Membangun Keluarga Sehat

Gambar Membangun Keluarga Sehat
Ahmad Ahid Mudayana, S.KM, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Paradigma yang berkembang tentang kesehatan saat ini lebih mengarah kepada pemeliharaan kesehatan yang lebih menekankan pada kegiatan promotif dan preventif dibandingkan kuratif. Pergeseran paradigma tersebut juga mengakibatkan terjadinya pergeseran program kebijakan yang lebih terpadu, sehingga sasarannya pada kesehatan keluarga atau masyarakat. Tingginya biaya pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor dari pergeseran paradigm tersebut. Jika dilihat dari sisi ekonomis, tentu memelihara diri agar tetap sehat itu lebih murah dan mudah dibanding jika kita menggunakan pelayanan kesehatan pada saat sakit.

Sudah saatnya kita menerapkan kehidupan yang sehat didalam keluarga kita. Akan sangat menguntungkan jika keluarga kita bisa memelihara kesehatannya. Di antara keuntungan dengan memelihara kesehatan keluarga yaitu pertama, tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk memeriksakan anggota keluarga ke dokter atau rumah sakit. Biaya tersebut bisa dialokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting semisal biaya pendidikan atau asuransi kesehatan. Kedua, tidak mengganggu aktifitas sehari-hari. Kehidupan yang sehat menjadikan akan memperlancar aktifitas keseharian mulai dari sekolah, bekerja atau aktifitas lainnya. Ketiga, keluarga akan lebih bahagia. Kebahagian didalam keluarga terkadang tidak membutuhkan biaya yang mahal, cukup dengan hidup sehat bisa menjadikan keluarga kita bahagia.

Jika keluarga kita mampu hidup sehat tentu keinginan untuk menggapai keluarga yang sejahtera akan lebih mudah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapai keluarga sehat. Pertama, lingkungan rumah harus bersih. Kebersihan itu merupakan sebagian dari iman, maka dari itu bersihkanlah rumah secara rutin. Tidak lupa melibatkan seluruh anggota keluarga untuk turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Kedua, berolahraga secara rutin setiap hari minimal 30 menit. Olah raga bersama dengan keluarga akan semakin menyenangkan dan menambah kebahagiaan. Olah raga akan menjadikan stamina dan kondisi tubuh kita tetap prima dan tidak mudah terserang penyakit. Ketiga, sediakan makanan yang bergizi untuk keluarga. Makanan yang bergizi seperti sayuran hijau, buah-buahan, daging, telur, ikan. Awasi anak-anak agar tidak makan atau jajan sembarangan karena bisa berakibat pada munculnya penyakit seperti diare. Selain itu jajan sembarang juga membahayakan kesehatan tubuh dalam jangka panjang termasuk bisa mengurangi kecerdasan anak.

Keempat, menyempatkan waktu untuk berekreasi bersama keluarga. Rekreasi bersama keluarga bisa menghilangkan stress sewaktu bekerja, juga dapat menghilangkan stress pada anak akibat rutinitas sehari-hari. Rekreasi tidak harus mahal yang terpenting bisa membahagiakan keluarga. Carilah tempat rekreasi yang tenang dan aman seperti di pantai, kebun binatang, taman kota, pegunungan. Kelima, cek kesehatan keluarga secara rutin. Melakukan cek kesehatan untuk mengetahui status kesehatan, sehingga kita dengan mudah dapat melakukan yang harus dilakukan jika terjadi gangguan kesehatan pada keluarga kita. Keenam, menjadi peserta asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan bisa membantu keluarga kita seandainya ada yang sakit sehingga kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari dana tambahan karena semua sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan. Di anjurkan untuk mengikuti BPJS Kesehatan disamping biaya lebih murah, ini merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah melalui BPJS Kesehatan.

Sudah saatnya kita mewujudkan keluarga sehat sehingga keinginan untuk mewujudkan keluarga sejahtera bisa tercapai. Salah satu ciri dari keluarga sejahtera yaitu keluarga hidup sehat. Selama ada niat dan kemauan, maka untuk mewujudkan keluarga sehat bukanlah sesuatu hal yang sulit. Mari kita mulai dari keluarga kita, dari keluarga yang sehat bisa menghasilkan Negara yang sejahtera.

Keluarga Sehat Investasi Bangsa
Keluarga Sehat Investasi Bangsa (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 10 Tahun 2014, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...