Peranan Perpustakaan dan Informasi dalam Dinamika Persyarikatan

PENULIS H Marwan DS (Penasehat PDM Kota Yogya 2015/2020)

Sejak kelahiran Muhammadiyah, konsep dakwah mengalamai perluasan makna dan cakupan. Dakwah tidak lagi sebatas dan identik dengan berceramah. Aktivitas yang terkait dengan penyelenggaraan rumah sakit, pendidikan, panti sosial dan tentu saja aktivitas penyelenggaraan pengajian dan pengkajian serta berceramah adalah dakwah. Semua aktivitas yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yag sebenar-benarnya, adalah dakwah. Aktivitas dakwah kemudian dilembagakan dan diorganisir secara permanen oleh Muhammadiyah.

Setelah berjalan satu abad, pelembagaan dakwah yang dirintis dan diperkenalkan oleh Muhammadiyah sudah menjadi milik umat Islam secara umum. Semua kegiatan dan aktivitas dakwah umat Islam telah terlembagakan dengan baik. Pelembagaan kegiatan dakwah yang di masa lalu masih terasa asing, sekarang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas dakwah umat Islam. Tantangan kedepan masalah dakwah makin komplek, apalagi dengan perkembangan tehnologi informasi yang hampir-hampir  tidak kenal batas.

Peranan penguasaan informasi dalam semua aktifitas manusia sama dengan keberadaan manusia itu sendiri. Makin berkembang peradaban manusia makin banyak dibutuhkan informasi untuk menyelesaikan masalah. Jika setiap individu mempunyai informasi yang cukup tentang pekerjaan atau tugas yang diembannya maka keberhasilannya akan lebih besar. Demikian juga apabila manusia terikat dalam organisasi yang ingin mencapai tujuan yang sama maka kebutuhan informasi menjadi nomor satu. Organisasi dapat melaksanakan aktifitasnya dengan baik  untuk mencapai tujuan apabila menguasi informasi secara utuh dan benar.

Sejarah membuktikan bahwa apapun profesi manusia membutuhkan informasi. Seorang politikus yang akan maju sebagi kandidat anggota legislatif  atau eksekutif memerlukan informasi. Seorang pedagang / saudagar supaya usaha dagangnya sukses memerlukan informasi. Seorang Panglima perang untuk menyusun strategi perang memerlukan informasi. Ahli strategi Cina “Sun Tsu” mengatakan jika anda ingin memenangkan perang ketahui sebanyak-banyaknya tentang musuh, tentang  medan (lingkungan) serta jangan lupakan tentang kekuatan sendiri. Jika hal ini telah dilaksanakan maka 90 % kemenangan akan diperoleh dan 10 % tinggal pelaksanaan. Pernyataan ini menjadi acuan para pebisnis Cina dan mewabah di seantero dunia dalam semua dinamika kehidupan manusia.

Muhammadiyah sejak kelahiran Muhammadiyah dalam melaksanakan dakwahnya berpijak pada kondisi yang berlaku. Artinya  Muhammadiyah menyusun program dengan informasi yang cukup sehingga tahu benar apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.  Kondisi kebodohan dikalangan masyarakat maka didirikan sekolah, kesehatan masyarakat yang memburuk di dirikan rumah sakit, banyak anak yatim terlantar didirikan panti asuhan demikian seterusnya. Oleh karena itu membalik-balik sejarah Muhammadiyah dibidang informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

Para pendahulu Muhammadiyah telah meletakan pentingnya peranan perpustakaan dan informasi. Perpustakaan menghimpun  berbagai buku-buku menyangkut ilmu pengetahuan umum dan agama sebagai referensi setiap aktifitas dakwah, sedangkan informasi adalah semua bahan keterangan yang dikumpulkan dalam kurun waktu tertentu, tempat tertentu dalam upaya menyusun program atau kegiatan.  Bahasa yang popoler digunakan adalah data primer dan data sekunder. Makin banyak data yang dipunyai maka makin tajamlah kebijakan / program yang akan disusun.

Perkembangan tehnologi informasi yang makin maju dan  didukung dengan perangkat organisasi Majelis Perpustakaan dan Informasi sebagai pembantu pimpinan bagi tiap tingkatan persyarikatan,  sudah seharusnya program persyarikatan makin baik dan makin tajam. Tidak sepantasnya lagi ada kegiatan-kegiatan asal-asalan tidak berpijak kepada kebutuhan lapangan, hanya sekedar pemenuhan keinginan seseorang berdasarkan imajinasi.

Khusunya untuk Majelis Perpustakaan dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Yogyakarta mempunyai peranan sentral, istilah  militer berperan “dominan”. Sebab program MPI bukan semata-mata dalam lingkup majelisnya sendiri tetapi dia merupakan melintas disemua program mulai dari program umum sampai kepada program majelis dan lembaga lain. Mengapa demikian, karena jika sudah membicarakan program adalah  menyangkut “strategi dakwah” maka penguasaan kondisi daerah kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah  harus dikumpulkan, meliputiDa

  1. Kondisi obyektif (ciri-ciri) obyek dakwah.
  2. Kondisi subyektif (kebutuhan, persoalan yang mereka hadapi dan sebagainya.
  3. Faktor lingkungan dakwah

Sudahkan hal ini  dilaksanakan? Jika kondisi ini terhimpun maka inilah yang disebut ”peta dakwah”. Seandainya peta dakwah dapat terwujud maka makin jelas arena perjuangan dakwah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Insya Allah program-program PDM Kota Yogyakarta makin fokus dan keberhasilan program akan dapat terukur.

Foto MPI diawal berdiri
Para pendahulu Muhammadiyah telah meletakan pentingnya peranan perpustakaan dan informasi (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Opini Majalah Mentari Bulan 5 Tahun 2013, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Peranan Perpustakaan dan Informasi dalam Dinamika Persyarikatan
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...