Menjaga Amanah

Gambar Menjaga  Amanah
Margianto, S.Ag, MA
Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta, Korps Mubaligh Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Makna Amanah

Amanah menurut bahasa Arab adalah  berasal dari kata amina- amanatan  yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Amanah menurut pengertian istilah  adalah sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak memilikinya (Ahmad Musthafa Al-Maraghi). Sedangkan menurut Ibn Al-Araby, amanah adalah segala sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya atau sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya untuk diambil manfaatnya.

 Dengan kata lain bahwa amanah adalah  menyampaikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidak mengurangi hak orang lain, baik berupa harga maupun jasa. Amanah dan iman memiliki hubungan yang sangat erat karena amanah lahir dari kekuatan iman sehingga hanya orang yang  berimanlah yang memiliki sifat amanah. Rasulullah saw. Bersabda :”Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama orang yang tidak menunaikan janji.” (HR. Ahmad). Salah satu cirri orang yang beriman adalah yang selalu menjaga amanah. Allah swt. berfirman :

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ

Artinya  : “dan orang-orang yang memilihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya” (QS. Al Mukminun : 8)

Perintah untuk selalu menjaga amanah

Manusia kelak akan dimintai pertanggung jawaban terhadap amanah yang diembannya. Wajib bagi kita untuk menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Allah swt. berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Artinya  : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. Al Anfaal : 27).

Salah satu faktor yang menyebabkan orang mudah melalaikan amanah yang diembannya adalah karena  harta, wanita dan tahta/kekuasaan.  Ketiga perhiasan dunia tersebut sangat mengiurkan dan mengoda manusia. Tidak sedikit orang yang hancur masa depannya, kariernya, jabatanya hanya karena harta, wanita dan tahta. Oleh karena itu sekecil apapun amanah yang dilaksanakan, maka memiliki dampak positif berupa kebaikan. Dan sekecil apapun amanah yang disia-siakan, niscaya memiliki dampak negatif berupa keburukan.

Dampak itu bukan hanya mengenai dirinya tetapi juga mengenai umat manusia secara umum. Seorang mukmin yang bekerja mencari nafkah dengan cara yang halal dan baik, maka akan memberikan dampak positif berupa ketenangan jiwa dan kebahagiaan bagi keluarganya. Lebih dari itu dia mampu memberi sedekah dan infak kepada yang membutuhkan. Sebaliknya seorang yang menganggur dan malas akan menimbulkan dampak negatif berupa keburukan, terlantarnya keluarga, kekisruhan, keributan dan beban bagi orang lain.

Kesalahan kecil dalam menunaikan amanah akan menimbulkan bahaya yang fatal. Bukankah terjadinya kecelakaan mobil ditabrak kereta, disebabkan hanya karena sopirnya lengah atau sang penjaga pintu rel kereta tidak menutupnya? Bahaya yang lebih fatal lagi jika amanah dakwah tidak dilaksanakan, maka yang terjadi adalah merebaknya kemaksiatan, kematian hati, kerusakan moral dan tatanan sosial serta kepemimpinan di pegang oleh orang yang bodoh dan zhalim. Rasulullah saw. Bersabda : Dan dari Jabir RA berkata, tatkala Nabi SAW berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata:Kapan terjadi Kiamat?” Rasulullah SAW terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata: Rasulullah SAW mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya. Berkata sebagian yang lain: Rasul SAW tidak mendengar”. Setelah Rasulullah SAW menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya: ”Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata orang Badui itu: ”Saya wahai Rasulullah saw.” Rasul SAW berkata: ”Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah Kiamat”. Bertanya: ”Bagaimana menyia-nyiakannya?”. Rasul SAW menjawab: ”Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah Kiamat(kehancuranya)” (HR Bukhari).

Bentuk-bentuk amanah

1. Amanah manusia terhadap Allah

Yaitu  manusia harus memiliki hubungan baik terhadap Allah (hablum minallah) berupa melaksankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya.inilah yang disebut dengan istilah taqwa.

Allah swt berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imron : 102)

Memanfaatkan dan menggunakan semua yang kita miliki baik harta maupun kekuasaan dan jabatan untuk sarana beribadah kepada Allah adalah termasuk amanah manusia kepada Allah.

Memanfaatkan dan menggunakan semua yang kita miliki baik harta maupun kekuasaan dan jabatan untuk sarana beribadah kepada Allah adalah termasuk amanah manusia kepada Allah
Memanfaatkan dan menggunakan semua yang kita miliki baik harta maupun kekuasaan dan jabatan untuk sarana beribadah kepada Allah adalah termasuk amanah manusia kepada Allah (Sumber gambar : klik disini)

2. Amanah manusia kepada orang lain

Yaitu manusia harus selalu hidup berdampingan/harmonis  dengan  orang lain atau yang disebut dengan istilah hamblun min annaas, Misalnya seorang pemimpin harus berlaku santun dan adil terhadap masyarakatnya,masyarakat juga harus menghormati pemimpinya dengan cara taat dan patuh terhadap peraturan,  para Kyai, Ulama serta ustadz harus baik  terhadap jamaahnya sehingga menjadi teladan dan panutan bagi umat, orang tua tidak melupakan tangung jawabnya terhadap anak-anaknya, guru, dosen dan tenaga pengajar yang lain selalu memberikan pendidikan yang baik, dll. Setiap orang dengan posisi dan statusnya masing-masing bisa berperan aktif dan memberikan manfaat bagi yang lain sehingga istilah in ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso,tut wuri handayani bisa diwujudkan. Allah swt berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا

Artinya : “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An Nisaa:58)

3. Amanah manusia terhadap dirinya sendiri

Yaitu manusia harus selalu menjaga dirinya untuk tidak melakukan hal yang membahayakan diri dan orang lain serta melakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Allah swt berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ

Artinya ; “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim ; 6)

Sebagai seorang muslim kita wajib menjaga dan melaksanakan amanah yang telah diberikan kepada kita termasuk amanah persyarikatan. Wujud nyata dari menjaga amanah persyarikatan adalah dengan terus aktif  berdakwah amar ma’ruf nahi munkar ke semua lapisan masyarakat serta sanggup melaksanakan dan melanjutkan amal usaha Muhammadiyah demi terciptanya  masyarakat yang berkemajauan.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Tabligh Majalah Mentari Bulan 8 Tahun 2018, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...