Kasih Sayang Sebagai Landasan Berorganisasi

Firman Allah dalam surat Ali Imron 104, yang terkenal dengan surat Muhammadiyah (di Indonesia) ditasbihkan sebagai perintah untuk berorganisasi. Yaitu agar ada sekelompok orang yang memikirkan untuk mengajak kebaikan saling berbuat ma’ruf dan mencegah kepada hal-hal yang mencelakakan manusia. Untuk mencapai itu semua dilakukan dengan ajakan yang simpatik. Bukan dengan paksaan. Ajaran Allah agar manusia saling menyayangi satu dengan lainnya. Kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah supaya senantiasa dijunjung tinggi dalam rangka mengabdi kepada Allah.

Apakah landasan berorganisasi melalui Muhammadiyah diperintahkan melalui surat Ali Imron 104?

Marilah kita tengok sejenak awal mula Kyai Dahlan peduli terhadap lingkungan sehingga sangat yakin, dengan mendirikan Muhammadiyah akan tercipta masyarakat yang sesuai dengan harapan Allah. Beliau tahu betul, bahwa kondisi masyarakat saat itu penyakitnya ada dua. Kemiskinan dan kebodohan. Miskin karena dikondisikan untuk selalu miskin. Masyarakat tidak diberi akses sedikitpun untuk berkiprah dalam putaran perekonomian. Bodoh karena tidak ada sistim pendidikan yang berpihak pada masyarakat. Hanya orang tertentu yang kebetulan keturunan ningrat, yang sedikit dapat mengenyam pendidikan.

Usaha yang dilakukan oleh Kyai Dahlan  membaca, mengkaji dan melaksanakan sesuai dengan perintah Al-Qur’an. Beliau beserta dengan murid-muridnya memberi sentuhan langsung berupa kasih sayang yang berujud papan, sandang dan pakan. Dengan cinta kasih yang tulus, langkah demi langkah usaha itu mendapat respon dari masyarakat.

Dari nukilan sejarah ini menandakan bahwa ber Muhammadiyah itu hendaknya dilandasi atas dasar kasih sayang terhadap orang lain. Berorganisasi ibarat saling mengisi, agar dalam mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diangankan. Namun harus dengan niat yang suci yaitu saling mencintai sebagai hamba Allah.

Oganisasi merupakan kumpulan terdiri dari beberapa orang dan memiliki tujuan yang sama. Dalam berorganisasi akan dijumpai latar belakang sifat dan karakter yang berbeda dari masing-masing orang. Karena demikian ragam sifat, karakter dan kadang juga tujuannya, maka tidak heran bila organisasi itu ditinggalkan anggotanya. Mereka hengkang karena mencapai titik jenuh. Orang yang demikian itu biasanya ada dua macam. Bisa karena tujuan pribadinya tidak tercapai atau tidak merasa nyaman dalam berorganisasi.

Untuk sebab yang pertama tidak perlu dibahas, karena mereka salah membaca tujuan dari organisasi tersebut. Mereka yang tidak nyaman Sebab yang kedua, marilah kita korelasikan dengan paragraph diatas. Perlu dikaji ulang untuk sebab yang kedua, yaitu tidak nyaman. Padahal organisasi membutuhkan kader. Memerlukan generasi penerus agar organisasi tetap membawa manfaat bagi masyarakat. Diperlukan pendekatan yang jitu agar organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Salah satu pendekatan yang patut diperhitungkan adalah pendekatan kasih sayang sebagai salah satu aspek dalam mengembangkan organisasi. Rasa cinta dan kebersamaan yang bertujuan untuk membangun organisasi. Sering kita jumpai ada orang masuk dalam organisasi tidak tulus. Keinginannya menggebu-gebu, bicaranya berbusa-busa. Namun ada tujuan pendek yang hendak ia rebut.

Dibutuh pendekatan emosi dalam membangun organisasi. Setiap pemimpin mestinya menyadari keadaan seperti ini. Ada banyak kasus, meskipun bukan organisasi politik, tapi yang tampak hanya kekisruhan, ketidak harmonisan dalam tubuh organisasi itu. Mereka bukan saja beradu argument, tapi beradu fisik hanya karena mengedepankan egonya masing-masing. Pendekatan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi itu dengan hanya memakai nalar semata. Sisi emosional ditinggalkan. Tidak ada kasih sayang yang membaur dari pimpinan maupun anggotanya.

Saling mencintai, menyayangi, adalah suatu perasaan dan tingkah laku yang positif. Sifat itu mengandung komitmen dari masing-masing orang untuk menjaga stabilitas perasaan dan tingkah lalu. Sehingga hubungan antar personal menjadi stabil dan terkendali. Komunikasi antar pimpinan ataupun anggota lebih mengedepankan kepentingan bersama. Saling asah dan saling asuh selalu mewarnai dalam setiap pergaulan dalam organisasi itu.

Mahabbah atau cinta menurut al-Ghazali merupakan kedudukan yang tinggi. Manusia hanya akan mencintai sesuatu atau seseorang yang telah ia kenal. Karena itulah, benda mati tidak akan merasa cinta. Cinta merupakan salah satu keistimewaan makhluk hidup. Jika sesuatu atau seseorang telah diketahui dengan jelas oleh seorang manusia, kemudian sesuatu itu menimbulkan kenikmatan dan kebahagiaan bagi dirinya, maka akhirnya akan timbul rasa cinta. Sebaliknya, bila sesuatu itu menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan, maka ia kan dibenci oleh orang lain.

Seorang pemimpin hendaknya pandai memoles organisasi agar pengikutnya atau orang lain tertarik dan terasa nyaman untuk berlindung dalam organisasi itu. Untuk bisa menimbulkan kehangatan diperlukan perilaku kasih sayang. Perasaan seperti inilah sebenarnya yang didambakan oleh anggota atau orang lain. Di lain pihak, untuk mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien orang membutuhkan organisasi. Sehingga akan terjadi saling timbal balik. Keduanya saling membutuhkan.

Bila satu pihak membutuhkan pihak lain, yang diperlukan adalah menjaga agar organisasi tetap terasa nyaman untuk beraktifitas. Pendekatan yang dikedepankan adalah rasa saling melengkapi, kasih sayang, bukan secara administratif. Itulah makna sesungguhnya tentang berorganisasi.  Surat Ali-Imran 104 memang benar sebagai seruan untuk berorganisasi. Namun landasan utama orang berkumpul untuk mencapai tujuan adalah kasih sayang, saling cinta dan menyayangi sesama makhluk.

KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah salah satunya karena rasa cinta kepada sesama manusia
KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah salah satunya karena rasa cinta kepada sesama manusia (Sumber gambar : klik disini)

 SUMBER  Artikel ini pernah dimuat di Rubrik Manajemen Majalah Mentari Bulan 1 Tahun 2015, dimuat kembali untuk tujuan dakwah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Komitmen

Apakah berorganisasi perlu komitmen? Tentu. Dengan adanya komitmen, organisasi akan selalu terjaga dari marwahnya. Bahkan dengan komitmen antara pimpinan...

Bahasa Komunikasi Dakwah (Guyon Ning Maton)

Dakwah merupakan titah agama untuk setiap pemeluknya dijalankan  secara perorangan maupun lembaga. Dakwah merupakan misi utama dari setiap nabi dan...

Inilah Visi (Kader)

Suatu hari ada tugas mata pelajaran Kemuhammadiyahan untuk siswa siswi kelas 9. Mata pelajaran yang saya ampu di...

Menanamkan Percaya Diri Pada Anak

Percaya diri merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa percaya diri, seseorang akan mengalami berbagai masalah termasuk...

Akreditasi Organisasi

Beberapa bulan terakhir ini, sekolah di lingkungan Kota Yogyakarta disibukkan dengan akreditasi. Sekolah negeri maupun swasta, tak terkecuali sekolah...

Artikel Terkait