Membumikan Gerakan Dakwah Kultural

Gambar Membumikan Gerakan Dakwah Kultural
Ahmad Ahid Mudayana, S.KM, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Memasuki abad kedua ini tantangan Muhammadiyah masih sangat beragam. Salah satu diantaranya yaitu tantangan berdakwah amar ma’ruf nahi munkar. Melihat perkembangan masyarakat saat ini tantangan berdakwah semakin berat. Era globalisasi dan semakin majunya tekhnologi serta pergeseran sikap masyarakat yang cenderung individualistis menjadi tantangan dalam berdakwah saat ini. Saat ini tantangan untuk mengumpulkan masyarakat dalam sebuah kegiatan seperti pengajian tentu lebih sulit jika dibandingkan mengumpulkan masyarakat untuk kegiatan yang sifatnya hiburan. Perlu ada cara yang dilakukan agar dakwah tetap berjalan dan masyarakat mau mengikuti kegiatan berupa pengajian. Pendekatan-pendekatan secara kultural sangat diperlukan sehingga masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran Muhammadiyah. Dakwah dengan pendekatan kultural masyarakat setempat bertujuan untuk mempermudah jalan dakwah Muhammadiyah.

Buku Dakwah Kultural Terbitan MTT PP Muhammadiyah
Buku Dakwah Kultural Terbitan MTT PP Muhammadiyah ( Sumber Gambar : Klik Disini )

Gerakan dakwah kultural merupakan sebuah strategi dakwah untuk menanamkan nila-nilai islam dalam dimensi kehidupan dengan memperhatikan manusia sebagai makhluk berbudaya. Dakwah ini mengedepankan kreatifitas dan inovasi dengan lebih beradaptasi pada budaya masyarakat saat ini. Ada beberapa contoh dakwah kultural yang dilakukan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Memadukan pendekatan budaya dengan dakwah akan menjadi hal menarik dalam menerapkan metode dakwah kultural. Atau dengan membentuk komunitas-komunitas seperti komunitas sepeda, macapatan, dan lainnya. Pendekatan-pendekatan seperti itulah yang saat ini diperlukan sehingga dakwah amar ma’ruf nahi munkar bisa berjalan dengan baik. Melihat kondisi masyarakat saat ini sudah kurang tepat jika kita hanya berdakwah dengan satu metode saja. Melainkan diperlukan sebuah inovasi dengan mencari metode-metode baru sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

Perlu dipahami bahwa budaya yang dimaksud disini bukanlah budaya yang bertentangan dengan ajaran islam. Akan tetapi, budaya sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat dalam berkehidupan yang sesuai dengan ajaran islam. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat tidak hanya sekedar rutinitas biasa. Tetapi, didalam kegiatan itu juga terdapat unsur religiusitas (ibadah). Hal ini yang harus mnejadi perhatian dalam melakukan dakwah kultural agar dakwah yang dilakukan mudah diterima dimasyarakat. Kondisi saat ini dimana semakin seringnya paham-paham baru muncul ditengah-tengah masyarakat juga bisa ditangkal dengan dakwah kultural. Keberadaan paham tersebut justru membuat kehidupan masyarakat menjaditidak tentram dan cenderung memicu konflik. Sehingga salah satu cara yang efektif dengan gerakan dakwah kultural sebagai perisai bagi masyarakat untuk menghindarkan diri dari paham-paham yang bertentangan dengan ajaran islam.

Saat ini, masih belum banyak yang membumikan gerakan dakwah kultural karena masih berpegang teguh pada dakwah konvensional. Memang dakwah konvensional tetap diperlukan seperti pengajian rutin, tadarus bersama. Akan tetapi, dakwah konvensional perlu diperkuat dengan gerakan dakwah kultural karena melihat kondisi masyarakat kita saat ini. Keberagaman budaya yang ada dimasyarakat kita saat ini tentu harus kita sikapi secara bijaksana. Adanya dakwah kultural yang disesuaikan dengan kehidupan masyarakat saat ini tentunya akan lebih mudah diterima. Dalam artian bahwa budaya tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertentangan dengan ajaran islam.

Sudah seharusnya ini dilakukan untuk melunturkan kesan ekslusifitas yang selama ini sering melekat pada Muhammadiyah. dengan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui dakwah kultural tentu masyarakat akan sangat merasa senang. Seperti yang dahulu pernah dilakukan oleh A.R Fakhruddin ketika beliau berdakwah dibeberapa tempat di Indonesia. Termasuk ketika beliau mengubah pengajian yasinan yang dilakukan secara rutin oleh sekelompok masyarakat menjadi sebuah pengajian tafsir. Pada akhirnya beliau selalu diundang untuk mengisi pengajian tersebut sehingga Muhammadiyah bisa dikenal secara lebih dekat oleh masyarakat. Apa yang dilakukan oleh AR Fakhruddin tersebut mampu menepis berita-berita miring terkait Muhammadiyah. Selain menepis berita miring, justru menjadikan masyarakat penasaran ingin mengenal lebih jauh lagi tentang Muhammadiyah serta keinginan untuk mengikuti ajaran islam yang disampaikan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk terus membumikan gerakan dakwah kultural. Tinggal bagaimana upaya kita untuk menemukan ide-ide kreatif dan inovatif didalam berdakwah. Pemberdayaan kader-kader sangat diperlukan untuk menggali ide kreatif dan inovatif tersebut. Sehingga dakwah kultural ini benar-benar membumi dan mampu menjadi perisai untuk melindungi masyarakat dari hal-hal negatif yang bisa menjerumuskan kedalam lembah kesesatan. Sebagai warga persyarikatan, kita harus memberikan kontribusi dengan terlibat aktif dalam setiap gerakan dakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah sehingga tetap bisa berkontribusi bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara. Sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya yang diridhoi Allah SWT.

Artikel ini pernah dimuat di rubrik Bina Kader Majalah Mentari Bulan 8 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Transformasi Pendidikan Muhammadiyah di Era Revolusi Industri Baru

IKHTISAR Muhammadiyah telah menapaki usianya ke-107 tahun. Sungguh, tidak ada satupun organisasi di negara ini yang masih sesegar dan sedinamis...

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan dan anggota,...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan rasul yang...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di kala amanah...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk ketika menghadapi lingkungan...