Reorientasi Ranting

Gambar Reorientasi Ranting
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Keberadaan Pimpinan ranting dalam Muhammadiyah diakui. Ia diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Satuan terkecil dalam organisasi Muhammadiyah ini memang sangat penting. Tanpa pimpinan ranting, pimpinan pusat bukan apa-apanya. Sebab basis kegiatan dalam Muhammadiyah berada di pimpinan ranting. Namun apakah memang demikian? Mustofa W Hasyim pernah menulis dalam bukunya “Ranting itu Penting”.

Bukti nyata bahwa Pimpinan ranting belum menggembirakan adalah kenyataan bahwa Muhammadiyah itu seperti seperti ganggang, organisasi yang mengambang, lebih berat di lapis menengah dan atas masyarakat ketimbang masyarakat bawah. Padahal untuk untuk menunjukkan dan mengefektifkan peran sosial yang optimal dan nyata, kehadiran Muhammadiyah di tingkat basis, di tingkat akar rumput, dan di tingkat desa menjadi sangat penting dan strategis. Sebab di tingkat rantinglah pertarungan dakwah, pertarungan organisasi, pertarungan ide, dan pertarungan budaya itu terjadi secara sungguh-sungguh. Seringkali kekalahan dan kemenangan dakwah umat Islam terjadi di tingkat desa atau di tingkat ranting ini.

Meski ranting itu penting, ternyata perilaku organisasi para elite Muhammadiyah sendiri tidak selalu menunjukkan kalau ranting itu penting. Keluhan betapa sulit mencari anggota pimpinan ranting dalam setiap musyawarah Ranting barangkali telah merupakan keluhan klasik. Bahkan para calon itu cenderung berjubel melebihi kebutuhan formasi kepemimpinan tersebut. Para calon itu ada yang diduga cenderung berebut formasi atau jabatan di sebuah tingkat kepemimpinan itu. Semoga dugaan adanya kecenderungan ini tidak seluruhnya benar. Sebab kita semua yakin akan keikhlasan para fungsionaris persyarikatan yang memandang jabatan sebagai amanah, bukan jabatan sebagai pintu kesempatan untuk memenuhi kepentingannya.

Persyarikatan Muhammadiyah yang dikenal sebagai organisasi Islam modernis terbesar di dunia, memiliki empat karakteristik: sebagai gerakan Islam, tajdid, dakwah, dan sosial keagamaan. Empat karakteristik tersebut telah menjadi pegangan sejak organisasi itu didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, dan akan selalu dipegang teguh oleh segenap pimpinan dan anggota. Keempat karakteristik itulah yang menjadi salah satu faktor penopang kekuatan organisasi sehingga tetap eksis yang sudah berumur satu abad.

Dari waktu ke waktu para pakar dan aktifis selalu mengadakan evaluasi atas hasil kerja. Mereka berpikir agar Muhammadiyah selalu membawa manfaat di masyarakat dan menjadi panduan masyarakat dalam mengarungi kehidupan yang semakin hari semakin kompleks. Muhammadiyah harus mampu hadir dan memberi solusi dalam setiap masalah yang ada dalam masyarakat.

Dalam kenyataan lain, fakta berbicara bahwa perubahan makro sangat mempengaruhi kondisi Pimpinan ranting itu sendiri. Ranting yang merupakan struktur paling bawah sering menerima beban perubahan di tingkat makro, di tingkat nasional atau global. Kadang beban itu terasa ringan, dengan mudah dipikul bersama-sama. Kadang beban itu terasa berat sehingga dibutuhkan upaya yang serius untuk memikulnya. Ranting pun ada yang dikalahkan oleh beban-beban yang berat itu, ketika akan mencoba memikulnya, dia sendirilah yang justru roboh dan sulit sekali untuk bangun kembali.

Yang dimaksud dengan beban ranting akibat perubahan di tingkat makro adalah resiko, dampak, akibat, ekses dari perubahan di tingkat makro yang dirasakan atau yang ditanggung oleh ranting. Perubahan di tingkat makro itu sangat banyak. Bisa berupa perubahan politik, perubahan ekonomi, perubahan sosial, perubahan budaya, teknologi dan kebijakan pemerintah tentang berbagai sektor.

Kenyataan yang lain juga, harus diakui bahwa rata-rata di Pimpinan ranting adalah mereka dari generasi tua. Jarang terlihat generasi milenial atau generasi muda mau duduk dan mengemban tugas sebagai Pimpinan ranting. Generasi dahulu pasti akan membawa nilai-nilai yang didapatkan saat dahulu. System organisasinya, cara berorganisasinya. Ada sebuah dilema yang memang harus diputus agar ranting bisa eksis sesuai dengan perkembangan jaman, sebagaimana terbukti bahwa Muhammadiyah yang sudah berumur satu abad tetap kokoh berdiri bahkan semakin menunjam.

Kesekretariatan

Apa jadinya bila organisasi tidak memiliki kesekretariatan. Menurut pengalaman, ada sebuah organisasi yang harus menyewa tempat. Bahkan, beberapa ortom sempat protes terhadap Muhammadiyah setempat untuk segera merealisasikan keberadaan kesekretariatan. Betapa penting sebuah kesekretariatan, sehingga organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun sebenarnya kesekretariatan bisa jadi hanya sebagai tempat pertemuan beberapa personal.

Dahulu, kesekretariatan bisa bermanfaat untuk rapat atau pertemuan. Menyimpan arsip, harta yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Kesekretariatan bisa juga berguna untuk konsolidasi organisasi : komunikasi, menyusun strategi, pembahasan kaderisasi. Intinya kesekretariatan adalah tempat sebuah organisasi bergerak. Tapi apakah masa sekarang seperti itu? Apakah harus memiliki tempat yang permanen?

Komunikasi? Ada layanan yang lebih canggih dibanding hanya sekedar tatap muka. Konsolidasi? Ada sebuah tempat yang lebih representative kalau hanya sekedar konsolidasi. Tidak harus di kesekretariatan. Penyimpanan arsip? Rasanya ada beberapa aplikasi yang siap menyelesaikan masalah untuk pengarsipan.

Kesekretariatan

Ada kecenderungan kepercayaan komunitas ke personal. Jaman sekarang ada pergeseran kepercayaan dari komunitas ke personal. Internet sangat mempengaruhi dalam hal ini. Personal branding lebih dipercaya dari pada iklan yang dibuat oleh perusahaan besar. Testimoni dari beberapa orang yang sudah merasakan langsung manfaatnya.

Ada kecenderungan kepercayaan komunitas ke personal. Jaman sekarang ada pergeseran kepercayaan dari komunitas ke personal
Ada kecenderungan kepercayaan komunitas ke personal. Jaman sekarang ada pergeseran kepercayaan dari komunitas ke personal (Sumber gambar : klik disini)

Sebagai Pimpinan ini merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana Pimpinan mendapat respon dari masyarakat. Mendapat kepercayaan dari anggotanya. Disamping juga secara personal meningkatkan potensi pribadi. Meningkatkan kompetensi diri sebagai seorang pimpinan. Selalu memegang teguh aqidah, merawat akhlak dan menyuburkan muamalah.

Penguasaan teknologi komunikasi. Harus diakui bahwa teknologi komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan sekarang. Komunikasi tak sekedar menyampaikan pesan dua arah. Tapi komunikasi yang mengandung nilai. Pimpinan ranting, meskipun areanya paling kecil dibanding dengan pimpinan lainnya, namun pengusaan teknologi harus diperkuat. Tanpa teknologi komunikasi, bisa jadi organisasi akan semakin lemah bahkan pudar di tengah jalan.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 9 Tahun 2018, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...