan  program Muhammadiyah. Usaha-usaha Persyarikatan untuk mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah sebagai berikut :
    1. Mempergiat dan memperdalam penyelidikan ilmu agama Islam untuk menda­patkan kemurnian dan kebenarannya.
    2. Memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah Serta memper­tinggi akhlaq,
    3. Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan serta memperluas ilmu pengetahuan, teknologi, dan penelitian menurut tuntunan Islam.
    4. Mempergiat dan menggembirakan tabligh.
    5. Menggembirakan dan membimbing masyarakat untuk membangun dan meme­lihara ibadah dan wakaf.
    6. Meningkatkan harkat dan martabat kaum wanita menurut tuntunan Islam.
    7. Membina dan menggerakkan angkatan muda sehingga menjadi manusia muslim yang berjasa bagi agama, nusa, dan bangsa.
    8. Membimbing masyarakat ke arah perbaikan kehidupan dan penghidupan eko­nomi dengan ajaran Islam dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya.
    9. Menggerakkan dan menghidup-suburkan amal tolong-menolong dalam ke­bajikan dan taqwa dalam bidang kesehatan, sosial, pengembangan masyarakat dan keluarga sejahtera.
    10. Menananamkan kesadaran agar tuntunan dan peraturan Islam diamalkan dalam masyarakat.
    11. Menumbuhkan dan meningkatkan kekeluargaan Muhammadiyah dan ukhuwah Islamiyah.
    12. Memantapkan kesatuan dan persatuan bangsa dan peranserta dalam pem­bangunan nasional.
    13. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Persyarikatan.

III. Tahapan dan Sasaran Bidang Strategi

a. Tahapan Strategi

Strategi perjuangan Muhammadiyah dilaksanakan melalui tahapan-tahapan. Tahapan-tahapan strategi perjuangan Muhammadiyah tersebut dikaitkan langsung dengan strategi jangka panjang (25 tahun) kebijakan dan program Muhammadiyah sebagaimana hasil Muktamar Muhammadiyah ke-42 tahun 1990 di Yogyakarta.

Tahapan-tahapan strategi perjuangan jangka panjang tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pemantapan dan peningkatan Konsolidasi Gerakan, yaitu berupa pemantapan gerak dan idealisme/cita-cita Muhammadiyah.
  2. Pemantapan dan peningkatan Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam dengan memperluas sasaran dan jaringan dakwah.
  3. Pemantapan dan peningkatan kualitas Gerakan Dakwah Serta peranserta aktif Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa.
  4. Pernantapan dan peningkatan kekuatan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan Gerakan Dakwah dalam berbagai bidang kehidupan ummat, masyarakat, bangsa, dan
  5. Pemantapan dan peningkatan gerakan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan Gerakan Dakwah dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah.

Pelaksanaan strategi melalui pentahapan tersebut dilakukan perlima tahun yang di­sertai penentuan kebijakan-kebijakan operasional dengan selalu memperkokoh/me­mantapkan dan meningkatkan konsolidasi gerakan sebagai faktor kekuatan internal dalam melaksanakan fungsi gerakan yang bersifat ke luar/ eksternal.

b. Sasaran Bidang Strategi

Sasaran bidang strategi adalah aspek-aspek operasional yang harus ditempuh oleh strategi perjuangan Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya. Berdasar pada pola dasar dan teori Khittah Perjuangan Muhammadiyah maka dirumuskan sasaran bidang strategi perjuangan Muhammadiyah  meliputi strategi ke dalam berupa strategi ke­lembagaan dan strategi yang bersifat ke luar berupa strategi kemasyarakatan. Baik untuk pelaksanaan strategi kelembagaan maupun strategi kemasyarakatan, keduanya secara umum dioperasionalisasikan dalam bentuk program persyarikatam sebagai­mana hasil Muktamar.

c. Strategi Kelembagaan

Strategi Kelembagaan adalah merupakan strategi perjuangan Mumm­madiyah yang bersifat strategi ke dalam yang bentuknya yang lazim berupa Strategi Konsolidasi Gerakan. Strategi jenis ini merupakan faktor penting bagi tcrlaksananya strategi ke luar, sebab tidak mungkin Muhammadiyah dapat mela­kukan peran dan fungsinya secara efektif ke luar apabila keadaan di dalam dirinya tidak kokoh.

Adapun operasionalisasi dari strategi kelembagaan untuk mencapai tujuan strategi perjuangan Muhammadiyah diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan pro­gram sebagai berikut:

  1. Program Konsolidasi Organisasi.
  2. Program Kaderisasi dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah
  3. Program Bimbingan Keagamaan
  4. Program Peningkatan Hubungan Organisasi.
  5. Program Peningkatan Kualitas Pimpinan

d. Strategi Kemasyarakatan

Strategi Kemasyarakatan adalah merupakan strategi perjuangan Muhamma­diyah yang sifatnya keluar yang ada hakeketnya menjadi sasaran utama dari strategi perjuangan Muhammadiyah. Sebagaimana pada strategi kelembagaan, operasionalisasi dari strategi kemasyarakatan pun diwujudkan dalam bentuk pe­laksaman program Persyarikatan yang menurut hasil Muktamar ke-42, meliputi:

  1. Program di bidang Penyiaran Islam.
  2. Program di bidang Pendidikan.
  3. Program di bidang Kesehatan
  4. Program di bidang Sosial dan Pengembangan Masyarakat
  5. Program di bidang Kebudayaan.
  6. Program di bidang Partisipasi Politik
  7. Program bidang Ekonomi dan Kewiraswastaan.
  8. Program di bidang Kepemudaan
  9. Program di bidang Pembinaan Keluarga.
  10. Program di bidang Peningkatan Peran Wanita.
  11. Program di bidang Pembinaan Lingkungan Hidup.
  12. Program di bidang Peningkatan Sumberdaya Manusia.

Akan tetapi secara khusus ada beberapa sasaran bidang yang merupakan kunci atau pokok yang harus ditempuh dan ditaksanaan dari stiategi perjuangan Muhammadiyah tersebut baik sasaran khusus untuk strategi kelembagaan mau­pun kemasyarakatan.

Strategi perjuangan Muhammadiyah yang bersifat khusus itu masih berkisar dalam strategi kelembagaan dan kemasyarakatan, tetapi dengan pilihan-pilihan strategi yang bersifat khusus, yakni :

  1. Strategi Kelembagaan meliputi: konsolidasi organisasi, kepemimpinan, kaderisasi dan tajdid.
  2. Strategi Kemasyarakatan meliputi: Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah, Pembentukan Keluarga Sakinah; dan Peran Aktif Muhammadiyah dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara (Gerakan Kebudayaan, Gerakan Ekonomi, Partisipasi Politik, Gerakan Keilmuan).
  3. Strategi kelembagaan sasarannya lebih pada strategi ke dalam. Sedangkan strategi kemasyarakatan lebih bersifat ke luar dengan tiga level sasaran (1) Pembentukan Keluarga Sakinah ditujukan pada unit keluarga, (2) Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah ditujukan pada level Masyarakat, dan (3) Peran serta Aktif Muhammadiyah dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ditujukan pada sistem nasional.
Data AUM
Muhammadiyah saat ini sudah sangat berkembang ditandainya degan memiliki ribuan amal usaha

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Bina Manhaj Majalah Mentari Bulan 12 Tahun 2013 , dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Strategi Perjuangan Muhammadiyah (2)
Muhammad Wiharto, S.Sy, S.Pd.I, M.A
Sekretaris I PDM Kota Yogyakarta periode 2010 - 2015, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2015 - 2020

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...