Ketika anak menanyakan tentang Tuhan

Usia  3  4 tahun adalah masa dimana rasa ingin tau anak sangat besar, maka sebagai orang tua ataupun pendidik harus cermat dan berhati-hati dalam mensikapi anak-anak dalam masa ini. Rasa ingin tau anak harus dipenuhi dengan jawaban yang rasional sesuai perkembangan anak. Melayani kebutuhan anak pada usia  usia ini memang butuh kesabaran, ketrampilan dan wawasan yang memadai. Jika masa ini kita abaikan atau anak tidak mendapatkan yang seharusnya maka akan berdampak pada perkembangan berikutnya.

Banyak sekali rasa ingin tau anak yang dilontarkan kepada orang tua atau orang dewasa yang kadang-kadang kita kesulitan menjawabnya. Atau kadang  kadang karena ketidaktahuan kita atau kesibukan kita, kita justru meminta anak untuk tidak banyak bertanya. Tentu saja ini sikap yang sama sekali tidak dianjurkan. Banyak pertanyaan-pertanyaan anak pada usia ini yang membuat kita terbelalak dan tidak mampu segera memberikan jawaban. Sikap yang aman lebih baik kita jujur kepada anak bahwa kita belum dapat menjawab pertanyaannya dari pada memberi jawaban yang salah apalagi jika pertanyaan itu menyangkut masalah aqidah. Sebagai contoh : Umi umi ! Tuhan itu ada di mana? Jawablah, Tuhan sangat dekat dengan kita. Saking dekatnya kita tidak akan mampu melihat Tuhan. Coba letakkan tanganmu dekat sekali dengan matamu, bisakah kamu melihatnya nak? tentu tidak bisa kan? Jangan dijawab, Tuhan ada di mana-mana, nanti dia pikir Tuhan itu banyak. Ada lagi pertanyaan yang sering muncul dari buah hati kita, Kenapa kita tidak bisa melihat tuhan, ayah? Jawablah, bisa dengan balik bertanya, kuatkah mata dedek melihat matahari secara langsung, tentu tidak akan kuat, apalagi melihat Tuhan yang menciptakan matahari. Jangan di jawab, karena Tuhan itu ghaib. Nanti dia pikir Tuhan itu seperti makhluk ghaib seperti malaikat, jin. Jadi yang menjadi pedoman kita adalah jangan sampai jawaban kita bertentangan dengan sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 186 yang artinya : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

Ini hanyalah sedikit contoh pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak kita yang tengah berada pada masa ingin tau. Siapa tau suatu ketika pertanyaan ini dilontarkan oleh anak kita kepada kita sebagai orangtuanya, maka kita sebagai orangtua harus selalu siap melayani berbagai pertanyaan  anak-anak kita, jangan buat dia kecewa dengan sikap kita agar tidak meredam semangat ingin tau anak. Wallahu alam bissowab.

Gambar Ketika anak menanyakan tentang Tuhan
Ilustrasi Anak Bertanya (sumber gambar : klik disini)

 SUMBER  Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Child Education Majalah Mentari Bulan 3 Tahun 2012 dimuat kembali untuk tujuan dakwah 
Artikel SebelumnyaEtika Politik Dalam Islam
Artikel BerikutnyaMasa Mencoreng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait