Peranan Guru dalam Bimbingan Belajar

Oleh : Giri Prakoso (Pengajar SD Muh Purwodiningratan I)

Sebelum kita masuk kedalam pada pembahasan yang lebih detail tentang pembelajaran penulis ingin memberikan teori dasar sampai seberapa jauh dan apa peranan dalam bimbingan belajar siswa, karena menjadi sangat penting sebagai landasan dasar sebelum kita memasuki lebih kedalam pada ranah pembelajaran yang sesungguhnya.

Perkembangan ilmu dan teknologi dan disertai dengan perkembangan sosial budaya yang berlangsung dengan deras dewasa ini, peranan guru telah meningkat dari sebagai pengajar menjadi pembimbing. Tugas dan tanggung jawab menjadi lebih meningkat terus, yang kedalamnya termasuk fungsi-fungsi guru sebagai perancang pengajaran (designer of instruction), pengelola pengajaran (manager of instruction), evaluator of student learning, motivator belajar, dan sebagai pembimbing.

Guru sebagai designer of instruction atau perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan (merancang) kegiatan belajar-mengajar secara efektif  dan efisien. Untuk itu seseorang guru harus memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang prinsip-prinsip belajar sebagai suatu landasan dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar.

Guru sebagai manager of instruction (pengelola pengajaran) dituntut untuk memiliki kemampuan mengelola seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan kondisi-kondisi belajar sedemikian rupa sehingga setiap murid dapat belajar dengan efektif dan efisien.

Sedangkan guru dengan fungsinya sebagai evaluator of student learning, dituntut untuk secara terus menerus mengikuti hasil-hasil (prestasi) belajar yang telah dicapai murid-muridnya dari waktu kewaktu. Informasi yang diperoleh melalui cara ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan titik tolak untuk menyempurnakan serta meningkatkan proses belajar mengajar sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.

Guru sebagai pembimbing, dituntut untuk mengadakan pendekatan bukan saja melalui pendekatan instruksional akan tetapi dibarengi dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach) dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Dengan pendekatan pribadi semacam ini guru akan secara langsung mengenal dan memahami murid-muridnya secara lebih mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruhan proses belajarnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pembimbing sekaligus berperan sebagai pembimbing dalam proses belajar mengajar. Sebagai pembimbing dalam belajar mengajar diharapkan mampu :

  1. Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses belajar.
  2. Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya.
  3. Mengevaluasi keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.
  4. Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap murid dapat belajar sesuai dengan karakteristik pribadinya.
  5. Mengenal dan memahami setiap murid baik secara individual maupun secara kelompok.

Untuk itu para guru memahami prinsip-prisip bimbingan dan menerapkan dalam proses belajar mengajar.

Menurut Perceivel M. Hutson dalam bukunya “The Guidance Function in Education” (Hutson, Peresivel M. Tahun 1963, halaman 727), guru yang dapat berperan sebagai pembimbing yang efektif adalah guru yang memiliki kemampuan (kelebihan) dalam hal-hal sebagai berikut :

  1. Mengajar bidang studi, yaitu guru yang :
    1. Dapat menimbulkan minat dan semangat dalam bidang studi yang diajarkan.
    2. Memiliki kecakapan sebagai pemimpin murid dan sebagai guru yang berorientasi.
    3. Dapat menghubungkan materi pelajaran kepada pekerjaan-pekerjaan praktis.
  2. Hubungan siswa dengan guru, yaitu guru yang :
    1. Dicari oleh siswa untuk memperoleh nasehat dan bantuan.
    2. Mencari kontak dengan siswa diluar kelas.
    3. Memimpin kelompok dan aktivitas-aktivitas.
    4. Memiliki minat pelayanan sosial.
    5. Telah membuat kontak dengan rumah.
  3. Hubungan guru dengan guru, yaitu guru yang :
    1. Menunjukkan kecakapan bekerjasama dengan guru lain.
    2. Tidak menimbulkan antagonisme.
    3. Menunjukkan kecakapan untuk berdiri secara kritis.
    4. Menunjukkan kepemimpinan yang tidak mementingkan diri sendiri.
  4. Pencatatan dan penelitian, yaitu guru yang :
    1. Mempunyai sikap yang ilmiah obyektif.
    2. Lebih suka mengukur daripada menebak.
    3. Berminat dalam masalah-masalah penelitian.
    4. Efisien dalam masalah-masalah penelitian.
    5. Melihat kesempatan untuk penelitian dalam kegiatan-kegiatan.
  5. Sikap professional, yaitu guru yang :
    1. Sukarela untuk melakukan pekerjaan ekstra.
    2. Telah menunjukkan dapat menyesuaikan diri dan sabar.
    3. Memiliki sikap yang konstruktif.
    4. Berkemauan untuk melatih pekerjaan.
    5. Memiliki semangat untuk memberikan layanan kepada siswa, sekolah dan masyarakat.

Demikian teori sepintas untuk pembimbingan siswa dalam belajar, tentu saja selain guru perlu adanya sinergi dalam pendampingan anak dalam belajar, yaitu orang tua dan masyarakat.

Guru berperan aktif dalam bimbingan belajar murid
Guru berperan aktif dalam bimbingan belajar murid (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Opini Majalah Mentari Bulan 7 Tahun 2010, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait