Perkembangan ABK Dipengaruhi oleh Sikap Lingkungan

PENULIS Lisantero

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang dalam proses perkembangannya mengalami kelainan atau penyimpangan. Baik penyimpangan fisik, mental, intelektual, sosial maupun emosionalnya. Problem yang dialami ABK tidak hanya pada persoalan individu (tidak percaya diri, memerlukan bantuan orang lain, memerlukan rehabilitas) namun sikap lingkungan sekolah, masyarakat bahkan keluarganya sendiri. Sikap lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan konsep diri, prestasi belajar, perilaku serta perkembangan fisik anak.

  1. Sikap Keluarga

Banyak orangtua mengetahui bahwa anaknya mengalami kekhususan adalah merasa terpukul dan bingung kemungkinan disertai sedih, kecewa karena tidak sesuai harapan, malu menghadapi kenyataan bahwa anaknya berbeda dengan anak lain. Mempunyai kekurangan dan berbagai bentuk emosi yang lainnya. Orang tua merasa bersalah atau saling menyalahkan, hingga menimbulkan rasa marah.

Umumnya orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus mengalami tiga tahap yaitu, tahap penolakan, tahap penyesalan dan terakhir tahap penerimaan. Meskipun terdapat orang tua tertentu mencapai tahap penerimaan itu selama bertahun-tahun, namun masa duka  yang dialami keluarga merupakan proses yang umum terjadi pada orang tua anak berkebutuhan khusus.

Lingkungan pertama adalah keluarga, yaitu di dalam rumah orang tua berperan penting dalam membentuk karakter ABK. Bagaimana kondisi keluarga, berakhlalul karimah, tata cara kemandirian, etika berinteraksi dengan orang lain. Sikap orang tua yang hangat penuh kasih sayang, pengertian, mencintai, menaruh perhatian membuat anak merasa diterima sehingga mempunyai ego yang baik dan aspirasi yang realistik terhadap berbagai hal. Sehingga membantu perkembangannya berjalan lancar.

  1. Sikap Sekolah

Sejak dulu anak berkebutuhan khusus mengikuti pendidikan sesuai dengan kelainannya. Misalnya di msaukkan ke SLB ternyata secara tidak sadar dapat terbangun eksklusifisme sehingga menghambat proses saling mengenal dan memahami antara anak berkebutuhan khusus dengan anak reguler.

Namun pemerintah berusaha memberikan hak pendidikan terhadap ABK dengan menyelenggarakan pendidikan inklusif. Yaitu suatu sistem layanan pendidikan khusus yang mensyaratkan agar seluruh ABK dilayani disekolah, dikelas umum bersama dengan anak reguler lainnya. Lingkungan sekolah meliputi kepala sekolah, Guru, Siswa dan Staf karyawan sampai security harus menghargai dan menghormati perbedaan anak. Karena tujuan pendidikan inklusif menumbuhkan rasa empati dan penghayatan dari seluruh keluarga besar sekolahan terhadap ABK. Menghilangkan labelisasi dengan prinsip “education for all”.

Kemampuan guru mengakui keberadaan anak serta kecerdasan dalam pengelolaan kelas yang heterogen dapat membantu ABK. Dengan menerapkan prinsip pembelajaran yang bersifat individual, fleksibel dan dinamis sesuai kemampuan serta kebutuhan anak. Selalu memberi semangat dan penghargaan setiap kemapuan yang dicapai membuat ABK merasa nyaman karena keberadaannya diterima di tengah-tengah siswa reguler. Apalagi didukung aksesibilitas yang disedianakn sekolahan yang dapat menjangkau seluruh lokasi, sehingga ABK dapat mengikuti berbagai kegiatan. Dengan demikian, ABK dapat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Mereka merasa mendapat perlakuan dan persamaan hak, harkat, dan martabat dalam memperoleh keadilan layanan pendidikan.

  1. Sikap Masyarakat

Pandangan masyarakat terhadap keberadaan ABK di dalam sistem sosial budaya terdapat berbagai reaksi. Sebagian ada yang bersikap menolak terhadap keberadaan mereka di tengah masyarakat. Sebagian ada yang setengah menerima keberadaan ABK di lingkungan, sehingga secara fisik tidak diabaikan namun sebenarnya secara sosial dan psikis terabaikan. Ada pula masyarakat yang sudah mampu menerima keberadaan ABK seutuhnya bahkan diberi kesempatan untuk mendapat pendidikan sehingga mereka memiliki hak sama dengan anak reguler.

Pandangan negatif masyarakat terhadap ABK dapat menimbulkan prasangka sosial. Yaitu sikap maupun perasaan orang-orang terhadap ABK yang berbeda dengan dirinya, sehingga berujung pada tindakan diskriminatif tanpa alasan yang obyektif. Akibatnya sikap tersebut dapat menghambat perkembangan ABK.

Dengan kenyataann yang ada semoga terwujud tatanan masyarakat Indonesia yang saling menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman sebagai realita hidup. Setiap individu memiliki kelebihan juga kekurangan. Di balik kekurangannya ternyata memilik kelebihan yang luar biasa. Dengan demikian, ABK dapat berkembang sesuai dengan fitrahnya dan dapat hidup berdampingan dengan masyarakat yang heterogen. Bahkan dengan kekurangan itu, mereka dapat meraih kesuksesan dalam kehidupan sesuai bakat yang dimiliki.

Pendidikan ABK
Muhammadiyah memiliki komitmen dalam pendidikan ABK melalui pendirian SLB (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Child Education Majalah Mentari Bulan 9 Tahun 2013, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Perkembangan ABK Dipengaruhi oleh Sikap Lingkungan
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...