Refleksi Milad Muhammadiyah ke 105

kota Yogyakarya – Pengajian rabu malam perdana di awal bulan oktober sangat istimewa karena bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah 1436 H / 1 Oktober 2014 M yang merupakan hari lahir persyarikatan Muhammadiyah (versi hijriyah). Pada acara tersebut disi dengan refleksi Milad Muhammadiyah ke 106 dengan tema “Gerakan pencerahan menuju Indonesia berkemajuan”.

Acara tersebut diawali dengan mendoakan istri dari ketua PDM Kota Yogyakarta yang baru saja mengalami musibah kecelakaan dan hingga berita ini diturunkan masih dirawat di PKU Kota Yogyakarta. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Muzani mewakili PDM Kota Yogyakarta yang menyampaikan tentang ketentuan hari libut Idul Adha pada tanggal 4 oktober 2014 di seluruh sekolah di Kota Yogyakarta dan seruan untuk memeriahkan Milad Muhammadiyah.

Setelah sambutan dilanjutkan acara inti yaitu refleksi Milad Muhammadiyah ke 105 yang disampaikan oleh Bapak Dahlan Rais (PP Muhammadiyah). Diawal refleksi beliau menyampaikan pengakuan salah satu organisaai islam di malaysia yang mengakui bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang panjang usia, sehat dan manfaat. Karena pengakuan itu maka beberapa Pimpinan PP seperti Bapak Mukhlas Abror, Bapak Haedar Natsir, dan Bapak Mukhlas Abror diundang ke Malaysia untuk mempersentasikan tentang resep Muhammadiyah bisa seperti itu.

Lebih lanjut beliau mencoba membedah perkembangan Muhammadiyah melalui tiga kata kunci, yaitu Islam, Dakwah, dan Tajdid. Beliau mengatakan bahwa strategi dakwah Muhammadiyah sudah dalam rel yang benar salah satunya lewat pendidikan, karena pendidikan adalah kunci perubahan. Namun yang perlu diingat hanya pendidikan berkualitaslah yang membawa kemajuan, dan disinilah kekurangan Muhammadiyah dari segi kualitas yang belum maksimal.

Pada kesempatan ini Bapak Dahlan Rais juga sangat menyoroti perkembangan dakwah Muhammadiyah yang sangat jauh dari Kreatif dan model yang baru. Dimana Kreatif yang dimaksud disini adalah kebaruan, solutif, dan diambil dari sudut pandang. Salah satu contoh yang beliau ambil adalah ketika 1 abad yang lalu ketika mayarakat indonesia tertinggal dalam baca tulis dalam dakwahnya Muhammadiyah mengawali untuk mengentaskan buta huruf. Nah kalau sekarang apa yang kita banggakan terutama ketika teknologi informasi berkembang ? Muhammadiyah tertinggal jauh.

Diakhir penyampaian refleksi beliau menyampaikan kepada semua pimpinan agar berkerja keras dan menargetkan ada sesuatu yang bisa ditinggalkan demi generasi selanjutnya.

Selamat milad Muhammadiyah ke 105 semoga dari rahim Muhammadiyah bisa lahir Indonesia yang berkemajuan.

pengajian pimpinan okt 2014
Pengajian Pimpinan Oktober 2014

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait