Peringati Hari Antikorupsi, IMM Djazman Adakan Diskusi Publik

“Ada tiga hal sebuah bangsa dapat dihancurkan. Ketiga hal itu adalah narkoba, pornografi dan korupsi. Tiga hal ini bukan saja ada motif bisnis di dalamnya, melainkan sebuah desain internasional yang sudah terstruktur.”

PDMJOGJA.ORG – Bantul, Untuk memperingati Hari Antikorupsi Internasional yang jatuh setiap tanggal 9 Desember maka pada tanggal 10 Desember Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta mengadakan diskusi publik di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan yang dihadiri oleh sejumlah kader IMM se-DIY dan Angkatan Muda Muhammadiyah kota Yogyakarta.

Peserta diskusi publik untuk memperingati hari anti korupsi yang diadakan oleh PC IMM Djazman Al Kindi
Peserta diskusi publik untuk memperingati hari anti korupsi yang diadakan oleh PC IMM Djazman Al Kindi

Kegiatan yang berlangsung selepas salat isya ini mengangkat tema “Corruption : The Structured Genocide” KH. Ashad Kusuma Djaya yang merupakan pendiri Pojok Antikorupsi sekaligus wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

“Ada tiga hal sebuah bangsa dapat dihancurkan. Ketiga hal itu adalah narkoba, pornografi dan korupsi. Tiga hal ini bukan saja ada motif bisnis di dalamnya, melainkan sebuah desain internasional yang sudah terstruktur.” tutur Ashad mengawali pembicaraan.

Menurut Ashad jihad melawan korupsi merupakan jihad yang semestinya didahulukan pada masa sekarang ini. Hal ini ia sampaikan disertai dengan mengutip data yang disampaikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menunjukan dalam kurun waktu 1 Januari s.d. Juni 2017 terdapat 226 kasus korupsi yang terungkap, 587 orang pelaku dan 1.83 T kerugian Negara dengan nilai suap sebesar 118.1 M.

“Kalau uang sebanyak itu dipakai untuk biaya kuliah di UAD bisa gratis.” ujarnya.

Ashad Kusuma Djawa sebagai pembicara pada seminar yang diadakan oleh PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta
Ashad Kusuma Djawa sebagai pembicara pada seminar yang diadakan oleh PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta

Diantara problem tindak kasus korupsi yang ada ialah orang yang terjerat kasus tersebut tidak sadar kalau dirinya melakukan korupsi. Bisa jadi hal ini karena mereka tidak siap dengan menajemen administrasi serta akuntabilitas tantang keuangan yang beredar.

“Korupsi dapat diberantas dengan cara pencegahan secara berjamaah. Adapun cara yang dapat diupayakan antara lain : optimis bahwa kita mampu, ibda’ binafsik (memulai dari diri sendiri), dan membangun jaringan dengan sama-sama melakukan pengawasan dan pencegahan.” ungkapnya.

Untuk menutup pemaparan Ashad menyampaikan harapan terkait Mahasiswa yang dikenal memiliki integritas yang tinggi serta sikap independen diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjawab permasalahan ini. Yang mana, kejahatan tersebut acap kali terjadi pada pejabat yang duduk atas nama rakyat.


Kontributor : Mas DF (Medkom Djazman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait