Komitmen Pemberantasan Narkoba

Gambar Komitmen Pemberantasan Narkoba
Ahmad Ahid Mudayana, M.PH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Peredaran narkoba di Indonesia sungguh sangat menghawatirkan. Hal ini terbukti dengan tertangkapnya beberapa pengedar narkoba oleh penegak hukum. Bahkan diantaranya merupakan pengedar jaringan internasional. Indonesia merupakan salah satu pasar yang menggiurkan untuk peredaran narkoba. Tidak hanya itu, bahkan saat ini produksi narkoba juga sudah dilakukan di Negara ini. Hal ini terlihat jelas dari penggerebekan yang dilakukan oleh penegak hukum, bahkan diantaranya merupakan produsen narkoba terbesar didunia. Meskipun beberapa pengedar bahkan gembong narkoba sudah divonis mati oleh pengadilan, akan tetapi kejahatan luar biasa ini masih saja tumbuh subur di Indonesia.

Program-program pemberantasan narkoba harus ditingkatkan lagi mulai dari program pencegahan sampai penindakan sehingga dapat meminimalkan peredaran narkoba. Terutama di kota-kota besar program tersebut harus ditingkatkan karena memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibanding kota yang lainnya. Pemeriksaan di bandara udara sebagai gerbang utama penyelundupan narkoba pun juga harus ditingkatkan termasuk pelabuhan internasional. Mudahnya penyelundupan yang dilakukan oleh para pengedar narkoba baik melalui bandara maupun pelabuhan menimbulkan sebuah pertanyaan besar. Terutama pemeriksaan dibandara ataupun pelabuhan keberangkatan yang bisa lolos dengan mudahnya. Data dari BNN pada tahun 2015 lebih dari lima juta orang yang telah mengkonsumsi narkoba. Hal ini menunjukkan betapa Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan. Bahkan menurut PBB bahwa Indonesia merupakan salah satu jalur utama penyelundupan narkoba. Hal ini dikuatkan dengan penangkapan para penyelundup narkoba yang dilakukan oleh aparat. Di Provinsi Riau pada tahun 2015, Kepolisian berhasil membongkar 1.137 kasus penyelundupan narkoba. Jumlah yang cukup besar untuk sebuah daerah yang berbatasan dengan Negara seperti Singapura dan Malaysia. Sedangkan di Yogyakarta sendiri pada tahun 2014 terdapat 512 tersangka narkoba yang sebagian besar diantaranya merupakan mahasiswa.

Sebagai Negara besar dan memiliki kekayaan yang melimpah sudah pasti menjadi incaran para gembong untuk menjalankan bisnis haramnya tersebut. Apalagi jika melihat perkembangan budaya masyarakat di Indonesia, maka peredaran narkoba semakin mudah. Bahkan dari balik jeruji penjara pun peredaran bisa dikendalikan dengan mudahnya. Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), penegak hukum juga harus waspada mengingat akan semakin banyak warga Negara asing yang memasuk wilayah Indonesia. Selain itu, dengan digratiskannya visa berkunjung ke Indonesia kepada beberapa Negara juga menjadi kewaspadaan tersendiri. Mengingat kasus narkoba yang semakin meningkat maka dibutuhkan komitmen yang kuat dalam memberantas narkoba.

Besarnya dampak negatif penggunaan narkoba bahkan sampai mengakibatkan kematian, maka harus dicegah sedini mungkin. Keterlibatan semua elemen masyarakat dalam mencegah peredaran dan penggunaan narkoba sangat diperlukan. Termasuk keterlibatan institusi pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan sebagian besar pengguna narkoba berada pada usia 17-24 tahun. Semakin banyaknya organisasi kepemudaan yang bergerak dalam pemberantasan narkoba juga menjadi satu hal yang positif. Keberadaan organisasi tersebut sebagai wadah baru untuk mencegah peredaran narkoba dikalangan generasi muda. Maka dari itu keberadaan organisasi ini perlu didukung penuh sehingga bisa membantu dalam kampanye anti narkoba. Di setiap institusi pendidikan juga seharusnya dimasukkan materi terkait bahaya narkoba sehingga dapat menekan pengguna narkoba dari kalangan remaja.

Selain itu, penegakan hukuman yang tegas juga tetap diperlukan meskipun saat ini sudah cukup baik. Akan tetapi diperlukan konsistensi sehingga tidak terkesan tebang pilih dalam pemberantasan narkoba. Prestasi yang begitu bagus terkait dengan penangkapan para beberapa pengedar narkoba perlu didukung dengan putusan pengadilan yang tepat sehingga peredaran narkoba bisa ditekan seminimal mungkin. Kerjasama semua pihak sangat diperlukan dalam pemberantasan narkoba ini, karena tidak mungkin hanya diserahkan kepada aparat saja. Menjadikan narkoba sebagai musuh bersama yang harus diberantas memang diperlukan sehingga dapat mempersempit ruang gerak peredaran narkoba. Tantangan yang sangat berat ditahun ini dalam memberantas narkoba tetapi dengan komitmen dan dukungan yang kuat maka hal tersebut bisa saja dilakukan. Keinginan agar Indonesia bebas dari narkoba bisa terwujud dengan komitmen dan tekad serta upaya yang maksimal dalam memberantas narkoba.

Peredaran narkoba di Indonesia sungguh sangat menghawatirkan
Peredaran narkoba di Indonesia sungguh sangat menghawatirkan (Sumber gambar : klik disini)

Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Kesehatan Majalah Mentari Bulan 2 Tahun 2016, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait