Peduli Tuberkulosis

Kuman Tuberkulosis atau TB disebut sebagai penyebab terjangkitnya seseorang penyakit TBC
Kuman Tuberkulosis atau TB disebut sebagai penyebab terjangkitnya seseorang penyakit TBC (Sumber gambar : Klik disini)

Kuman Tuberkulosis atau TB disebut sebagai penyebab terjangkitnya seseorang penyakit TBC. Penyakit yang ditandai dengan batuk berdahak berkepanjangan ini tergolong mematikan. Walaupun penderitanya terstigma dengan kondisi kumuh dan miskin, tetapi hakikatnya dapat menyerang siapa saja, siapapun, kapanpun dan dimanapun, baik orang kaya bahkan seorang dokter. Hal ini disebabkan penyebarannya yang relatif mudah dibanding penyakit lain. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kepedulian harus terus menerus ditingkatkan untuk memastikan tidak terpapar kuman tersebut.

Hampir setiap manusia, ditengarai, pasti terpapar kuman tersebut. Begitu mudahnya persebaran kuman TB hingga dapat memapar seseoranng melalui alat makan yang tidak steril, dan udara. Hanya saja, tidak semua kuman kemudian aktif dan menyebabkan penyakit TB. Dalam situasi tidak aktif, kuman Tuberkulosis mampu bertahan di tubuh manusia bertahun- tahun. Hingga saat tubuh seseorang dalam kondisi tidak prima, kuman tersebut akan menjadi aktif dan menyebabkan penyakit TB.

Kota Jogja adalah cermin masyarakat urban yang multikultural. Kepadatan penduduk sudah cukup tinggi. Data BPS menyatakan saat ini kepadatan penduduk Kota Jogja mencapai lebih dari 2000 Jiwa per Kilometer persegi. Kepadatan ini semakin bermasalah ketika terjadi di wilayah pinggiran sungai yang semakin rentan dengan berbagai masalah kesehatan. Maka wajar jika saat ini, sejak tahun 2016, setiap kelurahan di Kota Jogja terdapat kasus penderita Tuberkulosis. Bahkan trend dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Kondisi sosial masyarakat Jogja yang memprihatinkan ini harus disikapi oleh semua komponen masyarkat. Pemerintah kota harus memiliki peran yang vital dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai untuk memberikan tindakan kuratif kepada para penderita. Sementara pada sisi lain, gerakan civil society harus semakin nyata untuk melakukan edukasi dan advokasi kepada masyarakat yang rentan terhadap paparan penyakit tersebut. Pada konteks inilah Muhammadiyah Kota Jogja beserta ortomnya memiliki tanggung jawab besar untuk berpartisipasi dalam meminimalisir persebaran penyakit tersebut.

Pada beberapa minggu yang lalu, Muhammadiyah dan Aisyiah telah mendeklarasi program SSR TB Care Aisyiah sebagai wujud kepedulian persyarikatan terhadap tingginya penyebaran TB di Kota Jogja. Acara yang didukung oleh puskesma se kota Yogyakarta ini merupakan bagian dari program berskala nasional yang diprakarasai oleh PP. Aisyiah sebagai Prinsiple Recipient (PR) dari lembaga donor Global Funding ATM.

Gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang kesehatan memang bukan perkara baru. Infrastruktur kesehatan yang dimiliki oleh persyarikatan di wilayah kota Jogja cukup memadai untuk ambil bagian dalam melakukan tindakan kuratif terhadap para penderita TB di wilayah kota Jogja. Akan tetapi, satu hal yang lebih sulit kiranya adalah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menjadi mandiri dalam menjaga pola hidup sehat dan tidak rentan terhadap penyakit berkategori mematikan. Gerakan melalui pendekatan berbasis komunitas masyarkat adalah adalah tantangan tersendiri bagi Muhammadiyah karena hal ini akan mencerminkan kedekatan terhadap basis masyarakat di akar rumput. Kultur masyarakat Jogja yang urban dan mandiri terkadang menjadi tidak sederhana bagi Muhammadiyah untuk melakukan edukasi dan advokasi secara kultural.

Keberhasilan gerakan peduli TB berbasis komunitas ini akan mencerminkan dinamika dan soliditas basis akar rumput Muhammadiyah, Cabang dan Ranting, dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kerentanan penyebaran penyakit TB di lingkungan mereka.


Daftar Laporan Khusus “Sinergi Muhammadiyah dan Aisyiah Menanggulangi Tuberkulosis”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait