Sekolahku Perkaderanku

Gambar Sekolahku Perkaderanku
Saladin Albany, S.Pd, M.Pd
Pendidik SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Yogyakarta

Anak adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan orang tua kepada Allah SWT. Anak adalah tempat orang tua mencurahkan kasih sayangnya dan anak juga investasi masa depan untuk kepentingan orang tua di akherat kelak. Oleh sebab itu orang tua harus memelihara, membesarkan, merawat, menyantuni dan mendidik anak-anaknya dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Itulah bagiamana anak dalam pengertian sebagai keturunan dari hasil pernikahan. Lalu bagaimana dengan anak didik atau peserta didik? Mereka juga merupakan anak yang keberadaanya juga harus didampingi oleh seorang pendidik yang juga sebagai orang tua.

Anak didik didefiniskan sebagai anak yang dididik untuk dapat mengubah dirinya menjadi manusia sebenarnya atau dalam bahasa sederhananya memanusiakan manusia. Definisi tersebut juga dijadikan sebagai fungsi dari pendidikan yang kemudian itu menjadi sebuah proses yang harus dilalui antara pendidik dan peserta didik. Tidak bisa hanya salah satu saja jika ingin melaksanakan proses memanusiakan manusia. Lalu bagaimana dengan anak didik yang sekolah di sekolah Muhammadiyah? Mereka juga merupakan seorang anak didik juga yang perlu untuk dibimbing agar menjadi manusia yang sebenarnya. Jika anak didik yang disekolah negeri dinamakan pelajar negeri saja maka anak didik yang sekolah di Muhammadiyah menjadi pelajar negeri dan pelajar Muhammadiyah. Mengapa demikian?

Inilah sebuah cara memandang kepada calon kader Muhammadiyah, dan ini merupakan sebuah tugas dari para pendidik yang berada di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Memandang pelajar yang di sekolah Muhammadiyah sebagai seorang calon kader Muhammadiyah. Butuh keberanian dalam hati untuk memandang dengan ikhlas tentang perkara tersebut. Hal ini dikarenakan jika cara memandang kita hanya sampai kepada anak didik sebagai seorang pelajar saja maka curahan sikap kepada mereka hanya sampai pada aspek peningkatan pengetahuan dan nilai saja. Namun jika kita memandang mereka sebagai pelajar Muhammadiyah dan calon kader Muhammadiyah maka curahan sikap kepada mereka akan sampai menyentuh aspek pengembangan kepribadian dan leadership mereka. Inilah gambaran awal sebuah cara memandang dan ini perlu untuk disadari bagi para pelaku pendidikan terutama yang berada di Sekolah Muhammadiyah. Akan tetapi ada beberapa perilaku cara memandang para pelajar di Sekolah Muhammadiyah yaitu :

1. Sebagai Perhiasan Sekolah

Anak didik dipandang sebagai perhiasan saja, artinya mendidik hanya sekedar mengajari saja. Sebuah perhiasan pasti indah jika dipandang namun hanya dipandang saja dipakai pun jika tidak dipandang maka tidak terasa indahnya dan jika pelajar dipandang sebagai perhiasan saja maka mereka tidak lebih dari sebuah pajangan yang secara fisik dapat dibanggakan namun secara kualitasnya sama sekali mengecewakan, baik kualitas iman ilmu, amal maupun aspek leadershipnya. Ini terjadi karena faktor pemahaman dari pelaku pendidikan di Sekolah Muhammadiyah terutama para pendidik yang masih belum berani memaksakan diri mengubah paradigmanya bahwa anak didik itu asupanya bukan hanya pengetahuan tapi juga kepribadian dan leadership.

2. Sebagai Cahaya Mata

Pandanglah pelajar Muhammadiyah sebagai cahaya mata, artinya pendidik mempunyai visi kedepan untuk dapat menjadikannya sebagai kader Muhammadiyah. Seketika mata kita memandang pelajar seketika itu juga kita menginginkan agar mereka menjadi kader Muhammadiyah. Apakah hal itu salah? Apakah hal itu berlebihan? Jawabanya adalah tidak salah dan tidak berlebihan. Hanya orang-orang yang merasa keberatan hati yang mengatakan hal itu salah dan berlebihan. Kenapa? Karena dengan kita percaya bahwa kelak mereka akan meneruskan perjuangan Islam lewat Muhammadiyah berarti memberikan doa akan keberhasilan mereka menjadi manusia bermanfaat dimasa depan. Perlu keberanian memandang perkara tersebut, sehingga tidak banyak yang berani memandang dengan cara tersebut karena butuh keberanian itu sendiri.

Selanjutnya bagaimana pola sikap kepada para pelajar Muhammadiyah agar cita-cita menjadikanya sebagai kader Muhammadiyah dapat tercapai?. Ada dua hubungan yang perlu untuk dilakukan para pendidik di Sekolah Muhammadiyah terhadap pelajar Muhammadiyah yaitu :

3. Hubungan Tanggung Jawab

Mendidik bukan hanya menyampaikan ilmu yang ada di buku kepada peserta didik dan akhirnya mereka mengetahui. Akan tetapi mendidik harus dapat menjadikan peserta didik mampu menyadari dirinya sebagai pelajar dan penerus masa depan. Sampaikan kepada mereka bahwa kalian calon kader Muhammadiyah, apa susahnya mengatakan hal tersebut kepada mereka. apakah itu salah? Tidak, itu akan memahamkan mereka apa maksud dari kader Muhammadiyah itu nantinya dan itu merupakan langkah awal yang sederhana, sampaikan kepada mereka bahwa kalian calon kader Muhammadiyah.

4. Hubungan Masa Depan

Jadikan para pelajar Muhammadiyah sebagai investasi masa depan. Maksud dari investasi ini adalah investasi generasi penerus masa depan Muhammadiyah, itu sah dan wajib karena motivasi itulah Muhammadiyah dapat berkembang sampai saat ini. latihlah mereka untuk berbicara depan orang banyak, berikan amanah yang dapat membuat mereka berkembang dari aspek leadership. Berikan pemahaman akan pentingnya menghadapi tantangan hidup didunia baik tantangan remaja maupun tantangan masa depan. Sadarkan mereka akan pentingnya hidup sosial bermasyarakat. Ceritakan kepada mereka bagaimana Muhammadiyah bergerak sebagai gerakan dakwah Islam. Pola komunikasi itu yang harus sampai kepada mereka, bukan hanya sampai kepada pengembangan nilai saja. Itulah yang akan menjadikan sekolah sebagai ajang perkaderan Muhammadiyah.

Memahami sekolah sebagai sebuah perkaderan dapat dimulai dari bagaimana kita sebagai pendidik memandang peserta didik disekolah Muhammadiyah sebagai calon kader Muhammadiyah dan bagaimana bersikap kepada mereka agar memahami bahwa mereka akan menjadi generasi penerus Muhammadiyah. Tidak perlu malu dan khawatir salah dan tidak perlu berat hati untuk menyampaikan kepada mereka akan pentingnya mereka berada di Sekolah Muhammadiyah.

Muhammadiyah terus berkembang dan zaman juga terus berkembang, tantangan Muhammadiyah saat ini sama juga dengan tantangan zaman saat ini. Sekolah Muhammadiyah tidak terlepas dari tantangan zaman saat ini. Menyadari akan pentingnya membangun suasana pendidikan Muhammadiyah yang penuh tanggung jawab dan berorientasi masa depan akan membawa perubahan yang mengarah kepada kebaikan. Memahami pelajar yang ada di Sekolah Muhammadiyah dengan cahaya mata akan dapat meningkatkan semangat dalam mendidik mereka. Sadarilah bersama bahwa mereka merupakan ladang dakwah dan akan menjadi generasi penerus Muhammadiyah dan Bangsa sebagaimana janji pelajar Muhammadiyah yang terakhir.

Perbaikan fisik maupun perbaikan kualitas SDM di Sekolah Muhammadiyah pasti itu terus dilakukan karena hal itu penting. Namun kita perlu diingatkan juga menjadikan sekolah sebagai ajang perkaderan Muhammadiyah. Hal tersebut menjadi tugas penting yang harus dilakukan oleh para pelaku pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah dan semoga akan terasa bagi para Pelajar di Sekolah Muhammadiyah bahwa Sekolahku Perkaderanku.

Ilustrasi Madrasah Muallimin sebagai salah satu sekolah yang berorientasi perkaderan di Muhammadiyah
Ilustrasi : Madrasah Muallimin sebagai salah satu sekolah yang berorientasi perkaderan di Muhammadiyah ( Sumber Gambar : Klik Disini )

Artikel ini pernah dimuat di rubrik Bina Kader Majalah Mentari Bulan 9 Tahun 2016 , dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait