Lingkungan Organisasi

Gambar Lingkungan Organisasi
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Sudah berapa lama pembaca aktif di persyarikatan Muhammadiyah? Berapa besar kontribusi pembaca terhadap perkembangan Muhammadiyah di wilayahnya? Berapa waktu yang diluangkan untuk menggerakkan ortom  Muhammadiyah di satuannya masing-masing? Penulis yakin kontribusi tenaga dan waktu pembaca pasti sangat besar terhadap perkembangan Muhammadiyah. Tak terhitung berapa menit waktu diwakafkan untuk mensukseskan program persyarikatan. Tak ternilai energi yang terserap hanya untuk menggemakan sang surya. Penulis juga yakin bahwa aktifitas pembaca dalam mengelola persyarikatan tak terhimpun. Semua dicurahkan untuk membangkitkan pesan-pesan KHA Dahlan.

Cobalah tarik kebelakang sedikit saja. Pernahkah pembaca menjalin silaturrahmi dengan tokoh masyarakat, Kepala Desa, Bupati atau Wali Kota secara terus menerus tanpa dibarengi dengan akan dilaksanakannya suatu kegiatan. Atau dalam bahasa yang sederhana, pernahkan pembaca sebagai warga masyarakat melakukan silaturrahmi dengan berbagai pihak?  Membina hubungan dengan mereka yang terjalin tanpa ada sekat akan melakukan hajatan. Melakukan kolaborasi yang alamiah untuk meningkatkan kesejahteraan imani dan inderawi. Semangat berbaur dengan jamaah untuk menjawab problematika yang datang setiap saat, tanpa menunggu hasil keputusan rapat.

Marilah kita tengok sebentar. Seberapa sering pembaca diajak untuk turut serta membuat kebijakan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Berapa besar kontribusi Muhammadiyah terlibat dalam pembuatan dasar-dasar hukum yang diterapkan dalam masyarakat. Atau lebih elegan, pemikiran pembaca sebagai anggota pimpinan dalam menyumbangkan wawasan untuk kemaslahatan umat. Andai produk kebijakan hanya dinikmati untuk kalangan sendiri, berarti pimpinan belum mengenal lingkungan organisasi.

Lingkungan organisasi bukan hanya diartikan sebagai sarana fisik atau demografi. Lingkungan organisasi adalah semua elemen di dalam maupun di luar organisasi yang dapat mempengaruhi aktifitas sebagian atau keseluruhan organisasi itu sendiri. Sebuah organisasi akan menunjukkan aktifitasnya bila dipengaruhi oleh lingkungan organisasi. Dalam wacana referensi, lingkungan organisasi dapat dibelah menjadi dua bagian. Yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal.

Lingkungan eksternal merupakan seluruh kekuatan yang dapat mempengaruhi organisasi secara langsung maupun tidak langsung. Umat merupakan salah satu elemen yang berhubungan langsung. Bagi Muhammadiyah, persoalan umat merupakan kepentingan utama. Persyarikatan tidak mungkin melepaskan diri dari persoalan umat. Bahkan embrio lahirnya Muhammadiyah karena persoalan umat Islam.

Pemerintah juga dipandang oleh Muhammadiyah sebagai lingkungan eksternal. Pemerintah yang memiliki kekuasaan untuk mengatur segala aspek kehidupan bermasyarakat. Pemerintah yang sah adalah mereka yang terpilih dan diakui oleh undang-undang. Mereka memiliki kewajiban untuk mengatur kehidupan berbangsa dalam koridor kesepakatan nasional. Muhammadiyah adalah salah satu roda untuk menggerakkan dinamika berkebangsaan. Oleh karenanya Muhammadiyah tetap pada pendiriannya yaitu kritis terhadap kebijakan pemerintah. Berdiri di gerbang utama, Muhammadiyah memproduksi kebutuhan bangsa meliputi berdirinya sekolah, akademi, universitas, rumah sakit, balai kerja, bahkan mempelopori sumber-sumber ekonomi dengan menggalang petani, nelayan, dan kelompok usaha. Bisa dibilang, sebelum kritis terhadap kebijakan pemerintah, Muhammadiyah telah lebih dahulu eksisi dalam memproduksi kebutuhan-kebutuhan umat. Jasmani maupun rohani.

Lingkungan internal  adalah keadaan yang dimiliki oleh organisasi. Pimpinan, anggota, manajer, pemimpin perusahaan, dan finansial yang dimiliki. Budaya juga merupakan lingkungan internal, yang kadang malah justru menjadi dasar pijakan dalam berorganisasi. Muhammadiyah dulu pernah memiliki budaya kader intilan, yaitu seorang kader yang mengikuti seorang pimpinan dimanapun beliau berada. Boleh diibaratkan ittiba rasul yaitu mengkondisikan diri seperti sahabat yang hidup semasa Rasulullah Muhammad saw. Takbir keliling menjelang idul fitri dan idul adha, konon Muhammadiyah yang mempelopori. Hingga sekarang, takbir keliling menjadi budaya di masyarakat.

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang sangat berharga bagi sebuah organisasi. Organisasi bisa berkembang atau tidak tergantung bagaimana cara mengelola SDM nya. Sehingga memang benar bahwa SDM tidak pernah akan tergantikan dengan apapun. Mengelola SDM, saat ini mengikuti aturan permainan yang harus disepakati bersama. SDM adalah barang hidup yang penanganannya  dapat berubah setiap saat. Organisasi yang matang emosional dan karakternya, akan selalu memperbaharui SDM nya secara berkesinambungan.

Bila lingkungan internal masih dominan dalam kegiatan berorganisasi, berarti pimpinan belum mampu mempublikasikan segala aktifitasnya. Sibuk terhadap urusannya sendiri. Atau mencari kehidupan dalam organisasi. Organisasi itu belum mampu memberi manfaat bagi orang lain. Dalam bahasa agama, belum memberikan makna Rahmatan lil ‘Alamin.  Sebaliknya kalau organisasi itu sibuk dengan urusan luar, hampir dipastikan bahwa organisasi itu menelantarkan anggotanya. Ingat bahwa anggota merupakan bagian yang pokok dalam organisasi. Pimpinan masih silau terhadap godaan yang datang dari luar.

Pimpinan, selayaknya dapat berperan sebagai seorang sopir. Ia harus hafal benar terhadap kendaraannya. Mesin mesti selalu dirawat dan diservice secara rutin, agar dapat menggerakkan kendaraan. Memiliki kekuatan dan laju yang proporsional. Tahan terhadap segala macam cuaca. Merawat tempat duduk, sistim ventilasi udara yang sehat, menghindari bau yang tak sedap, agar semua penumpang merasa nyaman dalam kendaraan itu. Tidak hanya sekedar membuat orang betah dalam mobil itu, namun kehadiran kendaraan selalu dinanti oleh penumpang. Merawat kendaraan adalah urusan pengendara. Penumpang memiliki satu tujuan, segera sampai di tempat tujuan dan merasa nyaman.

Seorang sopir juga harus lihai dalam mengendarai. Tahu persis kondisi jalan, mengatur ritme agar akhir perjalanan sesuai dengan waktu yang disediakan, menentukan waktu yang tepat kapan harus berjalan cepat, kapan harus pelan-pelan. Selalu bertegur sapa dengan penumpang dan orang lain. Ia juga harus mampu memprediksi segala macam cuaca yang mungkin akan menghadang dalam perjalanan. Pandai menjelaskan kepada penumpang perihal keadaan-keadaan yang akan dialami selama dalam perjalanan. Ia mampu berperan layaknya seorang nahkoda yang cekatan dalam menembus ombak besar.

Budaya organisasi merupakan bagian dari lingkungan organisasi
Budaya organisasi merupakan bagian dari lingkungan organisasi (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 7 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Artikel SebelumnyaMengelola Mobilisasi Massa
Artikel BerikutnyaMembangun Keluarga Sehat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait