Mengembangkan karir pribadi

Siapa yang tidak ingin karir nya melesat ? Siapa yang tidak punya hasrat berkuasa? Siapa yang tidak memiliki keinginan gajinya naik? Tiga serangkai pertanyaan tersebut saling berkait dan selalu menjadi idaman setiap orang dalam bekerja. Pegawai negeri maupun swasta. Abdi Negara atau wiraswasta. Semua pasti mempunyai motivasi agar taraf hidupnya meningkat.

Dipandang dari sudut apapun, peningkatan taraf hidup menjadi dambaan setiap manusia. Terlebih bila ditinjau dari sudut agama. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, adalah mantra agar manusia terlecut untuk mengejar kehidupan. Dunia maupun akhirat. Apabila manusia sudah tidak memiliki gairah untuk meraih kehidupan yang lebih baik, sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi di bengkel hati. Pertanda sinyal keimanannya meredup.

Untuk mendapatkan kekuasaan dibutuhkan karier yang moncer. Kalau ingin kocek selalu tebal perlu jenjang karier yang pasti. Bila karier terus menanjak, pertanda bahwa kekuasan dan bayaran akan mengekor dengan sendirinya. Apakah karier, jabatan dan keuangan bisa digenggam dengan mudah?

Ternyata tidak. Dibutuhkan, kawan, relasi, lingkungan kerja, kebijakan manajemen dan aspek lain yang mendukung. Faktor luar sangat berpengaruh terhadap laju karier. Terang dan redupnya karier tidak hanya mencuat dari itikad pribadi yang kuat. Butuh kekuatan yang ekstra dari berbagai lajur yang dapat membangun karier.

Apa jadinya kalau faktor luar sudah tidak bersahabat mengiringi setapak jalan dalam menjemput impian yang bernama karier. Apakah eksistensi diri dalam merenda kehidupan akan berhenti atau malah berjalan mundur? Bagi orang yang mengaku beriman, tidak akan stagnan. Mereka selalu mencari celah dalam lorong-lorong kesuksesan, meskipun bermain tunggal. Orang lain dan lingkungan hanya akan dijadikan pijakan untuk meniti langkah ke depan. Mereka tidak menghiraukan sahabat, birokrasi, bahkan juga organisasi. Cita-cita untuk menginjak kehidupan yang lebih baik, harus dijemput sekalipun berjibaku dengan karier mandiri.

Bila karier terus menanjak, pertanda bahwa kekuasan dan bayaran akan mengekor dengan sendirinya.
Bila karier terus menanjak, pertanda bahwa kekuasan dan bayaran akan mengekor dengan sendirinya.

Bila faktor luar sudah tidak bisa dikompromikan untuk berlari, maka faktor pribadi yang harus didongkrak seoptimal mungkin. Pengembangan karier secara individu dapat dilakukan dengan:

(1) Prestasi Kerja

Dalam lingkungan kerja, makhluk yang bernama manajemen hanya akan melihat prestasi kerja. Bukan latar belakang suku, pendidikan atau keturu-nan. Manajemen akan selalu melihat dan mencatat sebagai progress record berda-sarkan pembagian tugas yang jelas. Grafik prestasi kerja merupakan report yang dilakukan oleh seseorang. Oleh karenanya sangat disarankan bagi calon pekerja untuk melihat secara teliti dan seksama, tugas yang akan diemban sebelum melakukan pekerjaan. Demikian pula, jangkauan dan tingkat kerumitan suatu pekerjaan, hendaknya pekerja mampu untuk mengukur dirinya. Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai.

(2) Exposure

Setelah prestasi yang ditoreh dapat menunjukkan angka yang signifikan, maka orang di sekeliling akan merasakan hasil kerja. Bahkan mereka tidak hanya melihat, tetapi akan mengenal lebih jauh dalam hal kepribadian dan karakter. Seorang pekerja sudah mampu sampai pada kondisi area untuk dinilai yang positip. Ketrampilannya bahkan mampu menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Cara bergaul, berinteraksi dan menyele¬saikan masalah mampu meningkatkan kinerja. Bahkan organisasi, dimana dia bekerja selalu menunjukkan kurva yang meningkat.

(3) Kutu Loncat

Ada kalanya, kejenuhan datang secara tiba-tiba. Setelah sekian lama bermandikan keringat dan kadang berdarah-darah, karier tak jua kunjung dipetik. Mentok. Tetap dan konstan yang didapat. Lebih mengenaskan lagi, kalau ganerasi pendatang mampu menancapkan taji dan berperan aktif dalam dinamika organisasi. Kemana karier hendak dicanangkan. Kemana muka hendak ditaruh. Berfikirlah yang membangun motivasi. Berarti tidak cocok kerja di tempat itu. Jenjang karier tidak harus dijumput dalam satu organisasi. Pindah pekerjaan sudah jamak dilakukan oleh semua orang. Lompatan kerja kerap dijalani, manakala perusahaan dimana ia mengabdi, sudah tidak kondusif lagi. Bertebaranlah kesetiap sudut dunia, niscaya engkau akan menemukan yang kau cari. Itulah nasehat Imam Syafi’i.

(4) Mentor dan Sponsor

Mentor dapat ditafsirkan sebagai orang yang menawarkan bimbingan karier. Lembaga psikologi yang mampu membimbing dalam konsultasi kerja, sudah bermekaran. Mentor sangat diperlukan untuk menapaki jenjang karier. Organisasi yang modern, telah mampu menyediakan konsultan pribadi maupun pekerjaan. Stres di lingkungan kerja, himpitan kebutuhan hidup, selalu mewarnai langkah seseorang dalam meniti karier.

Sponsor tidak harus diharfiahkan penyandang dana. Sponsor dapat diperluas pengertiannya, menjadi orang yang dapat menciptakan kesempatan dalam pengembangan karier bagi orang lain. Mendekati support.

Berbahagialah orang yang bekerja di sebuah organisasi yang mampu menyediakan sponsor. Berarti organisasi tersebut memiliki naluri untuk menumbuh kembangkan sumber daya manusia yang dimiliki. Orang yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, SDM tersebut untuk mengembangkan organisasi agar melesat. Simbiose mutualisme.

(5) Meraih Kesempatan untuk Tumbuh

Cara ini hanya dilakukan oleh orang yang memiliki motivasi yang tinggi. Waktu luang sangat dimanfaatkan. Baginya, mengembangkan pribadi merupakan kebutuhan. Bukan asal ada kesempatan. Bukan mumpung ada peluang. Harus mencipkatan peluang. Ia juga tak tergoda dengan adanya finansial. Ia juga tak terpengaruh terhadap fasilitas. Baginya selalu lebih baik yang dicari.

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari terbitan MPI PDM Kota Yogyakarta No. 7 Tahun ke-9, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait