Konsep Rumah Sakit Pendidikan Muhammadiyah

Gambar Konsep Rumah Sakit Pendidikan Muhammadiyah
Ahmad Ahid Mudayana, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Saat ini rumah sakit Muhammadiyah sudah berjumlah puluhan. Selain itu Muhammadiyah juga memiliki lebih kurang 176 Perguruan Tinggi. Dari perguruan tinggi tersebut diantaranya terdapat program studi kesehatan (Kedokteran, keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, analis kesehatan, rekam medis, dan lain sebagainya). Program studi tersebut pasti membutuhkan laboratorium lapangan atau instansi kesehatan seperti rumah sakit  sebagai tempat untuk kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Keberadaan rumah sakit menjadi penting sebagai salah satu penunjang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan civitas akademik perguruan tinggi Muhammadiyah. Di sisi lain rumah sakit juga akan diuntungkan dengan keberadaan civitas akademik karena bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Jika dilihat dari besarnya manfaat dan dampak positif yang diberikan sudah seharusnya terjalin kerjasama antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan Amal Usaha Muhammadiyah bidang kesehatan khusunya rumah sakit. Kerjasama diantara keduanya akan menghasilkan sebuah simbiosis mutualisme sehingga dapat menambah sumber daya yang saat ini sudah dimiliki. Posisi tersebut sebenarnya sangat menguntungkan karena belum semua organisasi masyarakat bisa seperti Muhammadiyah sehingga ini harus dimaksimalkan. Maka, kedua amal usaha Muhammadiyah tersebut akan semakin berkembang dengan baik dan menghasilkan sumber daya serta output yang berkualitas.

Akan tetapi, sampai saat ini kerjasama tersebut belum berjalan maksimal sehingga masih ada perguruan tinggi Muhammadiyah yang belum bekerjasama dengan rumah sakit Muhammadiyah. Ada beberapa faktor yang menurut penulis menjadi penyebab belum maksimalnya kerjasama ini. Pertama, belum maksimalnya koordinasi antar amal usaha. Seharusnya ini bisa diselesaikan dengan adanya koordinasi yang dipimpin oleh majelis yang berkaitan (Majelis Pembina Kesehatan Umum dan Majelis Pendidikan Tinggi) baik ditingkat pusat sampai daerah. Kedua, kerjasama ini belum dianggap penting bagi seluruh amal usaha sehingga banyak yang belum menyadari akan manfaat dari kerjasama ini. Adanya koordinasi rutin akan semakin menumbuhkan kesadaran pentingnya pengembangan jejaring tidak hanya pada satu bidang tapi juga lintas bidang. Ketiga, belum ada konsep yang matang terkait pengembangan jejaring ini sehingga belum semua memahami output yang dihasilkan dari pengembangan ini. Keempat, perguran tinggi Muhammadiyah belum menjadi prioritas utama bagi sebagian rumah sakit Muhammadiyah.

Pengembangan kerjasama ini bisa dimulai dengan membuat jarring kordinasi rumah sakit Muhammadiyah. Rumah sakit Muhammadiyah bisa dibagi menjadi beberapa kategori disesuaikan dengan tipe maupun wilayah.  Dari pembagian kategori tersebut kemudian ditentukan rumah sakit yang akan jadi koordinator dimasing-masing wilayah. Begitu pula dengan perguruan tinggi, melalui masing masing asosiasi yang sudah didirikan kemudian melakukan kordinasi. Di koordinir oleh MPKU maupun Majelis Dikti kemudian membagi rumah sakit Muhammadiyah bekerjasama dengan perguruan tinggi disesuaikan dengan wilayah maupun tipe. Kemudian rumah sakit yang menjadi koordinator membagi peran dengan rumah sakit yang dibawahinya. Maka, kegiatan akademik yang berlangsung di rumah sakit akan terjadwal sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu waktu yang sering terjadi.

Sudah menjadi keharusan bagi kedua amal usaha tersebut untuk saling membantu dalam meningkatkan sumber daya. Hal ini harus segera dilakukan karena pada akhir tahun Indonesia sudah bergabung kedalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Salah satu kesepakatan dalam MEA dibidang kesehatan yaitu masuknya tenaga kesehatan asing ke Indonesia. Agar mampu bersaing dengan tenaga asing maka tenaga kesehatan Indonesia harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Begitu pula dengan rumah sakit yang akan dituntut peningkatan kualitas pelayanannya jika tidak ingin teringgal dengan rumah sakit lain terutama rumah sakit yang dimiliki oleh pemodal asing.

Adanya kerjasama ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan tenaga kesehatan maupun calon tenaga kesehatan yang ada di amal usaha Muhammadiyah. Hal ini menjadikan amal usaha Muhammadiyah baik pendidikan maupun kesehatan juga siap bersaing menghadapi MEA yang akan dimulai akhir tahun ini. Selian itu, kepercayaan masyarakat akan Muhammadiyah juga semakin meningkat seiriing meningkatnya kualitas amal usaha yang dimiliki serta mampu berperan penting dalam mencerdaskan bangsa serta mensejahterakan masyarakat melalui pendidikan maupun kesehatan serta bidang yang lainnya. Sudah saatnya Muhammadiyah melalui kedua majelis tersebut bersinergi membuat sebuah konsep yang matang untuk pengembangan jejaring tersebut karena begitu besar manfaat yang akan didapat jika mampu bersinergi dengan baik. Maka, peran Muhammadiyah pada abad kedua ini semakin tidak tergantikan dan keinginan untuk mewujudkan Negara yang aman. Sejahtera sesuai dengan ajaran islam akan semakin mudah tercapai.

Undangan Pengajian Peresmian RS UAD
Undangan Pengajian Peresmian RS UAD

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 12 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

Artikel SebelumnyaKarakter Kepala Sekolah
Artikel BerikutnyaMenanam Harapan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait