Sistem Terpadu Perguruan Muhammadiyah

Orang tua tentu sadar betul bahwa menyekolahkan anak mereka di SD Muhammadiyah adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, segudang prestasi akademik dan non akademik sudah tidak terhitung jumlahnya. Bahkan, SD Muhammadiyah di Yogyakarta sudah termasuk lembaga pendidik favorit di antara sekolah negeri maupun swasta. Prestasi ini tidak hanya dicapai satu atau dua sekolah saja, tetapi begitu banyak dengan karakter dan sistem pendidikan yang beragam.

Namun perlu disadari, capaian membanggakan SD Muhammadiyah ternyata memberikan cermin kesenjangan prestasi sekolah pada jenjang selanjutnya, SMP dan SMA Muhammadiyah. Harus kita akui, bahwa prestasi dua jenjang pendidikan selanjutnya tersebut belum secemerlang adiknya. Bahkan, sebagai pendidikan berbasis islam, sekolah lanjutan kita belum mencerminkan identitas relijiusitas yang kental. Jika kita runut, salah satu faktor yang dijadikan dasar adalah rendahnya kualifikasi input siswa di SMP atau SMA Muhammadiyah. Memang, sebagian besar alumni terbaik SD Muhammadiyah lebih berminat melanjutkan jenjang pendidikannya di SMP Negeri favorit. Sebuah kenyataan yang jamak terjadi.

Jika memang faktor ini menjadi biangnya, maka pendidikan Muhammadiyah harus berkomitmen, mengantar putra terbaiknya ke puncak prestasi di jenjang pendidikan lanjutan. Hal ini jelas tidak mudah, sebab putra- putri terbaik di SD Muhammadiyah telah mengenyam  sistem pendidikan dengan baik. Dengan kata lain, SMP atau SMA Muhammadiyah harus menciptakan sistem pendidikan yang compatible dengan pendidikan mereka sebelumnya.

Menyikapi fakta kesenjangan prestasi SD dengan dua kakak tingkatnya, PDM Kota Yogyakarta sebenarnta telah lama mewacanakan sistem pendidikan berkelanjutan. Wacana ini memproyeksikan sistem pendidikan lanjutan dari SD Muhammadiyah favorit. Sehingga memungkinkan bagi SD Muhammadiyah Sapen, misalnya, mendirikan SMP hingga SMA Muhammadiyah Sapen. Gagasan ini bertujuan agar sistem pendidikan di tingkat SD favorit dapat diteruskan pada jenjang selanjutnya. Kecuali itu, juga meyakinkan wali siswa di Sekolah Dasar untuk mempercayakan pendidikan putra-putri mereka di SMP lanjutannya.

Memang hingga sekarang, hal ini masih berkutat pada tataran wacana, kadang pun menguap begitu saja. Pada sisi yang lain, stake holder pendidikan Muhammadiyah kota Yogyakarta belum menaruh perhatian yang serius pada gagasan sistem ini. Alhasil, gagasan berdirinya SMP Muhammadiyah Sapen, SMP Muhammadiyah Pakel,  SMP Muhammadiyah Suronatan atau apapun namanya saat ini tengah mati suri.

Padahal, penulusuran redaksi mentari ke Sekolah Dasar yang dipandang maju menunjukkan kesiapan mereka untuk merintis SMP sebagai kelanjutan pendidikan anak didiknya. Dengan kata lain, komitmen, sistem, dan finansial tidak menjadi persoalan bagi mereka untuk segera merealisasikan. Satu hal yang ditunggu adalah ketuk palu kebijakan pimpinan di tingkat Majelis atau Pimpinan Daerah.

Alhasil, mewujudkan sekolah lanjutan, SMP hingga SMA, dengan sistem terpadu dengan SD Muhammadiyah adalah tuntutan yang harus segera diwujudkan. Ada dua kemungkinan strategi yang dapat dilakukan. Pertama, merintis sekolah baru dengan brand yang sama dengan Sekolah Dasar Muhammadiyah favorit. Bertolak dari pengalaman PDM Kabupaten Gunung Kidul yang telah memiliki perguruan Al-Mujahidin, maka nama bisa dapat diambil dari SD yang telah memiliki brand favorit. Kedua, melakukan MOU antara dua atau tiga sekolah (SD, SMP, dan SMA) untuk bersepakat membangun sistem pendidikan terpadu dan berkelanjutan. Sehingga alumni berprestasi di tingkat SD dijamin akan mencapai puncak prestasi mereka di SMP dan SMA Muhammadiyah.

Pilihan strategi manapun harus berangkat dari kesungguhan, baik pimpinan atau pengelola AUM Pendidikan, untuk membawa sekolah Muhammadiyah pada taraf kompetititf. Tantangan perkembangan dunia pendidikan menuntut gerak cepat, baik pada level kebijakan maupun teknis lapangan.  Kita menanti konsern pimpinan PDM untuk mengkaji dan menentukan kebijakan terkait realisasi sistem pendidikan baru tersebut.

SD Muhammadiyah Sukonandi
SD Muhammadiyah Sukonandi adalah salah satu AUM yang berlokasi di Perguruan Muhammadiyah Jalan Kapas yang terdapat pendidikan Muhammadiyah dari TK – Universitas (Sumber gambar : klik disini)

Daftar Laporan Khusus “Sistem Terpadu perguruan Muhammadiyah“.

Reporter : Fuad Hasyim

Liputan ini pernah dimuat di Rubrik Fokus Majalah Mentari Bulan 10 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Sistem Terpadu Perguruan Muhammadiyah
Fuad Hasyim, S.S, M.A
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Yogyakarta, Dosen Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia, Pimpinan Redaksi Majalah Mentari

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...