Makmum Mengikuti Gerakan Imam

Gambar Makmum Mengikuti Gerakan Imam
Wahyu Wijayanta, S.Sy, S.Pd.I
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta periode 2010 - 2015

PERTANYAAN : Jika seorang makmum terlambat mengikuti shalat berjama’ah (makmum masbuk), saat imam sedang duduk tasyahud akhir apakah makmum juga duduk sebagaimana imam duduk ?

Sebelum menjawab pertanyaan saudara, perlu kita sampaikan terlebih dahulu tentang shalat berjama’ah itu sendiri. Menurut bahasa shalat berjama’ah artinya shalat bersama-sama. Sedangkan menurut istilah shalat berjama’ah adalah shalat yang dilaksanakan secara bersama-sama, paling sedikit 2 orang dalam satu tempat dan waktu, salah seorang di antaranya bertindak sebagai imam, dan yang lain menjadi makmum. Di sini, imam adalah orang yang memimpin shalat berjama’ah dan makmum adalah orang yang mengikutinya.

Perintah shalat berjama’ah dapat kita lihat di dalam surat al-Baqaroh ayat 43 :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya : ”dan tegakkanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku’lah bersama-sama orang-orang yang ruku’.” (Q.S. Al-Baqarah : 43).

Berkaitan dengan pertanyaan tersebut di atas, perlu kita pahami bahwa Para ma’mum (orang-orang yang ikut shalat di belakangnya) harus mengikuti imam dalam segala geraknya Dan tidak boleh mendahuluinya. Ada beberapa hadis Nabi saw yang perlu kita kemukakan sebagai berikut:

Hadis dari Abu Hurairah r.a :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنْ الصَّلَاةِ مَعَ الْإِمَامِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ

Artinya : ”Rasulullah saw bersabda : siapa yang mendapati ruku’ dari shalat bersama imam, berarti dia telah mendapati shalat (raka’at sempurna). (HR. Muslim).

عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ سَقَطَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ فَرَسٍ فَجُحِشَ شِقُّهُ اْلأَيْمَنُ فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ نَعُودُهُ فَحَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَصَلَّى بِنَا قَاعِدًا فَصَلَّيْنَا وَرَائَهُ قُعُودًا فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ اْلإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلَّوْا قُعُودًا أَجْمَعُونَ (أخرجه مسلم: ج: 1: كتاب الصلاة :نمرة :77/311)

Artinya : “Dari az-Zuhriy, ia berkata: Saya mendengar Anas bin Malik berkata: Nabi saw. baru saja jatuh dari kuda, kemudian terseset bagian badannya sebelah kanan. Kemudian kami masuk ke rumah beliau untuk menengoknya, lalu datanglah waktu shalat, kemudian beliau shalat sambil duduk bersama kami, kemudian kami pun shalat di belakang beliau sambil duduk. Setelah selesai shalat, beliau bersabda: Sesungguhnya imam (shalat) itu diangkat untuk diikutinya; Maka apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kamu, dan apabila ia bersujud maka bersujudlah kamu, dan apabila ia mengangkat kepala maka angkatlah kepalamu, dan apabila ia mengucapkan: ‘sami’allaahu liman hamidah’ (Allah mendengarkan orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah: ‘Rabbanaa wa lakal-hamd’ (Ya Tuhanku, hanya bagi-Mu segala pujian), dan apabila ia shalat sambil duduk, maka shalatlah kamu sekalian sambil duduk.” (Ditakhrijkan oleh Muslim, I, Kitab as-Shalah, No. 77/411).

Dalam hadits lainnya dijelaskan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا، يَقُولُ لاَ تُبَادِرُوا اْلإِمَامَ إِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَالَ: وَلاَ الضَّالِّينَ فَقُولُوا: آمِينَ وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ (أخرجه مسلم: ج: 1: كتاب الصلاة:  نمرة: 87/415)

Artinya : “Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. memberikan pelajaran kepada kita, beliau bersabda: Janganlah kamu mendahului imam; apabila imam bertakbir maka bertakbirlah kamu, dan apabila imam mengucapkan ‘wa ladl-dlaalliin’, maka ucapkanlah: ‘Aamiin’, dan apabila imam ruku’ maka ruku’lah kamu, dan apabila imam mengucapkan: ‘sami’allaahu liman hamidah’, maka ucapkanlah: ‘Allaahumma Rabbanaa lakal-hamd’.” (Ditakhrijkan oleh Muslim, I, Kitab ash-Shalah, No. 87/415).

Dari dalil-dalil hadits di atas, dapat kita beri penjelasan :

  1. Hadits pertama menjelaskan apabila mendatangi shalat jama’ah dan mendapati imam sudah mulai melakukan shalat, maka bertakbirlah, kemudian kerjakanlah sebagaimana yang dikerjakan oleh imam. Dan mendapatkan satu rakaat sempurna, bila makmum mendapati ruku’nya imam.
  2. Hadits kedua menjelaskan bahwa imam shalat wajib diikuti oleh ma’mum dalam segala geraknya, tidak boleh menyalahinya. Jika imam shalat sambil duduk, maka ma’mum harus shalat sambil duduk, dan seterusnya.
  3. Hadits ketiga menjelaskan bahwa ma’mum tidak boleh mendahului imam dalam segala geraknya; dalam ruku’nya, dalam takbirnya, dan seterusnya. Barangsiapa mendahuluinya maka ia berdosa, dan sebagian ulama berpendapat bahwa mendahului imam dalam gerakan apa saja, hukumnya adalah haram, sebab larangan tersebut menunjukkan kepada haram).

Melihat hadits di atas, dapat kita sampaikan jawaban bahwa makmum yang terlambat dalam mengikuti shalat berjama’ah, ma’mum harus mengikuti imam dalam segala geraknya dan tidak boleh mendahuluinya. Sehingga bila seseorang  menjumpai imam dalam keadaan duduk tasyahud akhir, dia harus mengikuti sebagaimana imam duduk.

Shalat Berjamaah
Menurut bahasa shalat berjama’ah artinya shalat bersama-sama (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Tarjih Majalah Mentari Bulan 1 Tahun 2014, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...