Komitmen

Gambar Komitmen
Drs. AMK Affandi
Staff pengajar di SMP 4 Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan dan anggota, organisasi dapat berkembang. Dengan komitmen yang kuat, organisasi senantiasa bergerak dan dinamis. Sebaliknya, organisasi yang terawat akan memberikan nilai-nilai yang positif.

Organisasi dinamis adalah organisasi yang setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan, mengadakan pembagian kerja yang proporsional, menetapkan wewenang dan tanggung jawab dari orang-orang yang ada didalamnya.

Organisasi yang dinamis bercirikan adanya pimpinan dan anggota, kerjasama yang sinergis, adanya tujuan, sasaran, keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati. Semua tanda-tanda tersebut perlu adanya komitmen dari pengelolanya. Meskipun tata tertib telah dibuat dengan begitu rinci, tapi dalam pelaksanaan ada kesengajaan dalam pelanggaran, berarti komitmennya masih lemah. Meskipun telah dibuatkan tata kerja yang bagus, tapi dalam pelaksanaan masih tumpang tindih, menandakan bahwa organisasi itu belum menerapkan komitmen sepenuhnya.

Dengan demikian apa yang dimaksud dengan komitmen? komitmen adalah suatu keadaan dimana seseorang membuat perjanjian (keterikatan) baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain atau organisasi yang tercermin dalam tindakan/perilaku tertentu yang dilakukan secara sukarela. Ada juga yang mengatakan bahwa pengertian komitmen adalah suatu bentuk kewajiban yang mengikat seseorang dengan sesuatu, baik itu diri sendiri maupun orang lain, tindakan tertentu, atau hal tertentu.

Kebiasaan ortom Muhammadiyah, dalam melakukan komitmen sering melaksanakan kegiatan yang berbentuk formal seperti : training rapat-rapat dalam periode tertentu. Di area training itu, sering ada baiat (versi Muhammadiyah). Keterikatan terhadap organisasi itu sering kita sebut sebagai komitmen.

Secara terminologi, kata “komitmen” berasal dari bahasa Latin, yaitu “commiter” yang berarti menyatukan, mengerjakan, menggabungkan, dan mempercayai. Sehingga menurut asal katanya arti komitmen adalah suatu sikap setia dan tanggungjawab seseorang terhadap sesuatu, baik itu diri sendiri, orang lain, organisasi, maupun hal tertentu.

Dari penjelasan pengertian komitmen di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa secara umum tujuan dari komitmen adalah untuk memberikan jaminan sehingga sesuatu tidak berubah di masa depan dan tetap sesuai dengan isi komitmen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen dalam Organisasi

  1. karakteristik Individu.

Karakter manusia berbeda-beda. Bahkan, setiap manusia memiliki karakteristik. Keunikan inilah sebenarnya termasuk keunggulan manusia. Dengan karakter yang berbeda, kehidupan organisasi menjadi dinamis, dengan catatan bisa mampu mengoptimalkan. Oleh karenanya, tugas dari organisasi adalah menyatukan visi, misi dan tujuan. Cara boleh beda asal kesepakatan awal harus dijunjung bersama.

  1. Karakteristik Organisasi.

Yang termasuk dalam karakteristik organisasi itu sendiri yaitu : struktur organisasi, desain kebijaksanaan dalam organisasi dan bagaimana kebijaksanaan organisasi tersebut disosialisasikan. Muhammadiyah yang telah berumur satu abad sudah punya karakteristik tersendiri. Ketertiban organisasi dalam Muhammadiyah bisa berkembang karena pimpinan dan anggota memiliki komitmen yang kuat. Masing-masing telah memiliki tugas dan kewenangannya.

  1. Pengalaman Organisasi.

Pengalaman berorganisasi mencakup kepuasan dan motivasi anggota organisasi selama berada dalam organisasi, perannya dalam organisasi tersebut, dan hubungan antara anggota organisasi. Pengalaman organisasi dapat berupa individual maupun organisasi. Secara individu pengalaman berorganisasi akan berpengaruh dalam setiap mensikapi keputusan organisasi. Sedangkan pengalaman organisasi, menyangkut hubungan dengan Negara dan masyarakat.

Setelah mengetahui faktor-faktor tentang komitmen dalam organisasi, mari kita urai satu persatu bagaimana cara membangun komitmen organisasi. Muhammadiyah meskipun memiliki ciri khas berupa ketertiban dalam organisasi, bukan berarti berhenti untuk memperbaiki. Bahkan untuk belajar memperbaiki diri harus menjadi kewajiban.

Jadikanlah momen-momen tertentu sebagai suatu tradisi yang terus-menerus dipelihara, dijaga oleh generasi berikutnya. Momen itu bisa berupa keberhasilan dan kegagalan. Bersinggungan langsung dengan Negara ataupun masyarakat.

Bila ada keluhan atau komplain dari pihak luar ataupun internal organisasi, maka organisasi harus memiliki prosedur untuk mengatasi keluhan tersebut secara menyeluruh. Pelayanan yang prima sangat dibutuhkan. Kepuasan pelanggan bukan hanya sebagai raja, tapi mempertahankan produk jauh lebih penting. Muhammadiyah sangat berpengalaman dalam hal komplain. Oleh karenanya, Muhammadiyah lebih mementingkan pelayanan. Yang harus selalu diperhatikan adalah perkembangan masyarakat secara umum. Teknologi sangat berpengaruh besar terhadap nilai-nilai yang terjadi. Wajar jika tuntutan masyarakat sangat besar terhadap sebuah organisasi.

Menjalin komunikasi dengan semua pihak tanpa memandang rendah dengan siapa berhadapan. Baik individu maupun organisasi, sebagaimana ajaran Rasulullah selalu tersenyum dengan siapapun. Dengan komunikasi yang selaras, maka komitmen akan membawa dampak keuntungan yang dahsyat.

Menjadikan semua unsur dalam masyarakat sebagai sebuah komunitas, yang didalamnya memiliki nilai-nilai kebersamaan, rasa saling memiliki, kerjasama, satu rasa dll. Dengan demikian organisasi bukan hanya milik perseorangan ataupun kelompok. Organisasi adalah milik bersama, yang harus dirawat secara bersama pula.

Adakan acara-acara yang melibatkan semua anggota organisasi sehingga kebersamaan bisa terjalin. Bukan hanya yang terlibat dalam organisasi itu sendiri, namun semua unsur yang kegiatan organisasi baik langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh adalah family gathering, event rekreasi bersama keluarga dll. Karena keberhasilan sebuah organisasi didukung juga dengan unsur-unsur yang secara tidak langsung mendukung.

Adakan acara-acara yang melibatkan semua anggota organisasi sehingga kebersamaan bisa terjalin
Adakan acara-acara yang melibatkan semua anggota organisasi sehingga kebersamaan bisa terjalin (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 1 Tahun 2019, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

UPDATE

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...