Strategi Belajar Jelang Ujian Nasional

Gambar Strategi Belajar Jelang Ujian Nasional
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Memasuki semester genap pada setiap tahun pelajaran, hampir dipastikan setiap sekolah melakukan perubahan teknis pembelajaran. Kelas VI (SD), kelas IX (SLTP) dan kelas XII (SLTA) biasanya telah menyelesaikan materi pada semester yang lalu. Sehingga pada semester genap, materi pelajaran merupakan rangkuman dan lebih diperbanyak soal dan pembahasan menghadapi ujian.

Terlepas dari Ujian Nasional yang masih pro dan kontra, siswa tetap akan menghadapi ujian nasional. Sebagai guru dan juga sebagai orangtua tetap akan memberi dorongan kepada anak. Agar kelak memperoleh hasil yang memuaskan. Hasil unas yang baik, diibaratkan telah menggenggam tiket untuk memasuki sekolah yang dianggap favorit.

Di Yogyakarta, hasil unas sudah dianggap mewakili prestasi siswa. Tetapi ada beberapa daerah yang tidak percaya dengan hasil unas. Mereka merekrut calon anak didik dengan melaksanakan seleksi sendiri. Hal ini terjadi karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah penyelenggara unas masih bias.

Beberapa waktu lalu, saya sempat melakukan survey kecil-kecilan tentang unas. Survey ini saya lakukan dengan obyek anak-anak khususnya kelas. Pertanyaanya cukup sederhana dan mendasar.

Pertanyaan pertama : Apakah Anda ingin lulus? Jawabannya 100 % ingin. Berikutnya saya lempar pertanyaan kedua : Apakah Anda sudah melakukan persiapan? 70 % anak menjawab belum. Untuk meyakinkan, saya tutup pertanyaan yang ketiga : Apakah setiap hari Anda belajar? 85 % anak menjawab tidak belajar.

Agar adil, maka dari pihak sekolahpun saya survey tentang persiapan mendampingi siswa dalam proses menempuh unas. Dimulai dari rapat bersama komite dan orangtua, bimbingan belajar (les), sampai doa bersama. Karena penggarapan lebih ke ranah manajemen, maka bisa saya katakan bahwa sekolah telah mempersiapkan dengan baik.

Terkait dengan wacana diatas, tulisan berikut ini hanya menyorot dari segi timing (pembagian waktu). Yaitu sejak siswa kelas IX masuk semester genap. Lihat gambar berikut :

Grafik strategi belajar jelang UAN
Grafik strategi belajar jelang UAN

Kesalahan yang biasa dilakukan adalah pembagian waktu dan usaha. Dua besaran ini biasanya mengalami perbandingan  yang tidak proporsional. Pada gambar 1 menunjukkan bahwa, mulai masuk semester genap proses pembelajaran sudah dibuat kencang. Waktu yang tersedia sebenarnya cukup lama, namun karena dalam perjalanan nafasnya sudah ngos-ngosan, maka yang terjadi justru kontra produktif. Setelah ujian sekolah malah situasi berubah. Imbasnya justru pada saat jelang ujian nasional, tenaganya telah menurun.

Ini terbukti bahwa akhir-akhir ini anak sudah loyo. Manakala anak diberi sejumlah soal, anak sudah tidak bergairah lagi mengerjakan. Ia pasrah, dan akan memaksa guru untuk langsung membahas. Anak sudah tidak memiliki minat untuk berfikir.

Gambar 2, menurut saya adalah yang ideal. Tidak ngebut, tapi relatif konstan naik. Sejak awal siswa diberi dorongan untuk jalan. Di rentang tertentu, jalan cepat. Kemudian berlari-larian, hingga menjelang finis siswa larinya lebih kencang. 2 hari menjelang sampai pelaksanaan unas siswa berhenti untuk belajar. Kalau harus membuka-buka catatan, bukalah catatan-catatan ringkasan, atau mengingat lagi trik cara menjawab cepat.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 1 Tahun 2013, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...