Sistem Rekruitmen Tenaga Pendidik di Lingkungan Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Gambar Sistem Rekruitmen Tenaga Pendidik di Lingkungan Muhammadiyah Kota Yogyakarta
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan khususnya pendidikan, Muhammadiyah tentu sudah memiliki pengalaman yang sangat beragam. Sejak didirikan Muhammadiyah berkomitmen dengan pencerahan dalam pemberdayaan manusia untuk menjadi khalifah di bumi ini. Karena yang akan dibentuk manusia sebagai pemimpin, maka Muhammadiyah memiliki visi bahwa manusia harus terbebas dari belenggu nafsu keduniaan. Manusia harus memiliki tauhid yang kuat, mampu mengelola muamalah yang progresif dan akhlak yang mulia.

Sampai detik ini, mungkin Muhammadiyah memiliki amal usaha dalam bidang pendidikan dengan kuantitas terbanyak. Memiliki sumber daya manusia yang cukup banyak, bahkan berlimpah. Namun apakah dengan ketersediaan sarana, sumber daya manusia, lantas memiliki korelasi yang sepadan dengan kualitas pendidikan? Bisa jadi, di era tahun 70 hingga 80 an Muhammadiyah masih disegani dalam persiangan mutu pendidikan. Banyak masyarakat yang menaruh harapan kepada Muhammadiyah untuk mendidik tunas bangsa. Apakah saat ini masih bisa merasakan apa yang terjadi seperempat abad yang lalu?

Pendidikan modern seperti yang kita rasakan saat ini tidak hanya membutuhkan semangat, bukan hanya persoalan dana, bukan pula terpenuhinya sarana. Meskipun tiga komponen tersebut menjadi indikator yang sangat dibutuhkan. Namun bila hanya bediri sendiri-sendiri tidak akan menjadikan pendidikan sebagai panutan, tetapi malah justru menjadi beban. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang handal. SDM yang mampu merekayasa perubahan sosial. Lebih spesifik lagi, dibutuhkan tenaga pendidik yang mampu menciptakan manusia sebagai khalifah.

Tenaga pendidik memiliki peranan yang strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Tenaga pendidik masih dianggap dominan di mata masyarakat, meskipun perkembangan teknologi melesat demikian cepat. Sebab, ada fungsi-fungsi tertentu dari seorang pendidik yang tidak tergantikan oleh teknologi. Tuntutan agar tenaga pendidik memiliki profesionalisme semakin dirasakan oleh masyarakat. Muhammadiyah sangat berkepentingan dalam usaha menciptakan tenaga pendidik yang mampu menjawab keinginan masyarakat.

Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh Muhammadiyah, antara lain :

1. Seleksi

Usaha yang pertama kali dilakukan adalah dengan seleksi. Melalui seleksi ini diharapkan mendapatkan tenaga pendidik yang diinginkan. Penyelenggara melakukan seleksi sesuai dengan kebutuhan dan dilakukan dengan metode yang layak pakai. Sebab perencanaan kebutuhan tenaga pendidik bukan hanya masalah pasokan dan permintaan tenaga kerja. Kebutuhan tenaga pendidik erat hubungannya dengan kualitas pendidikan. Baik pribadi maupun kelompok. Kualitas pribadi menjadi wajib dimiliki oleh calon tenaga pendidik.

Ada sedikit catatan penulis, bahwa salah satu persyaratan calon yang statusnya disamakan dengan tenaga yang ada seperti harus memiliki kartu anggota Muhammadiyah. Mestinya penyelenggara harus realistis bahwa tidak semua calon adalah orang Muhammadiyah atau setidaknya simpatisan Muhammadiyah. Mereka yang datang mungkin saja belum tahu apa Muhammadiyah. Mereka hanya ingin mendaftar sebagai tenaga pendidik yang syarat kualifikasi sebagai tenaga pendidik sudah memenuhi. Penyelenggara juga harus fair, bahwa seleksi ini untuk kebutuhan tenaga pendidik. Bukan mencari anggota Muhammadiyah. Adapun kewajiban sebagai tenaga pendidik seperti yang disyaratkan oleh persyarikatan, adalah setelah calon secara resmi dinyatakan diterima.

2. Pembinaan

Setelah calon telah dinyatakan lulus dan diterima sebagai tenaga pendidik, sebelum penempatan di salah satu amal usaha, ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh calon.

Pertama : berusaha memiliki Kartu Anggota Muhammadiyah (bagi yang belum memiliki). Karena dia sudah menjadi warga Muhammadiyah melalui seleksi tenaga pendidik. Dengan berbekal tanda lulus, calon datang ke Pimpinan Ranting atau Cabang setempat untuk mendapatkan surat pengantar kepemilikan kartu anggota. Pihak Pimpinan persyarikatan mencatat bahwa calon bermukim di wilayahnya. Ditempat tersebut calon untuk berkiprah dalam kegiatan Muhammadiyah dibawah bimbingan persyarikatan. Sehingga ada ujud nyata untuk bersama-sama mengembangkan Muhammadiyah setempat.

Tahap pertama ini dilakukan bagi calon yang memang baru pertama kali beraktifitas di Muhammadiyah. Calon yang sebelumnya telah memiliki kartu anggota dan telah aktif dalam pergerakan Muhammadiyah, untuk melanjutkan kiprahnya.

Kedua : Setelah mendapatkan kartu anggota, calon ditempatkan sesuai dengan hasil seleksi. Calon memiliki kewajiban profesi di salah satu amal usaha. Dengan demikian, antara amal usaha dan Pimpinan Ranting atau Cabang memiliki jalinan komunikasi. Pimpinan Amal usaha berkewajiban membina profesi, Pimpinan Persyarikatan berkewajiban membina ruh Muhammadiyah.

Untuk selanjutnya sebaiknya PDM Kota khususnya majelis Dikdasmen menerbitkan dokumen keaktifan tenaga pendidik di wilayahnya masing-masing. Perlu dilakukan nota kesepahaman antara Dikdasmen dengan Pimpinan Ranting atau Cabang. Setiap jangka waktu tertentu dilaksanakan evaluasi. Penulis yakin ada korelasi yang positip antara peningkatan mutu pendidikan dan kegairahan dalam melaksanakan amar makruf nahi mungkar di lingkungan Muhammadiyah.

3. Pengembangan

Setiap orang pasti menginginkan kariernya naik. Setiap orang pasti mengharapkan menjadi individu yang memiliki arti dalam bermasyarakat. Untuk merengkuh keduanya tidak mudah. Karena dapat dipastikan menyita waktu dan tenaga. Bahkan untuk bermasyarakat, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Itulah harga yang harus dibeli jikalau lembaga yang kita bangun terlihat moncer, sementara hidup di kampung terasa tenang dan tenteram.

Untuk menapaki jenjang karier ada ketentuan yang berlaku. Setiap tingkat, pangkat, dan golongan membutuhkan syarat administratif tertentu. Dibutuhkan daya, usaha dan komitmen. Tujuan yang akan digapai agar finansial memiliki pondasi yang kuat dan meningkat. Namun usaha itu bukan hanya terkumpulnya dokumen, tercapainya proses pembelajaran, dan terciptanya karya ilmiah. Ada aktifitas yang sebenarnya perlu juga dinilai, yaitu sektor spiritualitas yang dapat diimplementasikan dalam garakan nyata.

Masyarakat membutuhkan keberadaan seseorang yang dapat menuntun arah hidup. Mereka memerlukan karena menganggap bahwa orang itu dipercaya mampu menyelesaikan problem masyarakat. Itulah sebabnya bahwa Muhammadiyah mendirikan sekolah agar mendidik menjadi masyarakat yang utama. Tenaga pendidik sebagai salah satu elemen di dalam amal usaha Muhammadiyah perlu diberdayakan. Mereka dibekali agar mampu mengembangkan amal usaha dan sekaligus merekayasa kehidupan sosial.

Untuk itulah setiap jenjang didalam kenaikan pangkat, unsur penilaian tidak hanya berpijak pada sudut keprofesian saja. Merakayasa kehidupan bermasyarakat perlu dinilai sebagai salah satu indikator penilaian. Bagi tenaga pendidik yang baru masuk, bisa saja keaktifan di Muhammadiyah masih sebatas menyemarakkan. Tetapi kalau memasuki golongan IV, maka tenaga pendidik harus mampu mengelola dan membimbing dalam masyarakat. Mereka ini yang benar-benar menjadi salah satu penentu kebijakan tatanan bermasyarakat. Jangan sampai ada tenaga pendidik yang memasuki akan memasuki golongan ini masih mengekor.

Muhammadiyah melakukan seleksi tenaga pengajar sesuai dengan kebutuhan dan dilakukan dengan metode yang layak pakai
Muhammadiyah melakukan seleksi tenaga pengajar sesuai dengan kebutuhan dan dilakukan dengan metode yang layak pakai (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 4 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait