Menggerakkan Tekad Memenangkan Calon DPD RI Hasil Musyawarah

Gambar Menggerakkan Tekad Memenangkan Calon DPD RI Hasil Musyawarah
H. Ashad Kusuma Djaya
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta Periode 2015 - 2020 Membidangi sektor Hukum, HAM, Hikmah dan Kebijakan Publik

CATATAN KHUSUS : Ditulis untuk internal Persyarikatan Muhammadiyah khususnya bagi Pimpinan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta

Perlu disepakati bersama bahwa ketika memperbincangkan Calon Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah di kalangan warga dan pimpinan Muhammadiyah maka yang dibicarakan adalah Calon Anggota DPD RI yang diputuskan melalui musyawarah yang dilakukan oleh para pimpinan Muhammadiyah dalam menyerap aspirasi warga Muhammadiyah. Sekali lagi perlu ditegaskan, Calon Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah adalah hasil Musyawarah, bukan sekedar ia pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah dan ortomnya atau bukan sekedar karena yang bersangkutan punya Nomor Baku Muhammadiyah. Dengan demikian pencalonan Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah, adalah benar-benar merupakan hasil keputusan musyawarah dan bukan sekedar maunya orang yang mau dicalonkan itu, bukan sekedar karena maunya temannya, dan juga bukan sekedar karena maunya keluarganya. Calon Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah yang merupakan hasil keputusan musyawarah, tiada lain adalah Muhammad Afnan Hadikusumo (Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, eks penggiat Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, eks penggiat MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan eks Anggota DPRD DIY).

Musyawarah seperti apa yang memutuskan Muhammad Afnan Hadikusuma sebagai Calon Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah?

Musyawarah itu bernama Musyawarah Pimpinan Wilayah Khusus yang disingkat Musypimwilsus dan dilaksanakan pada tanggal 18 Pebruari 2018. Dalam melahirkan keputusan tersebut para utusan PWM, PDM-PDM, dan Ortom- ortom di tingkat wilayah telah melalui penjaringan aspirasi. Sebagai contoh PDM Kota Yogyakarta, melalui forum Musypimdasus pada tanggal 30 Januari 2018 dilakukan penjaringan dari PCM-PCM dan Ortom-ortom sehingga PDM Kota Yogyakarta mengusulkan tiga nama untuk dibawa ke Muspimwilsus yaitu Muhammad Afnan Hadikusumo, Arif Noor Hartanto, dan Ahmad Syauqi Suratno. Contoh lain penjaringan juga dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah dengan mengundang PDA se-DIY pada tanggal 27 Januari 2018 yang memunculkan tiga nama yang direkomendasikan yaitu Dyah Suminar, Muhammad Afnan Hadikusumo, dan Ahmad Syauqi Suratno, yang kemudian didasarkan atas rapat Pimpinan Harian PWA DIY dalam grup WhatsApp sepakat memasukkan nama Endang Wihdatiningtyas dan Isti’anah ZA sebagai wujud aspirasi kaum perempuan. PDM dan Ortom lainnya juga melakukan penjaringan yang serupa. Dari pengusulan PWM, PDM, dan Ortom di tingkat DIY, muncullah 14 nama, dan dari 14 nama itu yang mengembalikan berkas secara lengkap sebagai syarat untuk dipilih dalam Musypimwilsus hanya dua orang, yaitu Muhammad Afnan Hadikusumo dan Endang Wihdatiningtyas. Selanjutnya dalam Musypimwilsus, melalui mekanisme pemungutan suara terpilihlah Muhammad Afnan Hadikusumo untuk menjadi Calon Anggota DPD RI periode 2019-2024 yang akan didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah.

Bagaimana cara Muhammadiyah mendukung Calon Anggota DPD RI periode 2019-2024 hasil keputusan Musypimwilsus 2018?

Untuk mendukung hasil keputusan Musypimwilsus 2018 ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan.

  1. Pimpinan Muhammadiyah menggerakkan warga Muhammadiyah mengumpulkan KTP dukungan beserta pengisian formulir model F-1 DPD yang dilampirkan.
  2. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang secara teknis dijalankan oleh Tim pemenangan bentukan PWM DIY dengan dimotori oleh LHKP PWM DIY melengkapi berkas-berkas pendaftaran calon Anggota DPD RI 2019-2024 yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah.
  3. Mengantar pendaftaran calon Anggota DPD RI DPD RI 2019-2024 yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah.
  4. Mengkoordinir kampanye pemenangan sampai ke ranting-ranting, jamaah dan keluarga-keluarga di sekitar anggota Muhammadiyah, serta menyiapkan saksi-saksi untuk TPS dan terutama saksi kelurahan-kecamatan.
  5. Menggerakkan warga Muhammadiyah datang ke TPS dan mencoblos gambar Muhammad Afnan Hadikusumo.
  6. Mengawal hasil penghitungan suara jangan sampai dicurangi sampai ditetapkannya empat Anggota DPD RI terpilih dari DIY.

Bagaimana jika KTP warga Muhammadiyah sudah digunakan untuk mendukung calon lain?

Prinsipnya, KTP yang digunakan untuk mendukung calon Anggota DPD RI hasil Musyawarah adalah KTP yang belum digunakan untuk mendukung calon Anggota DPD lainnya dan bukan KTP dari warga yang masih aktif sebagai PNS. Jika memang sudah terlanjur karena ketidaktahuan sebelumnya di sebuah Cabang atau Ranting Muhammadiyah beberapa KTP warganya diminta untuk calon Anggota DPD lain, maka tidak perlu warga yang bersangkutan disuruh mencabut foto copy KTP dukungannya dan tidak perlu dimintai lagi foto copy KTP-nya untuk menghindari dukungan ganda yang justru merugikan para Calon anggota DPD RI. Untuk warga yang KTP-nya telah digunakan untuk mendukung calon Anggota DPD lainnya hanya perlu diingatkan terus untuk nantinya tetap nyoblos Muhammad Afnan Hadikusumo sebagai calon Anggota DPD RI hasil Musyawarah di Muhammadiyah. Adapun yang perlu diiingat dalam pengumpulan KTP ini, jangan sampai lupa pemilik KTP yang difoto copy juga harus mengisi dan menandatangani formulir model F-1 DPD yang dilampirkan.

Apakah benar suara Muhammadiyah berpotensi pecah dalam mengusung calon anggota DPD?

Sebelumnya berhembus kabar kalau ada dua nama kader Muhammadiyah di luar keputusan Musyawarah Muhammadiyah juga ingin mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI, yaitu Syukri Fadholi (Mantan Wakil Bendahara PWM DIY, eks penggiat Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, eks Wakil Ketua DPRD DIY) dan Arif Noor Hartanto (eks penggiat Pemuda Muhammadiyah KG dan Wakil Ketua DPRD DIY). Namun jauh-jauh hari setelah beredar beritanya, SF  menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju menjadi calon Anggota DPD RI. Sementara ANH belum secara tegas mengklarifikasi berita tersebut sehingga diasumsikan saja bahwa berita ingin majunya ANH sebagai calon Anggota DPD RI adalah benar dan berpotensi memecah suara Muhammadiyah.

Seberapa besar potensi keterpecahan Muhammadiyah dalam pencalonan DPD RI?

Dari survei yang kami lakukan dengan melibatkan beberapa elemen seperti Kokam, Muhammadiyah dan Aisyiyah se-DIY, kami dapat angka kemungkinan keterpecahan itu. Angka terbesar adalah di Kota Yogyakarta yang menunjukkan bahwa ANH itu adalah fenomena Kota, bukan DIY, yaitu sebesar 38%. Sedang di luar kota, potensi keterpecahannya “hanya” sekitar 8 sampai 17 %. Rinciannya Bantul 17%, Gunungkidul 13%, Kulonprogo 10%, dan Sleman 8%. Jika kita gunakan data pileg tahun 2014, maka jika ANH benar-benar maju maka suara di Kota Yogyakarta untuk Muhammad Afnan Hadikusumo (Calon Anggota DPD RI hasil musyawarah) akan berpotensi kehilangan 38% dari 25.000 suara. Ada yang berargumentasi bahwa angka kecil itu karena caleg-caleg partai belum bergerak tandem untuk ikut mensosialisasikan ANH dalam kampanyenya, hal itu bisa kita ragukan dengan cukup melihat kecilnya angka tersebut yang tentunya saja akan membuat para caleg sangat berhati-hati membawa calon Anggota DPD yang justru berpotensi mengurangi keterpilihannya sendiri.

Bagaimana peluang keterpilihan jika suara Muhammadiyah pecah dalam mengusung calon anggota DPD?

Calon Anggota DPD RI hasil Musyawarah Muhammadiyah, Muhammad Afnan Hadikusumo, insya Allah masih akan terpilih menjadi Anggota DPD RI periode 2019-2024 dengan tetap seperti biasanya bertumpu pada gerakan yang mengkonsolidasikan potensi kader Muhammadiyah dari Wilayah hingga Ranting. Sedang calon lain juga masih memiliki potensi terpilih menjadi anggota DPD RI selama bisa merebut suara di beberapa basis lain yang tengah dilanda keretakan dukungan.

Musyawarah Pimpinan Wilayah Khusus Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan Afnan Hadikusumo sebagai calon DPD RI
Musyawarah Pimpinan Wilayah Khusus Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan Afnan Hadikusumo sebagai calon DPD RI

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...