Mengenal Penyakit Tuberkulosis

Gambar Mengenal Penyakit Tuberkulosis
Ahmad Ahid Mudayana, S.KM, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Beberapa waktu yang lalu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menggelar deklarasi kampanye anti Tuberkulosis. Kampanye yang dilakukan tersebut bukan tanpa tujuan, akan tetapi justru memiliki tujuan yang sangat penting. Tuberkulosis yang disebabkan oleh  microbacterium tuberculosis ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada paru-paru manusia. Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan pernafasan, batuk, dan juga dapat menyebar sampai pada syaraf otak. Jika dibiarkan maka penyakit ini dapat menggerogoti tubuh bahkan menyebabkan kematian bagi penderita penyakit tersebut.

uberkulosis yang disebabkan oleh microbacterium tuberculosis ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada paru-paru manusia
Tuberkulosis yang disebabkan oleh microbacterium tuberculosis ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada paru-paru manusia (Sumber gambar : klik disini)

Penyebab kematian biasanya disebabkan karena kegagalan dalam melakukan pengobatan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini, sehingga terlambat dalam melakukan pengobatan. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penyebab terjadinya kegagalan dalam pengobatan tersebut. Biaya yang mahal serta jangka waktu yang cukup lama yakni sekitar 6 bulan terkadang menjadi hambatan dalam pengobatan.

Saat ini jumlah penderita penyakit TB di Indonesia memiliki “prestasi” yang mengkhawatirkan yakni peringkat kedua dunia setelah India. Sebagai negara yang sedang berkembang menuju negara maju tentu ini sebuah persoalan yang sangat serius. Data kasus baru TB dari hasil survey Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan pada tahun 2013-2014 sebesar 403/100.000 penduduk. Jumlah prevalensi sebesar 660/100.000 penduduk. Dari hasil survey tersebut juga diperkirakan setiap tahun ditemukan satu juta lebih kasus TB Paru dengan angka kematian sebesar 100.000 orang/tahun atau 273 orang per hari. Sungguh suatu hal yang mengkawatirkan jika melihat data tersebut. Ini bisa menjadi bom Molotov yang bisa meledak setiap saat jika pemerintah tidak serius dalam menangani permasalahan penyebaran penyakit TB ini. Kurang seriusnya pemerintah dalam menanggulangi penyakit ini bisa dilihat dari anggaran yang disediakan untuk menangani penyakit ini, hal ini terlihat justru anggaran dana berasal dari bantuan lembaga dalam negeri maupun luar negeri.

Ada beberapa faktor yang menjadikan penyakit TB ini mudah menyebar dan menular diantaranya faktor ekonomi dan lingkungan. Kondisi ekonomi masyarakat yang sulit menjadikan faktor ini menjadi salah satu faktor yang sangat erta berkaitan dengan penyebaran penyakit TB.  Kemiskinan menjadi penyebab para penderita penyakit TB dari kalangan masyarakat miskin tidak bisa berobat secara maksimal. Kondisi perekonomian yang seperti itu menjadikan masyarakat kesulitan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Sehingga masyarakat yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin akan rentan terkena gizi kurang yang dapat memepengaruhi kondisi kesehatan tubuh, akibatnya memiliki kerentanan dalam terjangkit penyakit TB.

Faktor lingkungan juga berkaitan erat dengan penyebaran penyakit TB. Lingkungan  yang kumuh dan padat penduduk menjadi salah satu penyebab orang terkena penyakit TB. Hal ini dikarenakan pemukiman yang kumuh dan padat penduduk tidak memiliki fasilitas sanitasi yang memadai, selain itu kondisi udara serta pencahayaan dari matahari tidak bagus yang dapat menjadi tempat bakteri TB mudah untuk berkembangbiak. Sehingga menyebabkan kelompok yang rentan seperti orang tua dan anak-anak mudah terkena penyakit TB.

Penyakit TB ini bisa menular melewati seseorang yang sudah positif menderita TB melalui udara dari dahak yang berbentuk droplet. Seseorang yang dinyatakan menderita TB memiliki kuman dalam jumlah tertentu yang ada didalam paru-paru orang tersebut yang dapat diketahui melalui pemeriksaan di Laboratotium Kesehatan. Droplet yang mengandung bakteri tersebut akan terhirup oleh orang lain dan akan menetap tinggal didalam paru-paru orang yang menghirupnya. Kemudian baketri tersebut akan berkembangbiak dengan membelah diri sehingga jumlahnya akan semakin banyak. Jika jumlah tersebut semakin bertambah banyak maka oarng tersebut bisa secara positif terkena penyakit TB.

Gejala seseorang terkena TB antara lain pertama, batuk berdahaka secara terus menerus selama 3 minggu berturut. Kedua, berkeringat dimalam hari yang tidak jelas akibatnya, kondisi tubuh semakin melemah, dahak disertai darah, rasa sakit didada dan mengalami sesak nafas. Gejala-gejala tersebut harus diwaspadai sebagai gejala positif TB. Untuk itu kitaharus waspada terhadap diri kita, keluarga maupun masyarakat. Perilaku hidup sehat menjadi kunci penting untuk menghindarkan diri dari penyakit tersebut. Sehingga sudah saatnya kita melakukan pencegahan lebih dini agar tidak tertular penyakit TB dan dapat memmbantu pemerintah dalam mencegah serta menanggulangi penyebaran penyakit TB tersebut.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 5 Tahun 2017, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait