Rancangan

Gambar Rancangan
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Setelah Musyawarah Daerah (musyda) PDM Kota Yogyakarta usai, diikuti dengan Musyawarah Cabang (musycab), giliran berikutnya adalah rentetan Musyawarah Ranting (musyran). Inilah demokrasi akar rumput yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Pernak pernik penyelenggaraannyapun unik. Mulai dari jumlah peserta, materi pembahasan sampai dengan tempat pelaksanaan. Ada yang gabungan, ada yang menyendiri. Ada yang di gedung ada yang di Masjid atau musholla. Boleh dibilang bahwa musyran adalah demokrasi sesungguhnya. Karena jamaah telah mengenal dengan baik karakter seseorang.

Ranting yang selalu dibahas dalam setiap agenda resmi maupun non formal dalam setiap kesempatan. Tapi, ranting tetaplah ranting yang hampir selalu ditinggal pergi. Ranting masih menjadi batu loncatan atau bahkan sambilan. Bukan tempat singgah yang sesungguhnya. Rumah yang nyaman, yang selalu menjadi tempat jamaah berinteraksi, mengadu, menata jamaah. Karena keberadaan Ranting itu penting.

Setelah acara musyawarah selesai tentu harus diteruskan dengan melaksanakan kegiatan yang dihasilkan kesepakatan bersama. Namun bukanlah asal sembarang kegiatan. Muhammadiyah selalu menekankan adanya tertib organisasi supaya persyarikatan bisa dirasakan kemanfaatannya bagi masyarakat. Kegiatan terencana, yang selalu melihat potensi yang dimiliki dan memfungsikan factor luar secara lebih optimal. Oleh karenanya rancangan atau rencana yang telah menjadi acuan selalu merujuk pada ilmu organisasi. Secara garis besar rencana dapat dikatagorikan menjadi : Rencana Strategis dan rencana operasional .

Rencana strategis bisa dikaitkan dengan tujuan jangka panjang dari suatu organisasi. Rancanangan ini memang melibatkan hanya pimpinan. Karena mereka yang tahu persis hendak dibawa kemana kapal organisasi itu. Mereka dapat melihat jangkauan yang jauh dengan tidak meninggalkan langkah demi langkah. Tindakan yang dilakukan menetapkan target-target jangka dekat sebagai dasar pijakan perjalanan berikutnya. Mereka juga harus mampu memberi arahan terhadap kegiatan-kegiatan organisasi. Menetapkan tujuan dengan jelas. Karena tujuan merupakan langkah awal dalam membentuk rencana strategis. Dengan kata lain, rencana startegis memberikan arahan dan pedoman dalam pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan.

Rencana operasional adalah aktifitas yang bisa digunakan untuk kegiatan jangka pendek. Rencana operasional merupakan bagian dari rencana strategis. Operasional merupakan bagian-bagian dari satu kesatuan yang saling terkait. Rencana operasional dipakai untuk melihat sejauh mana rencana strategis dapat tercapai. Ibarat sebuah alat bisa dijadikan sebagai perkakas control.

Rencana operasional dibagi menjadi dua bagian yaitu rencana sekali pakai dan rencana tetap. Ada kalanya organisasi masuk dalam wilayah darurat. Keadaan genting dialami oleh organisasi karena faktor luar dan faktor dalam. Realisasinya lebih banyak disebabkan faktor luar sebab adanya perubahan yang ekstrim. Perubahan ini harus disikapi sebagai sahabat karib yang sewaktu-waktu dapat pulih kembali. Tak ada kepentingan yang langgeng kecuali perubahan itu sendiri. Bersahabat dengan perubahan adalah kewajiban jika organisasi akan tetap terus berkibar.

Program sekali pakai dapat pula diibaratkan sebagai penghubung program yang lain lantaran itulah jalan satu-satunya agar rencana lain bisa terealisir. Dalam arti kata, untuk dapat terkoneksi antar program, harus dilakukan sebuah kegiatan diluar rencana awal, karena dikhawatirkan kalau tidak ada kegiatan tersebut, kegiatan berikutnya akan terjadi kemandegan, kevacuman. Rencana ini memang insidental. Bahkan yang memutuskan dari jajaran pimpinan. Di Muhammadiyah dapat dijumpai beberapa kali melakukan program ini, untuk mensikapi regulasi kebijakan pemerintah. Bukan menghindar atau bukan melawan. Muhammadiyah senantiasa mendukung kebijakan pemerintah selama masih dalam koridor haluan Negera.

Setiap orde memiliki karakter tersendiri. Mulai zaman pra kemerdekaan sampai dengan reformasi, Muhammadiyah sudah kenyang berdialog dengan pemerintah dan lembaga lain demi kutuhan Indonesia. Terjadi gesekan itu pasti ada. Namun luka yang diakibatkan gesekan bukanlah luka serius. Muhammadiyah bukan tipe organisasi cari panggung. Kekuatan Muhammadiyah justru loby. Tak terasa tapi hasilnya nyata. Itulah model program incidental ala Muhammadiyah.

Rencana operasional jenis kedua adalah rencana tetap, yaitu segala jenis program yang bersifat tetap. Setiap lembaga memiliki keunggulan dan keunikan sesuai dengan visi yang diemban. Jenis kegiatannya juga mencuatkan keunggulan masing-masing. Program seperti ini dinamakan rencana tetap. Setiap periode selalu berulang dengan model yang disesuaikan dengan perubahan. Namun ruhnya tetap.

Kebijakan organisasi adalah program yang harus dilaksanakan oleh pimpinan. Aturan ini bersifat mengikat. Tidak bisa dibantah, kecuali dalam keadaan tertentu. Pimpinan dan anggota harus melaksanakan kebijakan itu sebagai imbal balik kepemilikan. Artinya antara organisasi dan anggota saling memiliki.

Dalam melaksanakan kebijakan, organisasi menelurkan aturan dan prosedurnya. Sehingga antar pimpinan yang ada di bawahnya dan anggota memiliki wawasan yang sama. Perilaku yang sama. Sebagai contoh, pengkaderan. Materi Darul Arqom dan Baitul Arqom untuk semua wilayah di Indonesia tidak ada perbedaan. Demikian juga dengan waktu pelaksanaan. Semua telah diatur.

Perencanaan merupakan fungsi pertama dari fungsi-fungsi manajemen lainnya. Perencanaan ibarat kepala kemana tubuh akan bergerak. Fungsi perencanaan merupakan landasan dari sangat menentukan terhadap pencapaian tujuan. Beberapa staff pimpinan melakukan pertemuan untuk menentukan apa yang harus dilakukan, kapan pelaksanaanya dan kapan dilakukan oleh siapa. Hasil keputusan ini ibarat cetak biru yang akan menjadi pegangan oleh semua orang yang terlibat dalam organisasi.

Fungsi perencanaan merupakan landasan dari sangat menentukan terhadap pencapaian tujuan
Fungsi perencanaan merupakan landasan dari sangat menentukan terhadap pencapaian tujuan (Sumber gambar : Instagram @ipmjogja)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 7 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait