Kebolehan dan Larangan dalam Walimatul `Ursy

Pada tulisan yang kedua ini, rubrik tarjih akan menyampaikan hal-hal yang dibolehkan maupun yang dilarang dalam pelaksanaan walimatul ’ursy sebagai rangkaian acara dalam pernikahan. Mengadakan walimah pernikahan hukumnya Sunnah Muakkadah. Bagi yang melangsungkan pernikahan dianjurkan untuk mengadakan walimah menurut kemampuan masing-masing. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda kepada Abdurrahman bin Auf ketika ia menikah : Rasulullah saw bersabda: “Adakanlah walimah sekalipun dengan seekor kambing. (HR. Bukhari).

Mencermati fenomena yang terjadi dimasyarakat saat mempersiapkan maupun saat berlangsungnya acara walimatul ’ursy, banyak hal-hal yang perlu diperhatikan bagi seorang muslim agar tidak melanggar syari’at islam. Hasil musytar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang disampaikan dalam sosialisasi pedoman walimatul ’ursy telah disampaikan sebagai berikut :

(A) Hal-Hal yang dibolehkan Sebelum dan Saat Walimah

1. Menentukkan hari, bulan, dan tahun pernikahan dan walimahan

Menentukkan waktu, hari, bulan, dan tahun pernikahan dan walimahan adalah perbuatan yang diperbolehkan, selama hal tersebut terkait dengan masalah-masalah teknis pernikahan, misalnya memperhitungkan kesiapan secara materi, kesiapan mental / psikologis calon pengantin, kehadiran keluarga atau kerabat dll. Akan tetapi kalau penentuan tersebut terkait dengan keyakinan adanya waktu/hari/bulan/tahun yang baik (membawa keberuntungan) dan buruk (membawa sial) maka hal tersebut dilarang dan dapat dikategorikan kepada perbuatan syirik.

2. Berhias

Pada dasarnya berhias atau perhiasan dibolehkan, karena hal itu termasuk muamalah, dan prinsip dasar muamalah adalah mubah :

الأصل فى الأشياء  الإباحة حتى يقوم الدليل على التحريم

Artinya : “Pada dasarnya segala sesuatu itu adalah mubah (diperbolehkan) sampai terdapat  dalil yang melarangnya/mengharamkannya”

3. Mengadakan Nyanyian/Musik/Permainan

Nyanyian dalam agama Islam termasuk urusan dunia, sebagaimana juga berhias dan prinsip dasar sesuatu/muamalah adalah boleh. Dalam filosofi hukum islam nyanyian bisa dikategorikan kepada masalah tahsiniyah, yaitu kebutuhan yang apabila tidak terpenuhi tidak menyebabkan terancamnya hidup dan tidak membuatnya sengsara dan berada dalam kesulitan. Dalam hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah saw menghadiri pesta nikah Rubayyi binti Mu’awwiz dimana beberapa wanita membawakan nyanyian untuk mengenang keluarganya yang mati sahid : “Telah berkata Rubaiyi’ binti Muawwidz “Afraa, telah datang Nabi saw waktu aku dikawinkan, lalu beliau duduk atas tempat tidurku, seperti dudukmu dengan aku ini, lalu mulailah bberapa orang hamba perempuan kami memukul gendang dan mereka menyanyi dengan memuji-muji orang yang mati (syahid)dari antara bapak-bapak kami pada perang Badar, tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata:”Di antara kta ini, ada seorang Nabi (Muhammad) yang mengetahui apa yang akan terjadi besok”, maka nabi berkata:”Tinggalkanlah ucapan ini, dan nyanyilah dengan nyanyian yang engkau ucapkan (dendangkan).” (HR. Bukhari).

4. Foto bersama pengantin

Foto bersama pengantin diperbolehkan selama tidak menimbulkan ikhtilath (berpelukan / bergandengan tangan) maupun fitnah, adapun  Ulama-ulama yang melarang foto, pada umumnya menganalogikannya dengan hukum gambar atau menggambar. Majelis Tarjih dalam putusannya menyatakan bahwa gambar itu hukumnya berkisar kepada ‘illatnya (sebabnya), dan apabila gambar/foto itu diorientasikan hanya untuk perhiasan dan tidak khawatir mendatangkan fitnah, hukumnya mubah.

5. Sungkeman

Sungkeman dalam artian salaman antara pengantin dan keluarga setelah akad nikah, diperbolehkan selama dilakukan sejara wajar dan tidak berlebihan, disamping itu tetap menjaga supaya tidak terjadi ikhtilath dengan yang bukan mahramnya.

6. Memajang pengantin

Memajang pengantin setelah akad nikah dengan tujuan agar para tamu undangan mengetahui siapa yang menikah pada hari itu, diperbolehkan selama tidak berlebihan, dan memenuhi beberapa ketentuan :

6.1. Pakaian menutup aurat

Bagian tubuh wanita yang tidak boleh terlihat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan sampai pergelangan tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ :  إنَّ الْجَارِيَةَ إذَا حَاضَتْ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إلَّا وَجْهُهَا وَيَدَاهَا إلَى الْمِفْصَلِ

Artinya : “Rasulullah besabda : “Anak perempuan jika sudah datang bulan, tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali mukanya dan kedua tangannya sampai pergelangan tangannya.” (HR. Abu dawud)

6.2. Pakaian tidak tipis (nerawang), dan ketat

Disampng harus menutup aurat, pakaian yang dikenakan juga tidak tipis/nerawang dan juga tidak ketat sehingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw :

حَدَّثَنِى زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ».

Artinya : “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya surga padahal wanginya surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.”

6.3. berhias tidak tabarruj

Yang dimaksud dengan tabarruj dalam surat al Ahzab ayat 33, menurut Al Zajjaj adalah :

إِظهار الزِّينة وما يُستدعى به شهوةُ الرجل .

Artinya : “Menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat laki-laki.”

Sedangkan menurut Syeikh Ahmad Musthafa Al Maraghi; tabarruj adalah : “Perbuatan wanita yang mempertontonkan letak-letak keindahan tubuhnya yang wajib ditutupi

Definisi yang paling lengkap dijelaskan oleh Imam As Syaukani :

التبرّج : أن تبدي المرأة من زينتها ومحاسنها ما يجب عليها ستره مما يستدعي به شهوة الر

Artinya : “Tabarruj adalah (perbuatan) wanita yang menampakkan / mempertontonkan perhiasan dan keindahan tubuhnya yang wajib ia tutupi dari sesuatu yang dapat mengundang syahwat laki-laki.”

6.4. tidak dipajang terus-menerus, hingga tidak sempat melaksanakan shalat misalnya

6.5. seyogyanya ditemani oleh mahramnya, baik orang tua atau yang lainnya

(B) Hal–Hal yang Dituntunkan bagi Tamu Undangan

Adapun hal-hal yang dituntunkan bagi orang yang mendapatkan undangan/yang diundang adalah sebagai berikut :

1. Menghadiri undangan

Mayoritas ulama berpendapat bahwa menghadiri undangan hukumnya adalah wajib sebagaimana sabda Rasulullah saw dari Ibnu Umar ra :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا

Artinya : “Rasulullah saw bersabda : ”Apabila salah seorang dari kalian diundang untuk menghadiri walimah, maka hendaklah menghadirinya.” (HR. Bukhari).

2. Mendo’akan pengantin

Saat bertemu dengan pengantin hendaklah mendoakannya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw saat bertemu dan diberitahu Abdurrahman bin Auf.

Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik r.a :

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَثَرَ صُفْرَةٍ فَقَالَ مَا هَذَا. قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ « فَبَارَكَ اللَّهُ لَكَ أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

Artinya : “Bahwasanya Nabi saw warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya;Apakah ini? Abdurrahman menjawab: wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah bersabda: Semoga Allah memberkahimu dan rayakanlah walaupun dengan seekor kambing.” (HR. Bukhari Muslim).

3. Makan dan minum dengan duduk

Apabila kita menghadiri jamuan makan dan minum, termasuk dalam jamuan walimatul ‘urs hendaklah makan dan minum sambil duduk di tempat yang sudah disediakan oleh shahibul hajat, karena Rasulullah saw melarang kita untuk makan dan minum sambil berdiri. sebagaimana sabda Rasulullah saw :

حَدَّثَنِى عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلاَءِ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ – يَعْنِى الْفَزَارِىَّ – حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَمْزَةَ أَخْبَرَنِى أَبُو غَطَفَانَ الْمُرِّىُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ »

Artinya : “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim).

(C) Hal–Hal yang Dilarang dalam Walimah

  1. menentukan hari dan pasaran yang baik dan tidak baik
  2. nginjak telur
  3. standing party (makan minum sambil berdiri)
  4. mandi kembang
  5. membakar kemenyan supaya saat walimah tidak hujan dan selamat dari gangguan dan bahaya
  6. memakai pakaian yang ketat hingga menampakkan lekuk tubuh dan juga transparan

Walimatul `Ursy
Walimatul `Ursy

 SUMBER  Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Tarjih Majalah Mentari Bulan 4 Tahun 2014 dan dimuat kembali untuk tujuan dakwah
Artikel SebelumnyaTuntunan Walimatul `Ursy
Artikel BerikutnyaQuo Vadis Hizbul Wathan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait