Outdoor School Learning SD Muhammadiyah Pakel Sebagai Media Menumbuhkan Pribadi Berkarakter

Kegiatan Outdoor School tersebut bukan sekedar memindahkan pola pembelajaran ke luar kelas, namun lebih dari itu bertujuan untuk memberikan pengalaman terhadap anak agar terlibat langsung dengan lingkungan sekitar.

PDMJOGJA.ORG – Umbulharjo, Pendidikan karakter tidak hanya milik atau tugas dari mata pelajaran agama maupun PKn. Semua mata pelajaran memiliki tugas yang sama untuk mengembangkan karakter siswa. Dengan demikian, pendidikan karakter harus mendapatkan bagian tempat yang seluas-luasnya. Maka pendidikan karakter dapat dilakukan di mana saja dan kapanpun.

Pendidikan karakter merupakan paduan harmonis seluruh budi pekerti yang terdapat dalam ajaran agama. Kualitas karakter yang tinggi pada pribadi seseorang di mayarakat tentunya akan memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dalam berbangsa. Maka pengambangan karakter harus sejak dini dilakukan terhadap siswa agar secara perlahan dan simulkan melekat pada diri anak.

Pendidikan karakter masih menjadi konsen bagi setiap lembaga pendidikan dalam rangka meningkatkan kulitas hidup siswa yang berkemajuan. Berbagai cara telah ditempuh dengan harapan mendapatkan metode yang tepat dalam menanamkan karakter pada diri siswa. Sebab karakter yang didengungka selama ini adalah alasan utama agfar kelak genarsi bangsa mampu mengemban amanah sebagai pemimpin yang berkepribadian baik.

Dalam mendukung tercapainya karakter pada diri siswa tersebut, maka SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta melaksanakan kegiatan Outdoor School Learning Tema, yaitu pembelajaran di luar kelas sesuai dengan tema di sekolah. Kegiatan Outdoor School tersebut bukan sekedar memindahkan pola pembelajaran ke luar kelas, namun lebih dari itu bertujuan untuk memberikan pengalaman terhadap anak agar terlibat langsung dengan lingkungan sekitar.

Proses pembelajaran menggunakan alam sekitar sebagai media dianggap sangat efektif untuk memanajemen pengetahuan. Itu dapat terlihat dari sikap dan perilaku siswa saat kegiatan mengamati, merasakan dan memahami serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar sehingga mengasah kemampuan yang telah dimiliki. Kegiatan tersebut secara tidak langsung melibatkan kerjasama antar teman, melatih kemandirian, melatih kesabaran serta melatih kemampuan berkreasi dan berinovasi.

Dengan konsep interaksi siswa dengan alam maupun lingkungan sekitar dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir dan persepsi yang kreatif dari setiap siswa guna membentuk rasa kebersamaan, keterbukaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam terhadap masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar.

Program outdoor school learning SD Muhammadiyah Pakel
Program outdoor school learning SD Muhammadiyah Pakel

Kegiatan tersebut dilaksanakan 3 hari berturut-turut dengan lokasi yang berbeda-beda sesuai dengan tema pembelajaran pada jenjang kelas masing-masing. Kegiatan rutin tahunan tersebut dilaksanakan mulai hari Senin 2 Oktober sampai Rabu 5 Oktober 2017.

Alhamdulillah kegiatan Outdoor School Learning Tema berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana. Adapun kegiatan yang telah dilakukan anak-anak pada saat Outdoor School Learning Tema tersebut adalah:

Kelas 1

Anak-anak bersiap dari sekolah menuju ke Pasar Giwangan setelah kegiatan upacara Hari Kesaktian Pancasila.  Anak-anak membawa uang Rp 5.000,- dan kresek yang disiapkan oleh panitia untuk membeli sayur, buah maupun makanan yang lain. Anak-anak sangat antusias karena belajar berkomunikasi dengan para pedagang serta belajar bertransaksi dan belajar menghitung harga.

Selesai dari Pasar Giwangan anak-anak menuju ke UPT Gerabah Kasongan untuk belajar berkreasi membuat gerabah dari tanah liat. Anak-anak kenal dengan budaya lokal tentang berbagai macam gerabah. Selesai kegiatan anak-anak makan siang dan shalat jama’ah Dhuhur di masjid warga.

Kelas 2

Anak-anak bersiap dari sekolah menuju ke Museum Jendral Soedirman  setelah kegiatan upacara Hari Kesaktian Pancasila. Mereka sangat antusias dan menyimak informasi dari pemandu Museum. Sambil mengerjakan tugas yang telah disiapkan oleh sekolah, anak-anak antusias bertanya kepada pemandu museum tentang sosok Jendral Soedirman sebagai tokoh Muhammadiyah. Pemandu juga menjelaskan bahwa sosok Jendral Soedirman adalah tokoh muda yang sangat rajin ibadah dan berjiwa nasionalis tinggi. Selalu ikhlas dalam beramal dan memegang teguh prinsip hidup.

Acara selanjutnya menuju ke Musem Dirgantara AAU Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Anak-anak menonton film dokumenter tentang perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan khususnya di kota Jogja. Mereka sangat senang karena dapat melihat langsung pesawat-pesawat tempur bahkan bisa menaikinya.

Kelas 3

Anak-anak menuju ke Musem Gunung Merapi setelah melaksanakan shalat Dhuha di sekolah. Anak-anak sangat antusia karena mereka dapat melihat langsung proses kejadian Gunung Merapi meletus melalui film dokumenter. Sebagian besar anak-anak ada yang menangis karena kasihan melihat para korban yang kehilangan nyawa dan hartanya. Selesai nonton film, anak-anak bersama pemandu Museum berkeliling melihat isi museum sambil mengerjakan tugas yang telah disiapkan oleh panitia.

Siswa SD Muhammadiyah Pakel yang megikuti program outdoor school learning di Museum Gunung Api
Siswa SD Muhammadiyah Pakel yang megikuti program outdoor school learning di Museum Gunung Api

Kelas 4

Anak-anak menuju ke Kebun Plasma Nutfah Pisang Giwangan setelah jama’ah shalat Dhuha di sekolah. Mereka belajar tentang aneka macam tamanan, diantaranya pisang, mangga, rambutan serta belajar menanam dan merawat tanaman obat keluarga. Selesai acara menanam mereka menikmati juice sari pisang, keripik pisang dan panen pisang.

Setelah selesai acara, langsung menuju ke Pasar Pasty Dongkelan. Anak-anak sangat gembira karena dapat berinteraksi dengan orang banyak. Mereka belajar belanja di pasar serta dapat berkenalan dan berfoto dengan para turis dari luar negeri.

Kelas 5

Anak-anak menuju ke Mie Pasar Baru Monjali Sleman setelah shalat Dhuha berjama’ah di sekolah. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Mereka belajar cara membuat mie yang sehat. Mengetahui bahan-bahannya sampai pada praktek membuat mie dan menikmati mie hasil olahan mereka sendiri.

Selesai acara dari Mie Pasar Baru Monjali Sleman, menuju ke sekoalah namun mampir ke masjid Syuhada’ untuk shalat Dhuhur berjamaah.

Kelas 6

Anak-anak bersiap menuju ke Susu Kambing Perwira Kefir di Delanggu Klaten setelah shalat Dhuha berjama’ah di sekolah. Sampai di lokasi anak-anak diajak untuk melihat peternakan kambing yang akan diproduksi susunya. Anak-anak sangat senang karena dapat melihat langsung proses pemerahan susu sampai pada pengolahannya. Mereka mencicipi hasil olahan dari susu kambing tersebut.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, ternyata mampu memotivasi anak-anak untuk senantiasa bersikap lebih baik. Mereka belajar arti kesabaran, kejujuran, kemandirian, kerjasama, saling menghargai antar teman. Di samping itu mereka belajar arti hidup dengan melihat keadaan masyarakat sekitar sehingga diharapkan mampu menjadikan diri anak-anak sumber kekuatan menghadapi tantangan zaman.


Kontributor : Dafroz Al Jafary (Staff Pengajar SD Muhammadiyah Pakel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait