Pendidikan Kita Mau dibawa ke Mana ?

PENULIS Kisandrianto (Pengajar SMP Muh 4 Yogya)

Berbicara tentang pendidikan, pasti pemikiran kita ada pada guru, siswa, orang tua siswa, komite, masyarakat sekitar sekolah dan stakeholder yang terkait. Lingkungan yang demikian ini sudah lazim di mana-mana di lingkup dunia pendidikan. Seharusnya memang, dengan lingkup sekolah yang kompleks ini, bisa menjadi benteng yang ampuh untuk mendukung program pendidikan kita, terutama membawa anak bangsa kita menjadi siswa yang tangguh, cerdas, bermoral, bermartabat, dan sederetan ungkapan-ungkapan lainnya.

Tahun berganti, bulan berlalu, hari berganti, tak terasa pendidikan sudah sampai pada suatu transisi. Pendidikan yang dulu menjadi suatu yang tempat mencetak kader-kader yang ampuh, tangguh, bermoral, bermartabat, dan sebagainya, sekarang sudah mulai tergerus oleh putaran waktu. Sering kita jumpai tentang angka kriminalitas di Indonesia, lebih banyak justru dilakukan oleh orang-orang terpelajar. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan bagi kita semua sebagai pelaku dunia pendidikan baik sebagai guru, orang tua, masyarakat, komite, dan sebagainya. Ada apa sebenarnya dengan dunia pendidikan kita ini?

Dulu sering kita jumpai apalagi orang-orang sebelum kita, setiap siswa punya sopan santun, tingkah laku dan kepribadian yang baik sekali. Hal yang sederhana seperti mengucapkan salam pada bapak/ibu guru, berkata yang santun pada bapak ibu guru, memperhatikan bapak ibu guru ketika memberi arahan, nasehat ataupun materi pelajaran, lama kelamaan sudah mulai luntur seiring perkembangan waktu. Kadangkala kita jumpai di dalam maupun di luar sekolah, anak-anak jarang sekali mengucapkan salam, sering acuh dan berlalu saja ketika bertemu, bahkan ada yang sengaja memalingkan mukanya. Walau itu tidak semuanya siswa demikian, tetapi bagaimanapun hal yang demikian ini harus menjadi perhatian yang serius bagi kita semua supaya tidak membawa virus yang lebih banyak lagi.

Kasus yang lain lagi kita jumpai terutama para pelaku dunia pendidikan dalam hali ini guru, siswa jika bertanya atau sekedar bertegur sapa dengan bapak/ibu guru di kelas kadang kurang memperhatikan nilai-nilai atau etika dalam ucapannya. Kalimat yang terlontar kadangkala tidak menunjukkan bahwa yang diucapkan itu sedang berhadapan dengan seorang guru yang harus dihormati. Tentunya setiap dialeg yang terlontar di setiap daerah berbeda-beda tergantung di mana daerah tersebut mempunyai adat/kebiasaan masing-masing. Tetapi memang justru kepolosan anak-anak tersebut dan keterbukaan di muka umum itu kita sebagai guru menjadi tahu sampai dimana anak-anak dalam pergaulan hidupnya. Tetapi yang sering kali mengejutkan adalah ucapan-ucapan atau tingkah laku mereka yang tidak menunjukkan sesuai dengan usianya. Apakah karena faktor tehnologi yang kadangkala tidak layak untuk konsumsi mereka, atau karena pergaulan mereka yang salah? Salah siapa ini? Tidak ada yang salah, karena kalau mencari kesalahan pada akhirnya cuma mencarai pembenaran sendiri dan tidak akan pernah menjadi bijak dan dewasa dalam bersikap. Lebih baik saling introspeksi bersama dari semua stakeholder yang terkait, baik dari guru, siswa, orang tua, komite, dan sebagainya. Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan kita bersama.

Wajah sarjana kita
Pendidikan dulu menjadi tempat mencetak kader ampuh sekarang mulai tergerus putaran waktu (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Opini Majalah Mentari Bulan 4 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar Pendidikan Kita Mau dibawa ke Mana ?
Jurnalis Jamaah
Jamaah Muhammadiyah (pimpinan, anggota, simpatisan dan pegawai) yang mengirim artikel dan berita ke redaksi Majalah Mentari dan PDMJOGJA.ORG. Artikel dan berita ini ditulis oleh penulis lepas / kontributor tidak tetap | Artikel dan berita yang ditulis adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi. Untuk mengirim tulisan silahkan kunjungi link berikut : pdmjogja.org/kirim-tulisan/.

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...