Mengelola Keuangan bagi Sebuah Organisasi Nirlaba

Gambar Mengelola Keuangan bagi Sebuah Organisasi Nirlaba
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Mengelola keuangan bagi sebuah organisasi pasti dilakukan diatas aturan yang telah disepakati. Aturan itu dapat berupa kesepakatan bersama tanpa harus merujuk pada sistim ilmu akutansi, atau dapat pula dengan konsultan akuntan publik. Tata kelola yang demikian itu adalah kemandirian dalam mengatur dana. Berbeda dengan pemerintah.Karena pemerintah yang mengelola uang milik rakyat.Sehingga setiap rupiah pasti ada alasan yang logis, mengapa uang itu digunakan.Pertanggungan jawabnya telah diatur oleh undang-undang yang telah disahkan oleh dewan.

Meskipun sama-sama menggunakan uang, dengan tujuan yang sama pula , namun sirkulasi mulai perencanaan sampai pada pelaporannya sangat berbeda. Antara instansi pemerintah dengan organisasi nirlaba memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengelolaan dan pelaporan. Keuangan negara harus di audit sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dan disahkan oleh alat-alat Negara. Hasilnya dilaporkan kepada masyarakat lewat wakilnya dan dapat pengesahan sebagai  pertanggungjawaban. Sedangkan organisasi masyarakat atau nirlaba, laporannya ditujukan pada masyarakat untuk mendapat pengakuan dan memiliki nilai amanah.

Uang yang dikelola oleh organisasi nirlaba memang berdasarkan kepercayaan.Mengemban amanat untuk memutar keuangan dipercayakan kepada orang yang memiliki kredibilitas yang tinggi dalam masyarakat.Ketrampilan dan pengetahuan tentang keungan mungkin tidak begitu penting. Tata kelola mulai dari pengadaan, penggunaan hingga pelaporan tidak perlu runtun  sesuai dengan kaidah keuangan. Sistim akutansinya juga tidak perlu rumit. Masyarakat hanya ingin mengetahui bahwa penggalangan dan pemakian dana berdampak langsung atau dapat diujudkan dalam karya yang nyata. Oleh karenanya, kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus mampu diemban oleh pengurus atau orang yang telah diberi kewenangan.

Cakupan manajemen keuangan dalam organisasi masyarakat meliputi : perolehan, penggunaan dan  pengelolaan. Prinsip ini sama seperti dengan  perusahaan-perusahaan yang membutuhkan uang sebagai tujuan. Perolehan dana, merupakan aktifitas sebuah organisasi dalam menggali kantung-kantung sumber daya keuangan yang ada di masyarakat. Butuh ketrampilan yang mumpuni untuk mendapatkan simpati.Diperlukan hasil yang konkrit dan dapat dirasakan langsung oleh donatur.Ada trik-trik tertentu, sehingga si pemberi tak segan untuk merogoh dompet.

Metode yang dijalankan oleh sebuah organisasi sehingga memperoleh dana yang besar dari masyarakat, memang tidak lepas dari sistim keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Mereka secara realistis telah mempergunakan dana sesuai dengan pasokannya. Tidak besar pasak dari pada tiang, namun juga tidak pelit dalam membelanjakan.Mampu merealisasikan antara tujuan dengan pelaksanaanya.Sumber perolehan dikelola dengan baik, dimanfaatkan sesuai dengan budget yang ada dan diinformasikan kepada public.Dibutuhkan kinerja yang tidak singkat untuk dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Disamping itu, organisasi juga harus cerdas memilih orang yang tepat untuk mendistribusikan dana untuk membiayai roda organisasi.

Manajemen keuangan dalam organisasi memiliki fungsi yang sama. Baik organisasi nirlaba maupun yang bukan.Karena secara prinsip fungsi manajemen keuangan menekankan pada efektifitas dan efisiensi.Menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran.Ada perbedaan antara fungsi manajemen keuangan dengan fungsi manajemen secara umum.

Planning

Merencanakan merupakan bagian dari kehidupan manusia modern. Tanpa perencanaan segalanya akan mengalir tanpa arah. Dengan perencanaan yang matang kegiatan manajemen dalam sebuah organisasi akan berjalan sesuai dengan harapan. Tidak akan banyak dijumpai tambal sulam di beberapa sektor. Atau bahkan banyak dijumpai lubang tanpa ada yang menutupi.

Perencanaan dapat berupa bagian-demi bagian yang nantinya akan rangkum secara keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah organisasi pemuda di kampung akan menyelenggarakan turnamen sepak bola. Dibentuklah devisi-devisi untuk menangani pekerjaan yang spesifik. Perlengkapan diberi beban untuk mempersiapkan sebuah lapangan lengkap dengan peralatannya. Humas mendapatkan job untuk perijinan dan komunikasi antar klub sepak bola. Perencanaan yang sehat, masing-masing devisi akan membuat kerangka acuan sampai dengan detail pekerjaan sesuai dengan bidang tugasnya. Rencana ini dikomunikasikan dengan devisi lain dalam ajang koordinasi. Demikian pula dengan planning keuangan. Rencana anggaran keuangan pasti terkait langsung dengan bagian yang lain. Sehingga antar bagian memiliki alur tugas dan kewajibannya.

Budgetting

Setelah anggaran direncanakan dengan baik, pekerjaan berikutnya adalah menyalurkan dana pada masing-masing bagian sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahap penyaluran ini, perlu diingat ada skala prioritas. Kebutuhan mana yang harus didahulukan. Prinsip sektor budgeting ini harus berpedoman efisien. Namun bukan lantas kikir. Efisien digunakan merujuk pada asas manfaat. Bila memang berdaya guna dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, tidak ada salahnya seorang bendahara menggelontorkan dana.

Controlling

Pengendalian keuangan bersifat mutlak. Sifatnya tertutup. Tidak semua anggota atau bahkan pengurus mengetahui keuangan secara rinci. Karena ferivikasi bidang keuangan bersifat khusus. Hanya orang tertentu dan terlatih dapat memahami sirkulasi uang dalam sebuah organisasi. Antara pengguna dana dengan tim pemeriksa, dalam struktur organisasi harus terpisah. Tidak ada relasi sedikitpun dalam pembagian tugas. Sehingga fungsi kontrol dapat berjalan sebagaimana sebuah organisasi yang professional.

Auditing

Auditing bisa diterjemahkan secara sederhana sebagai pemeriksaan keuangan. Kalau controlling lebih menekankan pada struktur organisasinya, pembagian tugas, kalau auditing lebih banyak ke teknis pelaksanaan peredaran uang dalam organisasi. Auditing memang sebaiknya harus ada kesepakatan tertulis antara pemegang kas keuangan dengan tim pemeriksa. Mengapa demikian? Karena audit uang tidak semua orang menguasai, dan tidak semua orang mampu mengelola uang dengan benar. Apalagi dituntut harus bekerja yang efisien. Godaan untuk menggunakan dana yang melebihi dari semestinya selalu ada. Auditor dituntut untuk selalu mengawasi sirkulasi keuangan  agar sesuai dengan perencanaan. Auditor harus tegas manakala pengguna dana sudah mulai menginjak kaki keluar dari garis yang telah ditetapkan.

Reporting

Perbedaan manajemen secara umum dengan manajemen keuangan terletak pada reporting atau pelaporan. Kalau manajemen  berakhir pada evaluasi, kalau keuangan berakhir pada pelaporan. Sebab pelaporan keuangan inilah yang membedakan sebuah organisasi mendapat julukan yang amanah atau khianat. Apalagi organisasi nirlaba ini tidak memiliki kewenangan menghukum seseorang , kalau orang itu tidak amanah. Sehingga sebuah organisasi masa harus memiliki sistim tersendiri agar terhindar dari kebocoran.

Walaupun nirlaba keuangan NGO harus dikelola secara profesional
Walaupun nirlaba keuangan NGO harus dikelola secara profesional (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 6 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait