Pengetahuan Manajemen

Gambar Pengetahuan Manajemen
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Sebuah organisasi bisa dikatakan dinamis manakala mengalami perubahan. Organisasi mengalami pergerakan karena sedari awal dibentuk telah memiliki niat untuk mencapai tujuan. Ketercapaian tujuan diukur dengan target yang telah ditentukan. Namun dalam kenyataannya pengalaman membuktikan organisasi bisa bertahan dengan baik bahkan mengalami perkembangan, namun disisi lain tidak sedikit kita temui bahwa organisasi mengalami hambatan atau bahkan pingsan hingga tidak ditemukan dalam kondisi siuman.

Organisasi yang baik, adalah organisasi yang tanggap terhadap kebutuhan manusia. Ia terus berupaya beradaptasi dengan lingkungan agar memberi dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Lajunya bisa perlahan tapi pasti, bisa pula cepat, tergantung pengelolaanya. Apabila dapat memberikan kepuasan atas harapan manusia pada saat tertentu, maka orang tersebut akan merasa senang. Namun sebaliknya, orang akan merasa kecewa apabila pengharapannya tidak terpenuhi.

Pengetahuan manajemen semakin tak terbantahkan kebutuhannya terhadap perkembangan organisasi. Munculnya pengetahuan manajemen dilatarbelakangi oleh keyakinan akan besarnya manfaat pengetahuan bagi organisasi. Dengan memiliki pengetahuan manajemen yang baik, maka pengelolaan organisasi menjadi lebih efektif dan efisien. Karena pengetahuan ini memuat penciptaan, cara-cara memperoleh, pengelolaan, berbagi dan aplikasi.

Pada tingkat berbagi dan aplikasi, pengetahuan manajemen akan bisa dirasakan manfaatnya, ketika hasil karya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena pengetahuan ini akan meresap pemakaiannya untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pengetahuan manajemen dianggap sebagai pemicu SDM dalam arena persaingan.

Ada beberapa cara untuk memperoleh dan menyebarluaskan pengetahuan dalam organisasi :

1. Sharing

Harta bila dibagi maka masing-masing akan memperoleh setengahnya. Pengetahuan kalau dibagi maka masing-masing akan mendapat satu bagian, dan bila dijumlah akan menjadi dua bagian. Sharing atau berbagi dalam sebuah organisasi menjadi kewajiban. Karena organisasi memiliki tujuan. Misi yang hendak diraih harus dilaksanakan dengan kerja sama antar lini. Sehingga masing-masing bagian akan merasakan gerakan secara bersama pula.

Sharing memberi dampak yang signifikan terhadap keutuhan organisasi. Jaring-jaring organisasi semakin rekat, menyulam lobang dan memperkokoh pondasi. Berbagi juga memberi dampak yang dahsyat terhadap keikutsertaan komponen yang ada dalam organisasi. Bukan hanya pihak dari dalam saja, namun pihak luarpun akan tertarik dan memberikan kontribusi yang positif terhadap organisasi.

Pengetahuan baru akan tercipta apabila pengetahuan tersirat dapat dinyatakan secara eksplisit menjadi sebuah inovasi. Penciptaaan pengetahuan merupakan penataan kembali ide-ide sehingga memiliki pandangan yang baru. Pengetahuan baru ini harus dikuasai oleh individu yang berupa pandangan, intuisi, dan (bisa berupa) firasat untuk bisa digunakan dalam organisasi.

2. Pelatihan

Perkembangan masyarakat yang dibarengi dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan semakin tampak nyata dirasakan. Dalam beberapa segi iptek menjadi obor dalam mencari jejak perjalanan menuju kesejahteraan masyarakat. Karena pengetahuan menjadi pilar utama dalam membangun misi peradaban, maka mutlak hukumnya bagi organisasi untuk meraih bulir-bulir pengetahuan melalui sumber daya manusia yang dimiliki.

Pengetahuan manajemen tidak hanya sebagai wacana belaka dalam mengembangkan organisasi. Ia harus dibarengi dengan praktek dan aplikasi dalam mengelola organisasi. Maka yang pertama harus diterapkan adalah dengan adanya pelatihan. Work shop dilakukan tidak hanya sekedar memenuhi target yang telah ditetapkan. Justru dengan pelatihan, akan ditemukan metode-metode baru yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Dengan cara yang telah terlatih, diharapkan SDM yang membawa amanah untuk mengelola organisasi menjadi semakin baik.

3. Penerapan

Setelah pengetahuan manajemen dipelajari dan diresapi, dilanjutkan dengan pelatihan yang memadai, maka langkah selanjutnya menempatkan organisasi pada jalur sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Sebagai akibatnya, maka penerapan aturan-aturan main yang hendak dilalui harus ditetapkan untuk menjadi pedoman. Dengan aturan atau prosedur diharapkan organisasi dapat melaju sesuai harapan.

Saat ini dan yang akan datang, manusia dihadapkan pada pilihan yang banyak ragamnya. Media informasi sangat berlimpah untuk memenuhi kebutuhan. Bila menginginkan suatu, tidak perlu repot harus mengunjungi tempat yang jauhnya bahkan puluhan kilometer. Cukup dengan gadget yang dimiliki. Itulah hasrat manusia sekarang. Tidak perlu ribet. Organisasi harus mampu menjawab keinginan manusia tersebut. Oleh karenannya organisasi yang geliatnya lincah saja yang mampu menjawab perkembangan jaman. Aturan yang diterapkan bersifat lentur, elastis, simpel tapi tetap tegas.

4. Kompetisi

Sekarang, orang berdesak-desakan memperoleh sebuah kursi untuk sebuah impian. Mengapa demikian? Karena hanya organisasi tertentu saja yang menyediakan. Di pihak lain, ada banyak organisasi yang menjual murah bahkan obral untuk sebuah kursi impian. Mereka mampu membius orang untuk takjub. Mereka juga mampu menyediakan segala keinginan kebutuhan masyarakat.

Kompetisi tidak mengenal sirkulasi berhenti. Jalan yang dilalui ibarat pegas tak berujung, terus berputar tanpa mengenal tanda titik. Tiga tahapan yang selalu diolah, sharing pengetahuan yang berwawasan ke depan, pelatihan yang sesuai dengan kondisi dan penerapan yang dibumbui dengan pengembangan. Dengan demikian kata ajaib kompetisi akan selalu tergenggam, dan bukan masalah untuk selalu berada dilandasan pacu.

5. Media komunikasi

Sebutkan dengan jari, bidang apa yang tak terhubung dengan teknologi komunikasi dan informasi. Mantra yang selalu dihembuskan untuk masyarakat pengguna komunikasi dan informasi tak pernah mengenal modern. Implikasinya, berarti harus selalu up date dalam setiap pernyataan dan tindakan.

Pengetahuan dan penguasaan informasi menjadi wajib. Pengembangan informasi harus selalu digali baik lewat lembaga lain ataupun dengan SDM yang dimiliki. Jangan sampai ranah yang sepenting ini hanya dianggap sepele.

Dalam persaingan yang semakin ketat, media komunikasi ternyata masih ampuh untuk mengepakkan sayap sebuah organisasi. Media inilah yang mampu membuat unggul sebuah organisasi, sekaligus dapat pula membuat sempoyongan seperti ditiup angin bak anai-anai.

Pengetahuan manajemen semakin tak terbantahkan kebutuhannya terhadap perkembangan organisasi
Pengetahuan manajemen semakin tak terbantahkan kebutuhannya terhadap perkembangan organisasi (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 8 Tahun 2014, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait