PDM Gelar Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Jogja

PDMJOGJA.ORG – GAMPING, Sudah menjadi tradisi tahunan, Muhammadiyah Jogja menggelar syawalan dan pamitan haji di penghujung bulan syawal. Pada tahun ini, PDM Kota Yogyakarta kembali menggelar agenda serupa dengan tajuk “Silaturahmi dan Mangayubagyo Jamaah Calon Haji 1437 H Keluarga Besat Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (26/7) bertembat di gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Tema yang diangkat pada syawalan tahun ini adalah Gerakan Pencerahan Menuju Perubahan Berkemajuan dan Berdaya Saing. Agenda ini dihadiri diisi diawali dengan sambutan walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua PDM Kota Yogyakarta, Akhid Widi Rahmanto yang sekaligus membuka secara resmi acara syawalan dan pamitan haji. Dalam kesempatan sambutannya, Pak Akhid menegaskan agas syawalan ini memiliki dampak yang positif terhadap kebersamaan warga Muhammadiyah kota Yogyakarta. “ Jangan sampai, agenda syawalan yang telah menjadi kegiatan rutin hanya berjalan sebagai rutinitas saja, baik teknis pelaksanaan maupun substansi pesannya.” Tegas Pak Akhid.

Agenda semakin menarik dengan tampilnya hiburan dari pelajar sekolah Muhammadiyah yang antara lain diisi dengan nyanyi tunggal islami oleh pelajar SD Muhammadiyah Sukonandi yaitu Nadhifa Azzahra Sasongko Putri, dan Fathin Ajwa Isnaini dari SD Muhammadiyah Suronatan. Fathin adalah pemenang FL2SN (Festival Lomba Lagu dan Seni Nasional) tingkat Provinsi yang akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta ke tingkat Nasional.

Kecuali diisi dengan ikrar syawalan oleh Slamet Widodo, SMA Muhammadiyah 4, dan pamitan haji oleh Mardiyono dari SD Muhammadiyah Sagan yang menjadi inti acara, pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada guru sekolah Muhammadiyah terlama dalam mengabdi di Amal Usaha Muhammadiyah.

Sebagai inti acara ada hikmah syawalan yang diisi oleh dua pembicara sekaligus, yaitu Agus Taufiqurrahman yang juga memberikan sambutan PP. Muhammadiyah, dan Suyoto, Bupati Bojonegoro Jawa Timur. Dalam uraian hikmah syawalan, Pak Taufiq menjabarkan ciri- ciri kesuksesan orang yang telah berpuasa di bulan Ramadhan. Terkait hal tersebut ia menjelaskan bahwa ciri orang muttaaqin harus dilihat pada keberlanjutan peningkatan ibadah di bulan selanjutanya. “ Orang yang telah berpuasa seharusnya imannya bertambah dan memiliki peningkatan ibadah seperti bersedekah dan keikhlasannya.”

Sementara Kang Yoto, demikian panggilan akrab bupati Bojonegoro tersebut, menjelaskan tentang tali pegangan manusia yang harus selalu dipegang agar tidak terjerembab dalam kenistaan.” Setiap orang memiliki hablun atau tali pengangan agar tidak jatuh dari status sebagai makhluk terbaik, tali tersebut adalah amal sholeh dan kepekaan terhadap kondisi kehidupan orang lain. Pungkas Kang Yoto.

Acara syawalan ini akhirnya ditutup dengan undingan doorprize yang memperebutkan hadiah utama dua buah sepeda motor.

Suasana Forum Silaturahmi dan Pamitan Calon Jamaah Haji MuhammadiyahPak Taufiq Menyampaikan Uraian Hikmah Syawalan

Pak Haryadi saat memberikan sambutan walikota Yogyakarta

Gambar PDM Gelar Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Jogja
Fuad Hasyim, S.S, M.A
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Yogyakarta, Dosen Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia, Pimpinan Redaksi Majalah Mentari

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...