Mengelola Logistik Medis Rumah Sakit Muhammadiyah

Gambar Mengelola Logistik Medis Rumah Sakit Muhammadiyah
Ahmad Ahid Mudayana, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Pengelolaan logistik medis dibeberapa rumah sakit dinilai sangat penting. Hal ini dikarenakan biaya untuk pengelolaan logistik medis sangat tinggi. Tingginya biaya pengelolaan ini disebabkan karena beberapa hal diantaranya mahalnya harga logistik medis seperti obat dan alat-alat kesehatan, dan biaya pemeliharaan yang tinggi. Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai salah satu rumah swasta pun harus mulai memikirkan pengelolaan logistik medis yang efisien dan efektif. Efisiensi dan efektifitas sangat diperlukan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat yang menggunakan jasa rumah sakit.

Demi menciptakan pengelolaan yang efektif dan efisien maka perlu dijalankan fungsi manajemen logistik. Menurut Aditama (2010) fungsi-fungsi manajemen terdiri dari fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan, fungsi penganggaran, fungsi pengadaan, fungsi penyimpanan dan penyaluran, fungsi pemeliharaan, fungsi penghapusan, dan fungsi pengendalian. Semua fungsi manajemen logistik tersebut harus dijalankan dengan baik jika tujuan untuk menciptakan pengelolaan yang efektif dan efisien hendak tercapai.

Pertama, fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan. Rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan logistik medis harus terlebih dahulu membuat perencanaan. Hal ini bertujuan untuk menentukan langkah serta merumuskan sasaran sehingga mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan yang baik tentu akan menjadikan logistik medis mudah untuk dikelola. Rumah sakit dalam merencanakan kebutuhan logistik medis bisa berdasarkan beberapa hal diantaranya menggunakan metode konsumsi dan metode morbiditas. Perencanaan menggunakan metode konsumsi dilakukan dengan cara melihat kebutuhan logistik tahun sebelumnya. Sedangkan metode morbiditas dengan melihat sepuluh besar penyakit yang diderita pasien dirumah sakit. Berdasar penelitian yang dilakukan oleh Darmawati dan Mudayana (2015) bahwa perencanaan dengan metode tersebut sangatlah penting dan terbukti cukup efektif untuk dilakukan meskipun ada kendala seperti obat yang dipesan sudah habis terpesan oleh rumah sakit lain. Penggunaan kedua metode tersebut dapat menghasilkan perencanaan yang efisien. Selain berdasar kedua metode dalam menentukan kebutuhan logistik medis juga bisa dengan menggunakan metode yang lain dalam menentukan jumlah yang harus dipesan.

Ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan jumlah kebutuhan logistik medis salah satunya dengan Material Requirement Planning (MRP). Metode ini menggunakan beberapa rumus dalam menentukan jumlah kebutuhan yang harus dipesan diantaranya Lot for lot, Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ). Lot for lot bertujuan untuk menghemat biaya penyimpanan logistik medis. Perhitungan dengan EOQ dapat menentukan jumlah pesanan yang ekonomis sehingga kebutuhan biaya dapat diperkirakan. Sedangkan, POQ dapat memberikan data biaya persediaan yang lebih kecil dengan biaya pemesanan yang sama. Dar hasil penelitian yang dilakukan oleh Hefriyanto dan Mudayana (2015) bahwa metode MRP cukup efektif dan efisien digunakan untuk merencanakan kebutuhan logistik medis.

Kedua, fungsi penganggaran sangat penting sehingga rencana anggaran yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Jika anggaran yang disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan maka dapat berdampak pada pengelolaan keuangan rumah sakit. Persediaan anggaran harus sesuai dengan perencanaan kebutuhan logistik medis agar tidak menimbulkan kerugian. Ketiga, fungsi pengadaan harus disesuaikan dengan perencanaan dan penganggaran. Hal ini dikarenakan jika pengadaan tidak sesuai dengan rencana maka dapat mengganggu pelayanan karena bisa dimungkinkan terjadi kekurangan stok logistik medis. Pada saat pengadaan juga perlu diperhatikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan pesanan. Jika tidak diperiksa secara detail maka bisa dimungkinan terjadi ketidaksesuaian dalam pemesanan.

Keempat, fungsi penyimpanan harus dilakukan sesuai dengan standar yang ada. Penyimpanan bahan medis memiliki standar tersendiri karena sifat dari bahan tersebut. Selain itu, penyimpanan bahan medis juga harus disimpan dalam tempat yang aman agar tidak membahayakan pengunjung yang ada di rumah sakit. Selain itu, juga perlu dilakukan pendistribusian yang tepat sehingga dengan keterbatasan tempat penyimpanan maka dapat menghemat biaya penyimpanan. Kelima, fungsi pemeliharaan untuk menghindarkan bahan medis yang disimpan dari kerusakan. Fungsi ini juga sangat penting karena untuk melakukan pemeliharaan bahan medis juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apabila pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik maka dapat mengakibatkan bahan medis yang disimpan mudah rusak. Hal ini tentu akan merugikan rumah sakit karena telah mengeluarkan biaya pembelian serta pemeliharaan dan dapat mengganggu pelayanan kesehatan kepada pasien di rumah sakit.

Keenam, fungsi penghapusan dilakukan untuk menghapus bahan-bahan medis yang mengalami kerusakan atau kadaluarsa. Hal ini dilakukan agar rumah sakit tidak mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menyimpan dan memelihara bahan medis tersebut. Penghapusan hendaknya dilakukan dalam periode tertentu yang diatur dalam peraturan rumah sakit. Ketujuh, fungsi pengendalian yang berfungsi untuk mengawasi setiap proses fungsi manajemen logistik. Adanya pengendalian maka pihak manajemen bisa dengan mudah mengelola logistik medis tersebut. Pengendalian juga berfungsi untuk mendeteksi secara dini jika ditemukan permasalahan sehingga bisa dengan cepat teratasi dan tidak menimbulkan kerugian.

Ketujuh fungsi manajemen logistik tersebut harus dilakukan jika rumah sakit Muhammadiyah ingin mengelola manajemen logistik medis secara baik. Jika rumah sakit Muhammadiyah mampu mengelola secara efektif dan efisien tentu dapat bermanfaat bagi pelayanan dirumah sakit tersebut. Belum banyak rumah sakit Muhammadiyah yang mampu mengelola logistik rumah sakit secara baik sehingga mengganggu perkembangan rumah sakit kedepannya. Sudah saatnya rumah sakit Muhammadiyah membuat model pengelolaan logistik yang efektif dan efisien. Model pengelolaan tersebut bisa dijalankan oleh seluruh rumah sakit Muhammadiyah sehingga mempercepat perkembangan rumah sakit Muhammadiyah yang saat ini sudah mulai tersaingi dengan rumah sakit swasta lainnya. Jika mampu mengelola secara efektif dan efisien tentu akan meringankan biaya pelayanan kesehatan bagi pasien tanpa mengurangi mutu pelayanan. Kedepan ini menjadi tantangan bagi rumah sakit Muhammadiyah jika ingin teres berkembang mengikuti perkembangan pengetahuan dunia perumah sakitan.

Sudah saatnya rumah sakit Muhammadiyah membuat model pengelolaan logistik yang efektif dan efisien
Sudah saatnya rumah sakit Muhammadiyah membuat model pengelolaan logistik yang efektif dan efisien (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 11 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait