Ketika Balita Bertemu Orang Asing

Ketika harus bertemu dengan orang asing, kadang balita merasa takut. Bahkan bukan hanya dengan orang asing, dengan keluarga sendiri kalau jarang bertemu balita juga akan merasa takut. Rasa takut merupakan hal yang hal yang wajar. Takut bertemu dengan orang asing tidak hanya dialami oleh balita, pada orang-orang tertentu, bertemu dengan orang asing juga menjadi beban tersendiri. Walau ekspresi rasa takut pada balita dan orang dewasa tentunya berbeda.

Rasa takut yang dialami oleh balita tidak selalu merupakan hal yang buruk. Ada juga keuntungan saat balita takut dengan orang asing. Pada umumnya balita belum bisa membedakan orang asing itu berniat baik atau buruk. Pada saat balita bertemu dengan orang asing dia akan bereaksi dengan berteriak atau menangis. Isyarat ini harus segera ditanggapi oleh orang tua atau orang terdekatnya. Mengapa balita menangis? Bila kebetulan bertemu dengan orang yang tidak membahayakan maka kita bisa menenangkan dan memberikan pengertian. Bila bertemu dengan orang yang berniat tidak baik, kita bisa segera mengetahui dan mengamankan balita kita.

Bagaimana dengan balita yang tidak mengenal rasa takut? Karena biasa bertemu dengan orang asing maka balita sama sekali tidak merasa takut. Bila hal ini terjadi, orang tua harus mengasah kemampuan balita untuk membedakan mana orang asing yang berniat baik dan mana yang berniat buruk. Karena bisa terjadi orang asing yang berniat buruk mudah sekali melakukan pendekatan pada balita. Salah satu cara mengasah kemampuan balita adalah dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih dibandingkan dengan orang lain.

Bagaimana mengatasi balita yang takut deng an orang asing? Ada beberapa langkah atau cara yang bisa ditempuh, diantaranya adalah :

  1. Sering mengajak balita di tempat keramaian : taman bermain, pertemuan, pasar, mall, tempat kerja. Dengan mengajak balita sering bertemu dengan orang banyak akan memudahkan balita untuk beradaptasi. Di tempat-tempat keramaian seperti inilah balita belajar mengenal banyak orang dengan banyak karakter. Mungkin juga di tempat ini balita akan mengalami ketakutan karena diperhatikan oleh orang banyak. Disapa berulang-ulang, diajak berjabat tangan, dicium, diusap kepalanya. Kejadian ini akan menimbulkan ketakutan tersendiri, namun bila balita sering kita ajak ke tempat seperti ini, lama kelamaan dia akan merasa terbiasa dan tidak takut lagi.
  2. Memperkenalkan orang asing pada balita dengan cara yang ramah, tidak memaksa. Balita perlu waktu untuk mengenali lingkungan. Mengenal orang sekitar. Dia akan mendekat dan mau bermain dengan “orang baru” tersebut saat dia sudah merasa aman. Bila kita memaksa balita untuk mau menerima “orang baru” tersebut, maka balita akan menolak bahakan akan lebih takut lagi. Balita perlu waktu untuk mengenal, ketika dia sudah merasa aman dan nyaman, tanpa dimintapun dia pasti akan mendekat.
  3. Mendekapnya dan memberikan perhatian yang lebih. Kita mencoba memahami rasa takutnya. Ketika balita merasa takut, atau menangis ketakutan, kita sebagai orang tua harus bisa memahami rasa takutnya. Mendekap dan mencoba memahami akan menenangkan hati balita. Dekapan sayang dan perhatian sangat dibutuhkan. Bila orang tua tidak bisa memahami maka akan menimbulkan rasa takut yang berkepanjangan. Hal ini tentu akan mengganggu perkembangan balita.
  4. Berikan rasa aman. Memberikan rasa aman pada balita saat bertemu dengan orang asing, sangat diperlukan. Ketika balita merasa aman bersama dengan orangtuanya maka rasa takut balita pada orang asing akan berkurang. Balita yang selalu merasa tidak aman saat bersama dengan orang tua maka rasa takut pada orang asing tentu berlebihan. Pada balita yang sering mendapat perlakuaan keras dari orang tuanya sangat taut dengan orang asing. Ini dipengaruhi dari rasa tidak aman yang didapat saat bersama orang tua. balita merasa bahwa bersama orangtua saja dia merasa tidak aman, apalagi bersama dengan orang asing.
  5. Mengajak orang asing untuk bekerja sama dalam berinteraksi dengan balita. Mengajak orang asing bekerjasama menghadapi balita merupakan salah satu langkah yang benar. Kita bisa memperkenalkan kebiasaan balita pada orang asing tersebut. Sehingga bukan balita yang menyesuaikan diri, tetapi orang asing tersebut yang mencoba menyesuaikan diri. Pada beberapa balita tidak suka dipeluk orang asing. Maka kita bisa memberitahukan pada orang asing tersebut untuk tidak memeluk, cukup dengan menyapa dan berjabat tangan. Tentu hal ini akan sangat membantu balita dalam bersosialisasi.
  6. Menelisik alasan ketakutan balita pada orag asing tersebut. Ketakutan balita pada orang asing bisa dipicu oleh beberapa hal. Mungkin suara yang terlalu keras, wajah yang seram karena penggunaan kacamata hitam, kegemaran orang asing untuk memaksa mencium, atau pelukan gemas pada diri balita yang merasa terkungkung atau kesakitan. Kita bisa memperkenalkan pada balita bahwa orang tersebut bersuara keras karena sayang, atau meminta orang asing untuk melepas kacamata hitamnya.

Memahami balita ternyata bukan hal yang mudah. Apalagi pemahaman terhadap balita akan sangat berpengaruh pada perkembangannya. Baik perkembangan fisik maupun perkembangan social dan perkembangan psikologis balita. Rasa takut yang dialami balita ini akan berangsur-sangsur berkurang sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan balita.

Ilustrasi Orang Balita Bertemu Orang Baru
Ilustrasi Orang Balita Bertemu Orang Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait