MPKU Ingin Memperkuat Gerakan Ini Dengan Aisyiah Sebagai Koordinatornya

Edi Sukoco
Edi Sukoco, Ketua MPKU PDM Kota Yogyakarta

Berikut wawancara Fuad Hasyim dari redaksi Majalah Mentari dengan Edi Sukoco selaku ketua Pelayanan Kesehatan Umat PDM Kota Yogyakarta seputar peran Muhammadiyah di TB Care.

Apa latar belakang Muhammadiyah Jogja mendorong gerakan TB Care?

Latar belakangnya adalah undangan kepada MPKU oleh SSR TB Care Aisyiah Jogja dalam rangka kepedulian terhadap persebaran Tuberculosis (TB) di kota Jogja. Penyakit ini memang susah diberantas, barangkali butuh waktu 50 tahun baru bisa selesai. Karena itu kita tawarkan program kerjasama karena MPKU juga punya program tersebut. Jadi kita ingin memperkuat gerakan ini dengan Aisyiah sebagai koordinatornya. Dengan demikian Aisyiah dan Muhamadiyah bisa eksis di permukaan, bahwa kita peduli dan mendukung pemerintah secara nyata. Sebab itu pula kemarin kita deklarasikan peduli TB.

Pada sisi lain, TB di Kota Jogja, menurut dinas kesehatan, mengalami peningkata signifikan, bahkan ditemukan TB MDR, yakni jenis yang resisten kepada obat-obatan anti TB. Ini susah diobati. Maka kita semangat mendukung Aisyiah. Kita tidak main- main, kita panggil ahli TB untuk memaparkan persoalan seputar TB, khususnya persebaran pada anak yang belum memiliki pertahanan yang kuat.

Kenapa TB, bukan yang lain?

Program ini sudah dinisiasi oleh Aisyiah hingga sekarang. Disamping itu, penularan TB di Indonesia menempati urutan dua di dunia. Memang sangat cepat karena satu orang penderita TB bisa menularkan 10 sampai 15 orang lainnya. Karena itu TB juga termasuk penyakit mematikan selain jantung.

Bagaimana agar gerakan ini bisa berlanjut paska deklarasi?

Tentu ada follow up sebagai implemetnasinya, akan kita kerjakan di lapangan dalam bentuk kegiatan membantu loby bagaimana pengobatan TB di masyarakat, sosialisasi di masyarakat. Aisyiah telah melakukan sosialisasi ketuk pintu rumah dan menemukan 8000 penderita di DIY. Inilah yang kita tindak lanjuti melalui kader SSR TB Care Aisyiah.

Bagaimana peran yang diambil oleh Muhammadiyah dalam kerjasama ini?

Salah satunya adalah dalam bentuk finansial, loby, dan tenaga. Kita perlu dukung para relawan Aisyiah dengan hal tersebut. Kita tidak mengandalkan dari Muhammadiyah saja, tetapi dari stake holder lain dan partner Muhammadiyah dari semua kalangan. Seperti kegiatan launching kemarin dukungannya luar biasa.

Apakah Muhammadiyah mengambil peran juga dalam pengobatan?

Kita juga coba ke arah kesana dengan kerjasama PKU untuk terapi kuratif. Prefentifnya kita sisipkan melalui ceramah muballigh Muhammadiyah di masjid oleh para khatib Muhammadiyah.  Kita audiensi dengan pemerintah misalnya Pakualam untuk kegiatan lain seperti soal gizi, pola hidup, dan remaja. Artinya kita tidak terburu- buru. Secara bertahap kita buat kegiatan melalui anggaran MPKU untuk kegiatan kerjasama dengan Aisyiah dan AUM kesehatan.

Kenapa Ormas perlu terllibat dalam hal ini?

Muhammadiyah sejak dulu berperan dalam kesehatan sebagai bagian dari implementasi gerakan riil. Sehingga masyarakat akan merasakan langsung peran Muhammadiyah melalui MPKU. Mungkin banyak sektor kesehatan lainnya yang akan kita garap.

Apakah dukungan dari pimpinan besar?

Kita telah melakukan audiensi dan jelaskan, ternyata luar biasa dukungannya. Ini bukan peran Majelis saja, sebenarya ini tugas juga pimpinan, maka responnya besar sekali ketika kegiatan deklarasi kemarin.

Bagaimana dukungan SDM dan infrastruktur yang kita miliki?

Kita punya dokter dan paramedis dan birokrasi sehingga mudah mendukung program kita, sejauh memang sejalan dengan kepentingan dan waktu yang mereka miliki.

Apa kendala di lapangan?

Ini soal waktu, jadi orang muhammadiyah itu pekerja semua dan sibuk semua. Ketika bicara Muhammadiyah mereka insya Allah akan membantu kita semampu mereka.


Daftar Laporan Khusus “Sinergi Muhammadiyah dan Aisyiah Menanggulangi Tuberkulosis”

Reporter : Fuad Hasyim

Liputan ini pernah dimuat di Rubrik Fokus Majalah Mentari Bulan 5 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Gambar MPKU Ingin Memperkuat Gerakan Ini Dengan Aisyiah Sebagai Koordinatornya
Fuad Hasyim, S.S, M.A
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Yogyakarta, Dosen Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia, Pimpinan Redaksi Majalah Mentari

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...