Manajemen Industri

Gambar Manajemen Industri
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Bisakah organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dikelola dengan sistim manajemen industri? Atau dikelola dengan manajemen modern? Tentu saja bisa. Hanya saja harus ada batas-batas yang jelas, karena manajemen modern atau industri memiliki konotasi serba finansial. Setiap aktifitas disimbolkan dengan rupiah. Sedangkan Muhammadiyah sendiri merupakan organisasi nirlaba. Perhimpunan orang-orang yang telah sudi mewakafkan waktu dan tenaganya tanpa imbalan. Mereka terpanggil karena jiwa.

Muhammadiyah bukanlah organisasi yang menitik beratkan industri atau bisnis, meskipun Muhammadiyah sendiri memiliki industri yang pengelolaannya mendatangkan keuntungan. Dan sesungguhnya sebuah usaha memang harus mendatangkan laba. Hasil kelebihan itulah diperuntukkan menggerakkan organisasi itu sendiri (amal usaha)  dan bisa menghidupi organisasi induknya. Itulah misi yang harus diemban oleh Muhammadiyah. Tidak mengandalkan iuran anggota.

Harus mencari terobosan lain, karena mengelola persyarikatan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Muhammadiyah yang telah terlanjur besar harus memiliki mesin yang tangguh. Mesin tangguh harus digerakkan dengan energi yang besar pula.

Sebelum membahas pengelolaan Muhammadiyah yang bercita-cita berkemajuan, lebih dahulu dibahas tentang beberapa prinsip manajemen modern atau manajemen industry.

Dunia bisnis sekarang ini sudah memasuki zaman modernisasi.  Macam dan cara interaksi antara konsumen dan produsen berbeda jauh dengan puluhan tahun yang silam. Kecepatan dan ketepatan menjadi obyek utama dalam bisnis saat ini. Pengelolaan aset bukan lagi dengan cara   konvensional. Nilai sebuah barang dan jasa diukur dari naik dan turunnya kode statistik. Artinya bahwa grafik harus selalu meningkat.

Persaingan dalam dunia usaha semakin ketat akibat dari beberapa pemain dalam lapangan yang sama. Untuk tetap dapat bersaing dalam menghadapi zaman globalisasi sekarang ini seseorang harus dapat menguasai sebuah manajemen terutama manajemen industri atau modern.  Manajemen industri adalah tatacara mengatur sebuah usaha yang bertumpu pada keunggulan sumberdaya manusia. Tuntutan manajemen modern harus dapat menguasai manajemen kauangan, manajemen kualitas, manajeman inovasi, manajeman Sumber Daya Manusia (SDM), serta menejemen lainnya.

Seorang manajer keuangan harus dapat merencanakan anggaran, memeriksa, mengendalikan , mengelola, mencari dan menyimpan dana. Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan.

Manajer SDM adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja orang yang ada dalam perusahaan itu. Apakah kinerjanya bisa membangkitkan semangat kerja atau malah sebaliknya. Manajer SDM harus dapat menghasilkan karya inovasi yang bermutu?

Inovasi sesungguhnya terletak pada manajemen, bukan pada pelaksanaan teknis di lapangan.  Sebuah organisasi, walau punya SDM berkualitas dan bertalenta inovatif, tapi bila sumbu utama  manajemennya tidak becus, tidak akan pernah menelurkan inovasi yang bagus. Ketidakmampuan itu disebabkan karena tidak pernah mau belajar. Puas saat itu. Otak tidak pernah di up grade sesuai dengan kemajuan jaman. Itulah yang akan membunuh inovasi. Ada sebuah perusahaan yang sangat inovatif , walau SDMnya bukan orang-orang kreatif dan inovatif.

Lalu siapa inovatornya?  Hanya sekelompok kecil orang yang berada di posisi manajemen. Mereka terkadang tidak memiliki pengalaman bergaul dengan rekan kerja yang lain. Orang bilang kadang kelompok egois, tidak demokratis yang telah dijunjung bersama. Namun kelompok inilah justru yang mampu menggelindingkan sebuah inovasi yang dapat mencuatkan sebuah usaha sehingga mencapai titik optimal.

Hanya manajemen yang inovatif yang bisa mengenali dan membedakan inovator sejati dan inovator semu. Inovator yang berkarakter adalah mereka yang memiliki gagasan dan kemampuan kerja. Artinya bukan hanya mahir membuat ide. Namun ide yang disertai dengan teknis dengan kualifikasi tertentu. Tidak sembarang orang bisa melaksanakan gagasan sang innovator itu.

Sebaliknya, inovator semu adalah orang yang memiliki gagasan yang sok berbeda, dan belum mampu mengaplikasikan dalam kinerjanya. Hanya manajemen yang inovatif yang bisa mengenali keduanya, dan merekrut inovator sejati untuk menjadi tim kerjanya.

Untuk membuat produk yang berkualitas dan disukai masyarakat, seorang manajer harus bisa menanamkan kesadaran pekerja agar dapat bekerja secara efektif, efisien dan inovatif.  Yaitu mampu berfikir sekreatif mungkin untuk membuat produk baru dari produk yang lama yang akan dipasarkan memiliki keungulan dan desain yang menarik masyarakat tertarik.

Dari pemikiran manajemen secara keilmuan diatas, kiranya Muhammadiyah harus segera berfikir dan melakukan prinsip-prinsip manajemen indutri atau modern. Muhammadiyah bukan hendak dibawa ke iklim perusahaan. Muhammadiyah mesti mampu menyerap kinerja dari manajemen industry. Namun, sebagaimana pada alinea pertama diatas, Muhammadiyah harus mampu membaca garis yang jelas. Karena Muhammadiyah berbasiskan organisasi masyarakat yang bertumpu pada panggilan jiwa.

Muhammadiyah sangat bisa dan mampu menciptakan amal-amal usaha yang diharapkan menjadi pionir dalam kinerja manajemen modern. Garis inilah yang kami maksud harus gamblang. Mengelola persyarikatan dan menjalankan roda amal usaha tidaklah identik. Muhammadiyah sangat membutuhkan kelahiran amal usaha yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan identitas.

Inovator yang berkarakter adalah mereka yang memiliki gagasan dan kemampuan kerja
Inovator yang berkarakter adalah mereka yang memiliki gagasan dan kemampuan kerja (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 8 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Artikel SebelumnyaDasar Dasar Penetapan Bidah
Artikel BerikutnyaKepemimpinan Ilahiyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait