Masyarakat Kota Yogyakarta Bersama Muhammadiyah Kota Yogyakarta peduli TB

Pakualaman – PDMJOGJA.ORG, Data dari WHO Global Tuberculosis Report 2016 menyatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk 254.831.222, menempati posisi kedua dengan beban Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. TB di Indonesia merupakan penyebab nomor empat kematian setelah penyakit kardiovaskular. Survei memperkirakan prevalensi TB sebesar 660/100.000 atau berarti bahwa 0,65% populasi Indonesia menderita TB, atau setara 1.600.000 kasus TB, dimana tiap tahun terjadi 1.000.000 kasus baru. Sementara case detection rate hanyalah sebesar 33% atau sekitar 670.000 untuk kasus-kasus yang hilang. Menurut data terakhir, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang TB dan bagaimana mengakses pengobatan. Hanya 26% dari populasi umum dapat mengidentifikasi tanda dan gejala utama TB. Hanya 19% yang mengetahui bahwa TB bisa diobati secara gratis. Sementara itu satu orang yang tidak terdeteksi dan tidak menjalani pengobatan bisa menularkan TB pada 10-15 orang lainnya dalam 1 tahun kontak dekat.

Sumber dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 2 tahun terakhir menunjukkan peningkatan jumlah kasus TB semua type yang cukup sifgnifikan dimana disebutkan pada tahun 2015 terdapat 2.789 kasus TB dan 2.974 kasus TB pada tahun 2016. Sementara itu di Kota Yogyakarta di tahun 2016 menunjukan adanya peningkatan penemuan kasus TB di semua tipe, yaitu sebesar 986 kasus dibanding tahun 2015 yaitu sejumlah 812, belum lagi bertambahnya penemuan kasus TB MDR (Multi Drug Resistance) atau TB Kebal Obat yang sangat berbahaya dan dengan masa pengobatan yang lebih lama.

Dengan berbagai data diatas Muhammadiyah khususnya ‘Aisyiyah sangat memiliki perhatian khusus terhadap penanggulangan TB. Salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah dibentuknya unit pelaksana program penananggulangan TB dengan nama Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah (SSR). “Community TB-HIV/AIDS Care ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan pelaksana program yang konsen pada upaya-upaya penanggulangan TB dan HIV berbasis komunitas, saat ini melakukan kegiatan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkiprah dan membantu pemerintah dalam hal penanggulangan TB-HIV”, ungkap Slamet Suhartono selaku Koordinator Program SSR DIY.

Salah satu kegiatan SSR DIY di Kota Yogyakarta adalah melakukan peringatan Hari TB Sedunia (TB Day) yang diperingati setiap tanggal 24 Maret. Dalam peringatan di tahun 2017 ini SSR Kota Yogyakarta melaksanakan serangkaian kegiatan. “Kegiatan pertama adalah Gerakan Ketuk Pintu 1.400 rumah dengan melibatkan 42 kader aktif pada tanggal 6 – 15 Maret 2017”, ungkap Rakhmawati selaku Koordinator Pelaksana Program SSR Kota Yogyakarta.

Setelah gerakan ketuk pintu, TB Day 2017 dilanjutkan dengan event puncak berupa Talkshow dan Deklarasi Penanggulangan / Pencegahan TB-HIV di Kota Yogyakarta yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 1 April 2017 di Lapangan Sewandanan, Pakualaman.

Talkshow ini dibuka dengan pidato kunci sekaligus penandatangan secara simbolis prasasti deklarasi oleh Wakil Gubernur D.I Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X. Dalam talkshow yang mengambil tema “Kondisi TB di Yogyakarta, Pentingnya Memeriksakan Diri & Mengobati sampai Tuntas” terdapat 3 materi yang disampaikan oleh 3 pembicara yang berbeda, yaitu :

  1. Dukungan Peryarikatan terhadap Program Pemerintah dalam Percepatan Penanggulangan TB-HIV di Kota Yogyakarta oleh Akhid Widi Rahmanto (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta).
  2. HIV di Kota Yogyakarta oleh dr. Tri Kusumo Bawono, S.E.
  3. Perkembangan TB terkini di kota Yogyakarta oleh dr. Yusrizal, Sp.P (PKU Yogyakarta).

Dalam talkshow yang dihadiri oleh sekitar 600 orang tersebut, Ketua PDM Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah bergerak di bidang kesehatan masyarakat sejak awal berdiri karena itu Muhammadiyah melalui Majelis MPKU dan ortom ‘Aisyiyah memiliki misi untuk terlibat dan bekerja sama dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang berprilaku hidup bersih dan sehat dalam bingkai nilai-nilai Islam.

Sedangkan Tri Kusumo Bawono menyampaikan dalam materinya bahwa dengan adanya kegiatan TB Day ini nantinya di kota Yogyakarta diharapkan akan tercapai beberapa hal berikut :

  1. Peningkatan Pengetahuan/Kesadaran : Meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga peka terhadap gejala-gejala TB, bahwa TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan dan tersedianya layanan diagnostik dan obat TB yang berkualitas dan gratis melalui sistem kesehatan masyarakat.
  2. Peningkatan Penemuan Kasus TB : Melakukan akselerasi penemuan kasus dengan cara mengajak masyarakat untuk melakukan tes TB jika menderita batuk
  3. Meningkatkan peran kader TB dalam penjangkauan dan penanganan kasus TB
  4. Pencegahan Kasus TB melalui PHBS dan kesadaran memakai masker bagi penderita

Rangkaian kegiatan TB Day 2017 ditutup dengan kegiatan Aksi Peduli TB dan Sosialisasi Penggunaan Masker pada hari Ahad, 2 April 2017 yang akan mengambil rute dari Taman Parkir Abu Bakar Ali sampa Alun-Alun Utara Yogyakarta. Aksi peduli tersebut dikakukan dengan cara membagikan selebaran tentang TB dan masker. “Mari kita semua untuk berusaha merubah dari paradigma lama ke pola pikir baru. Yaitu bagaimana melakukan suatu upaya promosi, preventif, dan proteksi dini, serta pembangunan kesehatan yang berkualitas. Arti nya bukan jasmani saja yg di tingkatkan tapi rohaninya pun harus di sejajarkan. tindakan-tindakan yang bersifat pencegahan (preventif), harus di utamakan ketimbang tindakan pengobatan dan penyembuhan (kuratif). Hal ini merupakan keharus bagi kita semua untuk direnungkan dan menjadi panduan manusia dalam membangun kesehatan individu dan masyarakat “, ajak H. Edi Sukoco,Amd.Kep selaku Ketua Panitia Bersama TB Day 2017 Kota Yogyakarta.

Deklarasi Penanggulangan dan Pencegahan TB di Kota Yogyakarta saat TB Day 2017
Deklarasi Penanggulangan dan Pencegahan TB di Kota Yogyakarta saat TB Day 2017

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait